Subscribe

RSS Feed (xml)

Google
Photobucket

Sunday, September 28, 2008

PROSES TERBENTUKNYA EKLESIA

Matius 16:13-19

Sekali waktu Tuhan bertanya kepada murid-murid-Nya, siapakah Aku? Ada yang mengatakan Nabi Elia, ada yang mengatakan Nabi Yeremia, tetap Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Yesus mengatakan bahwa Simon berbahagia karena jawaban itu adalah pewahyuan yang berasal dari Bapa. Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”


Kata jemaat di ayat itu berasal dari kata Eklesia. Pada jaman Yesus, kekaisaran Roma menguasai suatu bangsa, dan mereka mengutus orang dari pusat (apostle). Orang ini ditugaskan untuk memilih orang-orang berpengaruh di masyarakat dan bersama-sama dengan orang ini mereka akan mengubah kota itu. Mereka menjadi Dewan Kota. Itulah yang disebut Eklessia. Tugasnya memikirkan nasib kota lalu membuat berbagai proyek untuk meningkatkan kesejahteraan kota tersebut menjadi lebih baik. Jadi ketika Yesus mengatakan gereja (Eklessia), maksudnya adalah Eklessia seperti jaman itu. Itu sebabnya kita tidak boleh membangun gereja yang biasa-biasa saja, harus sesuai dengan pikiran Tuhan.


Eklesia: Dewan musyawarah sorga yang dipilih dan dikumpulkan oleh Tuhan yang terdiri dari orang-orang terpandang dan berpengaruh dalam masyarakat yang diberikan tugas untuk mewujudkan agenda sorga.


Eklesia diciptakan untuk menjadi perwakilan sorga, sehingga melalui gereja Tuhan, agenda Tuhan diwujudkan. Jadi gereja tidak diciptakan untuk sekadar kumpul-kumpul, tapi supaya melalui gereja, sorga bisa dimanifestasikan. Dengan maksud agar dunia bisa menikmati sorga. Jadi fokuskan seluruh program kita untuk mewujudkan Eklesia.


Proses terbentuknya Eklesia

1. Tuhan memilih seseorang, membentuknya, dan memberikan pewahyuan firman kepadanya sampai orang ini menjadi kokoh kuat tak tergoncangkan di dalam Tuhan.

Ketika Simon Petrus menjawab pertanyaan itu, Yesus mengatakan dia berbahagia karena Simon mendapatkan pewahyuan dari Allah sendiri. Sebelum Simon mendapatkan pewahyuan tentang Tuhan, ia adalah ilalang, yaitu sesuatu yang mudah goyah dan tidak kokoh kuat sesuai arah angin. Tuhan tidak bisa membangun Eklessia di atas seorang pemimpin rohani yang masih plin-plan. Ini menggambarkan sikap Simon, perilaku tidak dipengaruhi oleh firman tapi oleh keadaan. Kita harus membangunnya di atas batu karang yang teguh, yaitu firman. Hanya orang yang dikuasai firmanlah yang akan menjadi kokoh kuat. Simon bisa berubah menjadi Petrus karena pewahyuan firman. Ketika ia merenungkan firman itu, zat-zat rohani bekerja dalam dirinya dan mengubahnya menjadi Petrus. Jadi untuk menjadi orang yang kokoh, kita harus menghidupi firman itu.


2. Setelah orang itu mengalami perubahan, maka Tuhan akan membawa orang tersebut untuk berhadapan dengan kekuatan neraka (Matius 4:1)

Setelah Ia diproses Tuhan, Yesus dituntun oleh Roh kepada iblis. Bagi seorang Petrus yang mengalami perubahan, Roh Kudus akan membawa dia kepada iblis untuk melatih dirinya untuk berperang. Seorang yang telah diubah oleh firman, kehidupan akan menjadi agresif, bukan dia yang diserang neraka, tapi dialah yang akan datang untuk menghancurkan gerbang neraka.


3. Tuhan akan memberikan semua fasilitas dan kemampuan untuk orang tersebut mewujudkan agenda sorga (Matius 16:19).

Apa yang sudah diikat oleh sorga akan kita ikat di dunia ini. Apa yang telah dilepas oleh sorga akan kita lepas di dunia ini. Ini artinya apa yang kita lihat di sorga sudah terjadi akan kita wujudkan di dunia ini. Tuhan memberi kita kunci kerajaan sorga sehingga kita bisa membuka pintu-pintu yang tertutup. Kita tidak perlu lagi ‘menggedor-gedor’ pintu sorga karena kita punya kuncinya. Itu sebabnya apa yang kita katakan akan terjadi. Orang yang telah berubah karena firman, apa yang ia katakan akan terjadi.


4. Tuhan akan mempertemukan kita dengan sekelompok orang yang mau mengikuti kita dan mewujudkan agenda sorga bersama-sama.

Eklesia tidak dibentuk dari seorang yang punya uang lalu membangun gereja, tidak. Eklesia terbentuk dari seseorang yang dibentuk Tuhan, lalu setelah hidup orang ini berubah, Tuhan membawa orang ini menghadapi gerbang neraka dan menghancurkannya dan mengalahkannya. Lalu dia mulai diberikan kunci kerajaan sorga, dia tidak lagi sibuk menghadapi neraka karena sudah bebas, dia sudah bisa melakukan hal-hal lainnya. Akhirnya Tuhan akan mempertemukan dia dengan orang-orang yang menghidupi firman yang sama. Lalu dari situlah akan terjadi sinergi dan itulah saatnya agenda sorga terwujud melalui gereja-Nya. Eklesia akan mulai dibangun di mana-mana yang dibangun di atas hidup kita. Ini waktunya gereja dibangun bukan atas dasar kebutuhan jemaat, tapi atas kebutuhan sorga.

0 comments: