Subscribe

RSS Feed (xml)

Google
Photobucket

Sunday, August 24, 2008

DAMPAK JIKA FIRMAN MENYATU DALAM HIDUP KITA

Semakin firman menyatu dengan kita, maka kita akan semakin menyatu dengan Dia karena firman adalah Dia sendiri. Firman Tuhan sama dengan hadirat Tuhan. Ketika kita bersekutu dengan firman sebenarnya kita sedang menyatu dengan hadirat Tuhan. Firman itu seperti dinamit, ketika meledak akan meruntuhkan satu kota. Dinamit tidak akan meledak sebelum sumbunya dinyalakan. Firman yang dibagikan baru berupa benih/dinamit, tapi sumbunya harus dinyalakan. Ketika kita terus merenungkan firman, sebenarnya kita sedang menyalakan sumbunya itu, dan ketika kita telah menyatu dengan firman itu, maka itu akan menguasai hidup kita.


Dampak jika firman menyatu dalam hidup kita:


1. Firman akan menjadi daya dorong yang kuat untuk kita meraih masa depan yang telah Tuhan tetapkan.

Ketika Tuhan berfirman kepada kita, Dia selalu berbicara soal masa depan. Tuhan membawa kita untuk maju ke masa depan. Firman selalu punya kaitan dengan masa depan. Itu sebabnya ketika kita menyatu dengan firman, itu bukan lagi suara tapi berubah menjadi daya dorong untuk kita terus melangkah maju sekalipun ada halangan. Orang yang sudah menyatu dengan firman tidak akan pernah putus asa. Orang yang menghidupi firman tidak akan terikat dan tidak dapat dikuasai dan diintimidasi lagi oleh masa lalu.


Kej. 11:27-32 – Dari ayat ini kita mengetahui bahwa rombongan pertama yang keluar dari Ur Kasdim bukanlah Abraham sendirian. Rupanya Terahlah yang pertama menerima janji Tuhan mengenai Kanaan. Haran anak Terah mati, dan kematian itu membuatnya kecewa kepada Tuhan. Karena ketika ia sedang berjalan menuju tanah perjanjian, ia kehilangan anaknya. Ketika ia ingin terus maju, ia tidak sanggup melanjutkannya lagi. Apalagi ia tiba di tempat yang bernama Haran. Lalu ia mati di sana. Berbeda dengan Abraham. Janji terhadap Abraham adalah janji yang jauh lebih besar dari Terah dan lebih mustahil. Apa bedanya. Terah selalu diintimidasi oleh masa lalunya karena anaknya meninggal sehingga ia tidak mampu maju karena diikat oleh masa lalunya. Abraham juga memiliki hambatan karena Sarai mandul, tapi itu tidak menghentikan perjalanannya. Ketika Abraham menerima firman, ia tidak membiarkan firman itu begitu saja, tapi ia terus menyatukan dirinya dengan firman-Nya. Abraham tidak bisa diikat oleh masa lalunya karena firman telah menyatu dengan dirinya, sedangkan Terah tidak karena firman tidak menyatu dalam hidupnya. Kalau firman tidak menyatu dalam hidup kita, maka sekali waktu kita akan kehilangan destiny kita. Tapi kalau firman itu sudah menyatu, tidak akan lagi yang dapat menghalangi kita.


2. Firman akan menjadi jalan yang membuat kita bisa selalu hidup dalam lingkupan anugerah-Nya (Kel. 33:13).

Ketika kita terus menyuntikkan firman, itu akan berubah menjadi jalan yang memberikan anugerah sehingga tidak akan pernah ada jalan buntu. Musa berdoa agar ia diberitahu jalan-jalan Tuhan. Firman adalah jalan. Artinya Musa minta firman dari Tuhan karena ketika Musa mendapat firman, artinya ia mendapat jalan. Ketika kita menerima firman, firman itu tidak akan tetap menjadi suara, tapi akan berubah menjadi jalan sehingga jalan-jalan kita berbeda dari orang lain karena jalan-jalan Tuhan memberi kita anugerah. Kita memiliki akses khusus ke dalam anugerah-Nya.


Tuhan memberikan akses khusus bagi orang yang menghidupi firman-Nya. Orang yang ingin mewujudkan kehendak Tuhan tidak akan pernah menemui jalan buntu karena jalan yang sudah dibuka Tuhan tidak akan ada yang bisa menutupnya.


3. Firman akan menjadi filter yang menyaring segala sesuatu yang kita dengar dan kita lihat.

Ketika firman sudah menyatu, cara kita melihat dan mendengar akan berbeda. Kita akan dapat melihat dan mendengar apapun dari sudut pandang firman karena firman akan menyaringnya. Contoh: Daud melawan Goliat. Goliat setiap hari mengintimidasi Israel dan mereka ketakutan, tapi ketika Daud yang mendengarnya membuat dia bangkit dalam kuasa Roh. Responnya bisa beda karena firman telah menyatu dalam hidup Daud. Firman dalam hidup Daud menyaring perkataan Goliat sehingga roh ketakutan itu dilenyapkan dan keberanian yang muncul. Jika firman telah menyatu dalam hidup kita, maka ketika ada musuh yang menentang, kita akan bangkit mengalahkannya. Jika kita telah menyatu dengan firman, kita tidak akan melihat fakta sebagaimana adanya, tapi akan melihat dari sudut pandang firman tersebut. Jika kita masih melihat fakta sebagaimana adanya, mungkin firman belum menyatu. Kita harus bisa mendengar dan memandang segala sesuatu dari sudut Firman.


4. Firman akan menjadi pagar perlindungan yang menjagai langkah kita untuk tidak tersandung (Mzm. 119:9, 11, 105; Yudas 24).

Firmanlah yang akan menjagai kita untuk hidup kudus di hadapan Tuhan, menjadi generasi yang kudus dan murni hatinya. Firman akan memampukan kita untuk membuat keputusan yang kita buat tidak menyandung kita. Jangan pernah melangkah ke market place tanpa firman menyatu dalam hidup kita. Pakailah firman menjadi kulit yang menyatu dalam hidup kita.

0 comments: