Subscribe

RSS Feed (xml)

Google
Photobucket

Wednesday, September 24, 2008

DAMPAK JIKA MENANGKAP FIRMAN DENGAN ROH

Dalam sebuah kebaktian, ada orang-orang yang dengan mudah mengalami perubahan, sementara orang lain, yang menerima firman yang sama, tidak pernah mengalami perubahan. Mengapa itu bisa terjadi? Jika itu yang terjadi, itu bukan lagi tergantung dari pekerjan Roh Kudus atau si hamba Tuhan, tapi tergantung atau ditentukan oleh sikap hati dan respon orang tersebut terhadap pekerjaan Roh dan cara dia mendengarkan firman Tuhan. Jangan lagi meresponi ibadah dan firman dengan pikiran, tapi mulai belajar meresponinya dengan roh kita. Kita punya kecenderungan untuk lebih dahulu berusaha memahami apa yang Tuhan sampaikan, baru kemudian setelah berhasil memahaminya, barulah kita memutuskan untuk menerimanya atau tidak. Terjadi penyaringan oleh pikiran kita. Itulah sebabnya terjadi perbedaan dengan orang yang meresponi dengan rohnya. Yang benar adalah terima dulu dengan roh kita, baru kita berusaha memahaminya.


Cara kerja Tuhan adalah Tuhan menjamah roh orang tersebut terlebih dahulu, bukan tubuh atau pikirannya. Ada orang yang dijamah tubuhnya dan emosinya, tapi hidupnya tidak berubah karena rohnya tidak berubah. Perubahan harus dimulai dari dalam bukan dari luar. Karena itu kita harus punya sikap untuk menerima dalam roh dahulu. Kita harus berinteraksi dengan Roh Kudus dengan roh kita.


Banyak orang yang telah menerima firman, tapi tidak mengalami perubahan. Itu terjadi karena firman telah disaring dalam pikiran orang tersebut. Ketika kita terbiasa menerima segala pekerjaan Tuhan dengan roh kita, maka sifat dasar roh kita akan mengalami perubahan. Ketika sifat dasar roh kita mengalami perubahan maka hidup kita akan mengalami perubahan.


Ketika hamba Tuhan menyampaikan firman, dia menyampaikan firman dari sudut pandang Tuhan. Jadi jika kita menerima firman itu dari pikiran kita, maka kita tidak akan mengalami impartasi roh yang bekerja dalam hidup kita karena sudut pandang yang berbeda dengan Tuhan.


Kita dapat melihat perbedaan respon firman dari Zakaria dan Maria (Lukas 1:11-20). Malaikat membawa pesan firman Tuhan bahwa doanya sudah didengar. Secara logika, respon Zakaria seharusnya senang karena doanya dijawab, tetapi responnya malah tidak percaya dan bingung (ayat 18). Ini terjadi karena Zakaria berusaha memahami firman itu dari pikirannya. Bagaimana mungkin seorang wanita yang sudah tua melahirkan seorang anak? Ia jadi kehilangan firman itu. Akhirnya ia terus-menerus mengeluarkan kata-kata yang melemahkan dan dibuat bisu. Perkataan negatif Zakaria akan menggugurkan firman itu, itu sebabnya ia dibuat bisu.


Berbeda dengan respon Maria (Lukas 1:26-38). Malaikat berkata ia akan melahirkan anak laki-laki? Seharusnya responnya bingung karena belum pernah ada perawan melahirkan anak laki-laki. Tapi responnya adalah menerima firman itu (ayat 37). Maria menerima apa pun yang firman Tuhan katakan tanpa syarat. Maria sedang menerima pekerjaan Roh Kudus dengan rohnya bukan dengan pikiran. Beginilah caranya kita meresponi firman.


