Pertanyaan di dunia roh “Siapakah kamu” harus dijawab dengan posisi rohani yang kita miliki. Tanpa memiliki posisi rohani, maka kita akan dipertanyakan.Posisi rohani sangat penting untuk kita miliki, karena:
1. Posisi rohani akan membuat kita bebas dari pergumulan yang selama ini membebani hidup kita.
Banyak orang Kristen yang tidak mengerti tentang posisi rohani dan memiliki posisi rohani sehingga mereka terus bergumul dengan masalah.Masalahnya bukan berapa besar pergumulan atau musuh kita, tapi masalahnya berapa besar posisi rohani kita. Daud tidak memikirkan cara mengalahkan Goliat, dia hanya maju berperang, sedangkan bangsa
Contoh: Dalam sebuah perusahaan: office boy - staff - manager - direktur --> lebih bergumul mana? Office boy lebih bergumul daripada direktur. Itu disebabkan karena perbedaan posisi.
2. Posisi rohani akan membuat hidup kita menjadi jauh lebih mudah.
Hidup direktur akan jauh lebih mudah daripada office boy karena posisinya lebih tinggi. Pelayanan menjadi hal yang sulit dan berat karena posisi rohaninya rendah. Dengan posisi rohani, kita akan dengan mudah melakukan apa pun yang Tuhan inginkan. Orang yang punya posisi rohani melakukan sesuatu secara natural, tapi hasilnya supranatural. Daud cuma datang dengan ali-ali, semua orang Israel bisa melakukan itu, tapi jika mereka melakukannya belum tentu hasilnya sama. Masalahnya bukan apa yang dilakukan tapi siapa yang melakukannya. Ketika kita punya posisi, pelayanan dan hidup kita akan ringan. Menghadapi penyakit dan pekerjaan akan jauh lebih mudah. Mengapa bisa mudah? Karena orang yang memiliki posisi akan memiliki fasilitas. Tuhan menyediakan fasilitas secara rohani sehingga apa pun yang kita lakukan menghasilkan hasil yang supranatural. Seorang yang bertindak dari posisi tertentu akan dapat melakukan sesuatu dengan mudah. Bangsa Israel meruntuhkan tembok Yerikho hanya dengan berkeliling dan bersorak-sorai. Itu terjadi karena posisi rohani. Gideon mengalahkan Midian dengan meniup sangkakala dan memecahkan buyung. Semuanya natural tapi dampaknya supranatural.
3. Posisi rohani akan membuat kita dapat mewujudkan apa yang seharusnya diwujudkan.
Seorang office boy memiliki banyak impian untuk diwujudkan, tapi tidak punya kemampuan untuk mewujudkannya. Itu semua terjadi karena posisi. Ada banyak orang Kristen yang punya mimpi, kerinduan, dan benih ilahi dari Tuhan, tapi tak ada satupun yang bisa diwujudkan. Itu terjadi karena tidak memiliki posisi. Untuk mewujudkan semua itu kita memerlukan posisi rohani. Yusuf, walaupun dia seorang budak, tapi karena posisi rohaninya di hadapan Tuhan, maka dia dapat mewujudkan mimpinya. Semua impian kita tidak akan pernah terlahir tanpa adanya posisi rohani. Fokuslah untuk meningkatkan posisi rohani di hadapan Tuhan.
Tuhan secara khusus telah menyediakan posisi rohani bagi kita untuk duduk setahta dengan Dia dan memerintah dari sorga dengan otoritas ilahi-Nya (Wahyu 3:21).
Beberapa prinsip untuk meningkatkan posisi rohani:
1. Posisi rohani bisa diterima melalui impartasi.
Posisi rohani bisa didelegasikan/diwariskan untuk orang-orang di bawahnya. Ketika kita menerima impartasi, posisi kita naik, tapi masalahnya beberapa minggu kemudian posisi itu turun. Itu terjadi karena mereka tidak tahu cara mempertahankannya. Ketika kita menerima impartasi, posisi itu belum menjadi milik yang permanen. Ada bagian-bagian yang harus kita lakukan sehingga posisi itu menjadi permanen. Kita harus menjadi orang Kristen yang bertanggungjawab secara rohani. Setiap posisi rohani yang telah kita terima tidak boleh kita sia-siakan, tapi harus dipertahankan. Setiap posisi memiliki tugas yang berbeda, itu sebabnya ketika kita ada di posisi itu, kita harus bertindak setingkat dengan posisi itu. Cara hidup seorang direktur berbeda dengan office boy. Yang membuat posisi kita turun lagi adalah karena kita tidak memiliki cara hidup seperti posisi tersebut. Prinsip: pengurapan tertentu membutuhkan gaya hidup tertentu. Bangun hubungan yang akurat dengan orang yang telah mengimpartasikannya.
2. Posisi rohani ditentukan oleh kualitas persekutuan kita dengan Bapa (Yoh. 15:7, 15-16).
Banyak orang Kristen frustrasi dengan ayat di atas karena apa pun yang mereka minta tidak mereka terima. Itu semua terjadi karena posisi rohani mereka. Kita akan sampai pada suatu level di mana apa pun yang kita minta, akan kita terima. Syaratnya: jika kita tinggal di dalam Dia dan firman-Nya tinggal di dalam kita. Ini bicara soal persekutuan. Sedalam persekutuan yang bisa kita bangun dengan Bapa, sejauh itulah posisi itu kita miliki. Sejauh mana kita menyatu dengan Dia, bukan banyaknya kita berdoa. Prinsip: Kualitas persekutuan kita ditentukan oleh dimensi pewahyuan yang telah bekerja dan menguasai hidup kita. Sebanyak firman telah bekerja dan menguasai hidup kita, sejauh itulah posisi rohani yang dapat kita miliki. Titik penghubung yang membuat kita bisa menerima impartasi posisi rohani adalah pewahyuan firman. Kalau kita ingin mempertahankan itu, kita harus bawa pulang titik penghubungnya (pewahyuan firman), lalu bersekutu dengan pewahyuan firman itu. Sebanyak firman yang telah hidup dalam diri kita, sejauh itulah persekutuan kita dengan Tuhan. Kita hanya bisa membangun persekutuan di atas firman yang hidup dalam kita.
Contoh: Yosua menghentikan matahari (Yos. 10:12-14). Yosua punya posisi rohani di hadapan Tuhan karena pewahyuan firman kepada dirinya (Yosua 5:13-14). Tuhan mewahyukan diri-Nya kepada Yosua. Yosua tidak mengenalinya karena ini adalah dimensi pewahyuan baru baginya bahwa Dia adalah Panglima Bala Tentara Tuhan.
3. Posisi rohani ditentukan oleh saldo kobaran roh yang kita miliki.
Di dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari, kita harus memiliki kobaran roh. Masalahnya kobaran roh selalu dipakai dan tersedot untuk menghadapi hidup ini. Itu sebabnya kita harus menghasilkan kobaran roh yang lebih dibandingkan yang dipakai. Itu sebabnya saldo kobaran roh kita lebih penting daripada berapa banyak kobaran roh yang pernah ada. Contoh: posisi sosial seseorang ditentukan dari berapa saldonya di bank daripada berapa banyak uang yang pernah dia miliki. Saldo kobaran roh yang kita miliki menentukan tingkat posisi rohani kita.
4. Posisi rohani ditentukan oleh level ketaatan yang sudah terbangun dalam hidup kita.
Di samping kobaran roh, level ketaatan juga menentukan posisi rohani kita. Abraham dikenal sebagai sahabat Allah karena dia taat. Kita bisa saja mengalami banyak mukjizat, tapi jika kita tidak taat, itu tidak membuat posisi rohani kita semakin meningkat. Kita harus memastikan ketaatan kita bertumbuh di hadapan Tuhan. Ketika Yesus dibaptis air, langit terbuka, dan dikatakan “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan” (Matius 3:16-17). Ini terjadi karena ketaatan Yesus. Semakin level ketaatan kita bertumbuh di hadapan Tuhan, semakin kita tidak memerlukan publikasi, karena Tuhanlah yang akan mempublikasikannya. Belajarlah berjalan di pimpin roh, berpikir dan bertindak dalam roh. Hanya percaya pada apa yang Dia katakan. Ketaatan tidak ditentukan pada apa yang kita ketahui, tapi justru pada apa yang tidak ketahui. Jika kita tidak tahu hasilnya, tapi tetap bisa percaya, maka itulah ketaatan yang sejati. Ketika kita melakukan tindak ketaatan, kita tidak perlu menanyakan alasannya. Seorang yang taat tidak banyak bertanya. Orang yang taat tidak mempedulikan hasil, tapi memperhatikan perintah dan arahan-Nya. Ketaatan akan membuat hidup kita selalu menang. Ketika kita kalah, itu adalah saat di mana kita tidak taat. Musuh sebesar apa pun dapat kalahkan jika kita taat, tapi musuh sekecil apa pun tidak akan dapat kita kalahkan jika kita tidak taat.
Roma 5:17 berkata, “Lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan bisa hidup dan memerintah seperti para raja memerintah” (amplified).


























0 comments:
Post a Comment