Seringkali orang-orang Kristen berdoa dengan tidak jemu-jemu, tapi mereka mendapati doa mereka tidak menghasilkan. Pada akhirnya mereka menjadi kecewa. Kesalahannya adalah: perumpamaan Yesus ini tidak ditekankan oleh doa yang tidak jemu-jemu. Doa yang tekun tidaklah salah, tapi masalahnya doa ini harus dibangun di atas dasar kehidupan. Pada dasarnya doa kita didasarkan atas kehidupan kita. Janda itu akhirnya mendapatkan keadilan itu. Masalahnya bukan hanya karena janda itu mengetuk setiap hari. Sebenarnya ada suatu hukum di
Kita harus punya posisi hukum yang tepat di hadapan Tuhan. Selama ini gereja menekankan Allah adalah Bapa yang baik yang selalu peduli kepada kita. Itu memang benar, Tapi jangan lupa Dia juga Hakim. Dia adalah hakim yang adil. Hakim adalah seorang pribadi yang selalu bertindak berdasarkan hukum. Kita perlu mengerti cara kerja Tuhan sehingga kita dapat memperoleh apa yang telah disediakan Allah bagi kita melalui kematian Yesus. Tuhan tidak bisa bertindak di luar hukum-hukum yang ada. Kekristenan bicara tentang dunia rohani, dan dunia rohani selalu bergerak berdasarkan hukum. Itu sudah pasti karena hukum itu mutlak. Kalau kita mengerti hukum-hukum dunia roh dan hidup berdasarkan hukum-hukum yang ada, maka hasilnya sudah pasti. Jadi sebetulnya yang kita butuhkan bukanlah doa dari hamba Tuhan, tapi kita harus membetulkan posisi kita. Ketika posisi kita tepat maka semuanya pasti terjadi. Kita akan menerimanya secara otomatis. Jadi posisikan diri kita dengan tepat secara hukum.
Mengapa Janda ini bisa menerima dari hakim itu, padahal hakim itu lalim dan tidak mengenal Tuhan. Secara normal, bisakah seorang janda mengganggu seorang hakim siang dan malam? Tidak bisa. Perhatikan di ayat 6, Tuhan berkata camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu. Bacalah ayat 4-6. Hakim itu berkata daripada ia “menyusahkan aku.” Bisakah seorang janda lemah bisa menyusahkan hakim? Jadi mengapa hakim itu bisa merasa susah. Bisakah seorang janda lemah menyerang hakim? Secara logika tidak mungkin, tapi itu bisa terjadi jika janda itu benar secara hukum. Janda itu benar secara hukum, jadi ia bisa menuntut hakim itu. Begitulah cara kerja Tuhan. Jika kita benar secara hukum, maka Tuhan pasti akan menolong kita (ayat 7 – orang yang posisinya benar secara hukum).
Kalau posisi kita tidak benar secara hukum, Tuhan tidak bisa menjangkau hidupmu. Itu sebabnya Tuhan memberikan perumpamaan lainnya di Lukas 18:9-14. Banyak orang tidak cara berinteraksi dengan hakim sehingga merasa dirinya benar, padahal mereka salah. Hukum tidak berlaku berdasarkan perasaan atau kebenaran diri sendiri atau keadaan kita. Jadi kalau kita menerima yang buruk, maka artinya hidup kita salah di hadapan Tuhan. Kita tidak bisa dibenarkan oleh Allah selama kita memakai kebenaran kita sendiri. Sama halnya dengan janda itu.
Bukan berapa banyak kebenaran yang telah kita lakukan yang menentukan hidup kita di hadapan Tuhan, tapi berapa banyak kebenaran Tuhan yang telah hidup dalam diri kita, yaitu kebenaran yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita.
Yesaya 59:1-2 – Yang merupakan pemisah antara kita dengan Tuhan adalah kejahatan dan dosa kita. Dosa adalah pelanggaran hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Semua hukum Allah yang kita ketahui tapi kita langgar, artinya kita berdosa dan membuat kita terpisah dari Allah. Kejahatan: kita menginginkan atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Allah (Yakobus 4:1-4 – Ini adalah orang yang berdoa tapi berada di luar hukum Allah yaitu bersahabat dengan dunia.) Ini terjadi karena mereka punya banyak keinginan yang tidak sama dengan Allah. Itulah kejahatan.
Sebagian besar orang Kristen punya masalah hukum dalam hidup mereka dalam area keuangan dan tubuh (sakit penyakit, kesehatan). Masalahnya adalah hidup kita ini saling bergantung satu sama lain. Kalau ada area tertentu hidup kita yang tidak sesuai dengan hukum Allah, maka itu akan menjadi celah untuk iblis menggocoh hidup kita. Contoh: jika kita memiliki masalah dalam keluarga, maka akhirnya itu akan mengganggu ekonomi dan kesehatannya juga. Jadi karena satu area itu, maka area-area yang lain juga terkena. Itu sebabnya kita harus menegakkan hukum-hukum Allah dalam segala area kehidupan kita.
Hukum Tuhan dalam area keuangan (Ibrani 13:5): Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Seringkali hanya ayat ini yang kita pegang, padahal sebelum itu ada hukumnya yaitu: jangan menjadi hamba Tuhan. Bagaimana kita bisa tahu apakah kita menjadi hamba uang atau tuan atas uang. Periksalah apakah kita yang mengatur uang, atau kita yang diatur uang. Kalau kita yang mengatur uang, artinya kita jadi tuan atas uang. Itu sebabnya Tuhan berkata cukuplah dirimu dengan apa yang ada padamu, artinya kita harus mengatur uang kita. Tuhan memberikan minimal cukup. Kalau kita terus taat, Ia akan memberikan yang melimpah.



























6 comments:
Hi there, a while ago we had talked about exchanging blogroll links.
I was supposed to get back to you after I linked to your blog so you could link back.
I linked to your blog already. When you have some time, please link back ok?
cheers, michael wong at:
http://bigmoneylist.blogspot.com/
Hello there my friend! I found your blog very interesting so I have added your link in my Blogroll. I hope you'll link me back. Have a nice day! http://hapiblogging.blogspot.com/
Hi! Care to x-link? I have added you already in my list. Have a nice day! http://carlos-ideas.blogspot.com
Submit your Blog to our Newest PR 3 Web Directory for Bloggers. Visit KeywordDir.info
Hi there... want to change your favicon? find out how.. Have a nice tuesday!
Happy Wednesday! Bloghoppin' here... Hey, I have an interesting tutorial for you that I have written myself. It is about adding Adsense on your Single Post in XML template. I hope you'll like it! God Bless you!
Post a Comment