Yesus berkata bahwa rohlah yang memberi hidup dan perkataan-Nya adalah Roh dan hidup (Yohanes 6:63). Di dalam firman yang disampaikan, ada Roh dan hidup. Setiap kali hamba Tuhan menyampaikan firman, maka di balik firman yang disampaikan ada Roh dan hidup. Roh berbicara tentang sifat dasar. Kita seharusnya sibuk menangkap Roh dan hidup yang ada di balik firman itu, bukan memahami dengan pikiran kita. Ketika kita belajar untuk berkata “Amin” terhadap setiap kebenaran firman, maka kita akan terlatih menggunakan roh untuk menangkap firman. Hidup kita dapat mengalami perubahan ketika kita menangkap Roh dan hidup yang ada di balik firman.


Ketika kita mendengar khotbah tentang doa, kita tidak akan bisa memiliki kehidupan doa sampai kita dapat menangkap roh doa itu. Seharusnya aktivitas roh hamba Tuhan yang menyampaikan firman terjadi juga dalam roh kita. Sama seperti ketika Maria mengunjungi Elisabeth. Ketika Maria mengucapkan salam, bayi dalam rahim Elisabeth melonjak. Itu terjadi karena frekuensi roh Maria dan Elisabeth sama.


Dampak yang dihasilkan ketika kita menangkap firman Tuhan dengan roh kita:
1. Dengan cepat kita dapat menerima impartasi kehidupan roh yang ada di balik firman.
Ada impartasi kehidupan roh yang terjadi ketika firman disampaikan dan itu hanya bisa ditangkap oleh roh. Roh hanya bisa memanggil roh, bukan pikiran. Kita harus mengerti cara kerja Roh Kudus agar seluruh pekerjaan Roh yang tercurah dalam hidup kita dapat dimaksimalkan dalam hidup kita. Impartasi Roh inilah akan membuat kita dapat melakukan dan mewujudkan firman yang disampaikan. Impartasi Roh akan memberikan anugerah untuk kita bisa mampu melakukan firman.


2. Firman akan segera tertanam dalam hati kita dan akan kita alami dalam hidup kita.
Ketika kita meresponi firman dengan roh kita, tanpa sadar frekuensi roh kita semakin selaras dengan firman itu dan firman itu tertanam dalam hati kita dan tidak dapat tercabut lagi. Mungkin kita belum memahaminya, tapi sudah tertanam. Kalau firman sudah tertanam, dia akan bertumbuh dan berbuah.


Kita harus memperhatikan cara kita mendengar (Lukas 8:18). Ada orang yang merasa sudah memiliki firman, tapi karena menangkapnya dengan pikiran, maka sebenarnya Tuhan berkata ia belum memilikinya. Tuhan hanya bisa memberi kepada orang yang mempunyai. Ketika kita menerima firman dengan roh kita, maka kita akan memiliki firman sehingga ketika firman lain datang kita telah mempunyai firman di dalam roh kita sehingga Tuhan bisa memberikan firman lebih banyak lagi. Itu sebabnya kita harus memperhatikan cara kita mendengar. Prinsip: Cara kita mendengar menentukan apakah kita memiliki firman atau tidak. Orang yang sudah mempunyai akan lebih banyak diberi, tapi orang yang tidak mempunyai, kepadanya akan diambil, bahkan apa yang ia anggap ada padanya akan diambil daripadanya. Tuhan akan lebih banyak berbicara kepada orang yang dengan mudah menerima firman-Nya.


3. Hati kita akan terkondisi menjadi tanah hati yang baik dan selalu bisa memercayai apa pun yang Tuhan katakan.
Ketika kita terus belajar meresponi firman dengan roh kita walaupun kita belum memahaminya, tanpa sadar kita sedang mengkondisikan hati kita menjadi tanah hati yang baik sehingga tiap Tuhan taburkan firman, itu akan bertumbuh dan menghasilkan buahnya seratus kali lipat. Itu terjadi karena kita menangkap Roh dan hidup dari firman itu, dan Roh Kudus bekerja dalam hati kita.


Jika kita terus memfilter firman, maka lama-kelamaan pikiran kita akan mengkristal dan akhirnya kita akan menjadi penentang firman (2 Timotius 3:1-4). Secara lahiriah menjalankan ibadah, tapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya.

0 comments: