When we are spiritually rooted in the right place, we have the access to the grace and the truth that will influence all areas of our lives and ministry (Psalm 1).
Thursday, July 31, 2008
31 Juli 2008
When we are spiritually rooted in the right place, we have the access to the grace and the truth that will influence all areas of our lives and ministry (Psalm 1).
Wednesday, July 30, 2008
30 Juli 2008
As believers, we need a spiritual capability (root) to absorb all the elements we need to live strong in Him.
Tuesday, July 29, 2008
29 Juli 2008
Do not run or compromise in times of test and trial, but manifest the faith we have built inside us for it is the only way to victory.
Monday, July 28, 2008
28 Juli 2008
The moment the quality of our spirit is upgraded, we receive a new revelation of His existence that will deepen our fellowship with Him.
Sunday, July 27, 2008
Membangun Hubungan yang Akurat Dengan Bapa Rohani
Tuhan sedang membawa umat Tuhan untuk hidup dalam anugerah. Hanya, ada pola yang Tuhan berikan untuk kita hidup dalam anugerah-Nya. Tuhan selalu memberi anugerah-Nya dalam bentuk seseorang. Ketika kita mengikuti arahannya dan terhubung dengan dia, maka anugerah Tuhan akan bekerja dalam hidup kita. Hubungan dengan bapa rohani adalah jembatan atau daya dorong untuk bekerjanya anugerah dalam hidup kita. Karena itu kita perlu belajar membangun hubungan secara akurat dengannya, agar anugerah dapat bekerja kuat dalam hidup kita.Cara membangun hubungan secara akurat dengan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita:
1. Kita menghidupi setiap ajaran, arahan dan teguran yang diberikannya sampai mendarah daging (menyatu) dalam hidup kita.
Kita harus menyadari, ini bukanlah hubungan yang biasa, tapi hubungan di dalam Roh yang kita bangun. Setiap firman yang disampaikan mengandung ajaran, arahan, dan teguran. Selama ini, khotbah di gereja ada ajaran, tapi tidak ada arahan dan tegurannya. Seharusnya firman harus mengandung ketiga hal ini. Itu sebabnya ketika kita membangun hubungan dengan bapa rohani, kita harus memfokuskan diri dan mengikuti ketiga hal ini. Hubungan itu dibentuk di dalam ajaran, arahan, dan tegurannya. Ketika kita menghidupinya, kita akan menerima anugerah-Nya dan anugerah itu akan mengalir dan terlihat dalam hidup kita oleh sang bapa rohani sehingga hubungan kita akan semakin kuat dengan bapa rohani. Bapa rohani hanya akan melihat anugerah apa yang bekerja dalam hidup kita. Semakin sama anugerah yang bekerja di dalam kita, semakin kita ‘nyambung’ dengan roh bapa rohani kita.
Bapa yang baik punya harapan dan target untuk anak-anaknya. Dan ketika ia ingin agar anaknya mencapai target, maka ia sampaikan ajaran, arahan, dan teguran, dengan maksud agar anak itu mencapai target yang ada di hatinya. Kalau harapan bapa tidak tercapai, otomatis ia kecewa, dan jika ia kecewa maka hubungannya dengan sang anak akan terganggu.
Semua pola pikir, cara melayani, keputusan kita seharusnya mirip dengan bapa rohani. Itu sebabnya Paulus berani mengirim Timotius kepada jemaat karena ia melihat Timotius telah mengikuti ajaran, arahan, dan tegurannya. Itu sebabnya jangan puas sampai semua ajaran, arahan dan tegurannya sampai mendarah daging. Kita harus mendengarkannya berulang-ulang, itu sebabnya perenungan firman sangat diperlukan. Kita harus mendengar ajaran itu dari sudut pandang sang bapa rohani, bukan dari pemahaman kita sendiri. Caranya dengar terus berulang-ulang, baru akan masuk dalam pikiran dan hati kita. Makin lama kita makin mengerti pemahaman yang dimilikinya. Kalau kita memiliki pemahaman yang sama, maka kita akan memiliki kedewasaan yang sama dan keputusan kita akan sama.
Ketika kita menolak ajaran bapa kita, artinya kita menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Ciri-cirinya: akan tumbuh akar pahit dalam hidup kita, akhirnya akan muncul banyak kerusuhan dan kecemaran (Ibr. 12:15). Orang yang hidup dalam anugerah percaya bahwa ia akan mendapatkan apa pun yang ia inginkan kalau memang Tuhan menginginkannya.
Kalau muncul akar pahit, kita pastilah tidak menghidupi ajaran, arahan, dan teguran bapa rohani kita dengan maksimal. Itu sebabnya, tanda-tanda ini harus kita perhatikan sehingga kita tidak terlalu jauh keluar dari kasih karunia itu.
Prinsip: Makin banyak firman yang hidup - makin baik hubungan kita dengannya - makin banyak anugerah yang bekerja dalam diri kita. Jangan anggap enteng dan remeh semua arahan, ajaran, dan tegurannya. Jangan menjadi sama seperi Saul.
2. Kita mempergunakan setiap warisan yang telah diberikannya untuk mewujudkan segala kerinduan yang ada di hatinya.
Ketika sang bapa memberikan warisan, warisan itu diberikan untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dimulainya. Karena itu tidak pada tempatnya jika kita menggunakan anugerah itu untuk keuntungan diri sendiri. Ketika kita menggunakan warisan itu untuk mewujudkan kerinduan hatinya, maka ia akan senang dan hubungan akan semakin akurat. Ketika Saul menerima anugerah/warisan dari Samuel, ia dapat menjadi raja, tapi kemudian ia ditolak Allah karena ia . Ketika kita menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri, kita akan menjauh dari kasih karunia Allah dan ke luar dari anugerahNya.
Anak bungsu menerima warisan dari ayahnya bukan untuk mewujudkan isi hati bapanya, tapi malah menjual warisannya dan berfoya-foya (Luk. 15:11-12). Apa yang terjadi dalam kehidupan anak bungsu? Ia mulai kehilangan seluruh warisannya dan melarat. Kehidupannya turun, dari kaya menjadi miskin, baik secara jasmani maupun rohani. Pertama dia tidak punya makanan, kedua, ia menjadi penjaga babi, ia menjadi selevel dengan babi. Dia sampai mau makan makanan babipun tidak ada yang memberikannya, artinya ia lebih rendah dari babi. Itulah yang terjadi saat kita memakai warisan untuk kepentingan diri sendiri, artinya kita sedang menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Kehidupanmu akan menjadi seperti anak bungsu itu. Pergumulan yang tadinya tidak menjadi pergumulan lagi, muncul lagi karena level kita turun. Prinsip: Setiap level memiliki musuh tersendiri. Jadi kita pergumulan yang dulu pernah kita alami muncul lagi, artinya level kita sudah turun ke level sebelumnya. Jadi jika kita ingin menghindari musuh lamamu, naikkan level kita. Pastikan kita terus naik dan jangan pernah mau turun. Seseorang yang dapat difungsikan sebagai bapa rohani adalah orang yang tidak memiliki agenda pribadi lagi.
Jangan menukar warisanmu dengan semangkok kesenangan sesaat: Esau (Ibr. 12:16-17). Kalau kita telah kehilangan warisan, akan sulit untuk menerimanya kembali. Percabulan dan masalah perut, itu adalah batu sandungan dan kesenangan sesaat. Esau hanya menikmatinya beberapa menit, tapi kehilangan warisan selamanya. Jangan sampai kita meremehkan ini, tapi tingkatkan kewaspadaan terhadap warisan itu. Esau meremehkan hak kesulungan. Sadari betapa berharganya warisan atau harta rohani yang Tuhan berikan (2 Tim 1:13-14).
3. Kita mengabdikan seluruh hidup kita kepadanya dengan kemurnian hati.
Semakin kita mengabdikan hidup kepada bapa rohani, hubungan kita dengannya akan semakin erat dan anugerah bekerja kuat dalam hidup kita, dan sekali waktu kita akan dipromosi dan diangkat Tuhan untuk menjadi anugerah bagi orang-orang lainnya. Jangan mengabdi untuk mengejar upah atau imbalan, karena kalau kita mengikuti Tuhan karena upah, kita akan menjadi yang terakhir (Matius 19:30). Artinya anugerah Tuhan bekerja lebih kuat pada yang datang terakhir daripada yang datang pertama kali. Anugerah Allah yang bekerja pada orang yang mencari upah malah berkurang. Anak sulung mengabdi kepada bapanya, tapi masalahnya sang anak sulung punya agenda pribadi. Ia mengejar penghargaan dari si bapa - Luk. 15:25-31). Tujuan utama Tuhan mengirim seorang bapa rohani diutus Tuhan adalah untuk mengerat segala kedagingan kita karena kedagingan itu yang menghambat Tuhan untuk bekerja melalui hidup kita. Jadi kalau kita mengharapkan penghargaan dari bapa rohani, kita akan konflik batin seperti anak sulung, dan itu tidak pada tempatnya karena bukan itu tujan Tuhan memberikan bapa rohani.. Ciri-cirinya: Ketika orang lain lebih diperhatikan, kita marah. Seringkali kita tidak mengerti alasan mengapa bapa rohani melakukan sesuatu. Kalau kita meresponi seperti anak sulung, kita salah. Anak sulung menjadi yang terakhir karena mengejar penghargaan dan pujian bagi diri sendiri.
Kerjakan setiap tugas yang diberikannya dengan baik dan jangan menginginkan tugas yang tidak diberikannya. Seorang bapa rohani akan memberikan tugas sesuai dengan anugerah yang bekerja di dalam kita, karena Tuhan tidak akan pernah membiarkan anugerah yang bekerja dalam hidup kita itu menganggur. Otomatis ia akan menerima tugas lebih banyak, karena ia lebih banyak menghidupi ajaran, arahan, dan tegurannya. Kalau kita tidak banyak menerima tugas dari bapa rohani, mungkin penyebabnya karena anugerah Tuhan belum bekerja dalam hidup kita dan itu karena kita belum menghidupi ajaran, arahan, dan tegurannya. Jadi percaya saja apa yang dilakukan bapa rohani kita itu baik.
Contohnya Tiga perwira Daud. Mereka adalah orang yang benar-benar ingin mewujudkan kerinduan pemimpinya, Daud (2 Sam. 23:14-17). Mereka berani mati karena cuma ingin mewujudkan keinginan sepele Daud. Sebuah bangsa akan kuat jika memiliki tentara seperti ini. Gereja seharusnya memiliki jemaat seperti ini. Semakin bapa rohani bisa mengikat kita, semakin bapa rohani bisa membawa kita ke altarnya, dan Allah berkenan kepada kita (Kej. 22). Barulah Tuhan bisa menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang menyediakan. Sebelum kita tiba di atas altar, sulit bagi kita untuk mendapatkan pewahyuan tentang Allah yang menyediakan. Bahkan Allah menambahkan janji-Nya kepada Abraham (ayat 18). Titik batas yang membatasi apakah bangsa-bangsa akan mengalami perubahan adalah altar. Semakin banyak umat-Nya dibawa di atas altar, semakin banyak bangsa-bangsa akan diubahkan. Ketaatan satu orang memperkenan hati Tuhan, tapi ketaatan dua orang yang disatukan akan mengubah kehidupan bangsa-bangsa.
27 Juli 2008
Our persistency in using the Rhema Word to upgrade our spirit will bring us to see God's faithfulness to His Word (1 Kor. 9:24-10:13).
Saturday, July 26, 2008
26 Juli 2008
The word of faith will upgrade our lives to be more excellent than the ones who keep speaking negative words (Mal. 3:13-18).
Friday, July 25, 2008
25 Juli 2008
Perkataan dan tindakan orang yang telah mengalami perubahan kualitas roh pasti berbeda. apa yang ia percaya akan dilakukan Tuhan, itulah yang terus ia perkatakan.
The speech and action of a transformed man will always in line with his belief of what God is able to and will do for him.
Thursday, July 24, 2008
24 Juli 2008
The Rhema Word gives us the opportunity to transform the quality of our spirit man. Faith comes when we allow the Word to re-form and change our thought pattern and the dynamics of our spirit, so we have the capacity to overcome every challenge.
Wednesday, July 23, 2008
23 Juli 2008
Our total obedience to follow the instruction of our leader will uproot the problems in our lives, once and forever (2 Kings 4).
Tuesday, July 22, 2008
22 Juli 2008
Our daily habit will always form and effect our lives, both in the workplace and in ministry, thus to deal with the problems that occur in the ministry we need to begin with correcting the person's lifestyle. Every correction is always related to the personality.
Monday, July 21, 2008
Mengapa Memilih Defisit Kalau Bisa surplus?

Bagi Anda yang memiliki gaji ‘kebetulan’ lebih rendah dari John mungkin akan berkata,”Kalau saja aku punya gaji seperti itu, aku pasti cukup bahkan bisa surplus!” Benarkah begitu? Kalau mau tahu, dahulu…, ketika gaji John belum seperti sekarang, iapun pernah berkata,” Seandainya… gajiku naik sampai 3 juta rupiah”. Tapi, setelah ‘seandainya’ itu menjadi kenyataan, John ternyata tetap tidak merasa cukup. Mengapa begitu? Apa masalahnya?
Di bawah ini, saya memberikan beberapa alasan mengapa orang mengalami defisit dan bukan surplus setiap bulannya:
1. Tidak Merencanakan/Mengelola Keuangan Dengan Baik
Banyak orang yang tidak mengelola uangnya dengan baik, sehingga semua uang yang didapat dengan cepat mengalir keluar lagi, bahkan sampai defisit. Mereka memiliki prinsip ‘kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, hari esok ada kesusahannya sendiri-sendiri’. Mereka tidak berusaha untuk merencanakan dan mengontrol pengeluaran. Alhasil, mereka terjebak dalam
Dalam e-book yang berjudul: Hutang…??
Di bagian Pendapatan ada unsur gaji, komisi, insentif, bonus, tunjangan hari raya dan lain-lain. Bagi yang berwiraswata harus memiliki dua pembukuan atau laporan keuangan. Yang pertama adalah untuk bisnis Anda dan yang kedua adalah untuk pribadi Anda. Hal ini sangat penting, karena kalau tidak dipisahkan Anda tidak akan mengetahui berapa besar keuntungan yang Anda terima tiap bulannya. Apabila Anda sudah memisahkan pembukuan usaha dan pribadi, maka unsur-unsur di dalam pembukuan pribadi Anda sama saja seperti seorang karyawan.
Di bagian Pengeluaran ada unsur biaya rutin dan biaya non rutin. Biaya rutin adalah pengeluaran yang sudah pasti nilainya sedangkan biaya non rutin tidak pasti. Masing-masing biaya ada unsur-unsurnya juga. Setelah semua pengeluaran dicatat, maka setiap bulannya Anda akan mengetahui berapa besar uang yang Anda keluarkan, sehingga untuk pengeluaran bulan selanjutnya Anda akan menjadi lebih bijaksana.
Setelah kedua bagian ini Anda catat, maka Anda akan mengetahui dengan pasti berapa banyak surplus atau defisit keuangan Anda tiap bulannya. Kalau sampai defisit, barulah kita cari jalan keluarnya.
2. Tidak Mau Meluangkan Waktu Untuk Mencatat
Inilah alasan kebanyakan dari kita. “Sibuk tahu!”, tidak ada waktu untuk mencatat lalu lintas keuangan setiap hari. Padahal, kalau tidak dikontrol, uang akan terus mengalir seperti air, dan kita terus akan mengalami defisit dan tidak pernah surplus.
Mencatat lalu lintas keuangan setiap hari sebetulnya tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Jika pendapatan atau pengeluaran tidak banyak itemnya hanya memerlukan waktu paling lama 10 menit dan jika itemnya banyak, hanya memerlukan waktu paling lama 20 menit. Yang menjadi masalah seringkali pencatatan tidak dilakukan setiap hari, sehingga memerlukan waktu untuk mengingat-ingat lagi. Ingat!, semakin Anda menunda-nunda untuk mencatat semakin banyak waktu yang diperlukan Anda untuk mencatat dan semakin lama Anda menunda pencatatan, maka rasa malas akan menjadi semakin kuat dan sulit dikalahkan.
Untuk mencegah rasa malas yang timbul dalam hati dan pikiran Anda, tidak ada cara lain selain Anda harus mengubah pola pikir Anda sendiri. Anda harus mulai berkata kepada hati dan pikiran Anda, bahwa Anda harus mencatat, karena kalau tidak mencatat, masalah yang besar sedang menanti Anda. Singkirkan perkataan yang menganggap remeh urusan catat-mencatat ini. Dengan kemauan yang keras dan tekad yang bulat, saya yakin Anda dapat mengubah pola pikir Anda sendiri.
3. Tidak Berpikir Tenang Saat Keuangan Defisit
Seseorang yang membaca e-book Hutang…??
”Mul, e-booknya bagus, tetapi koq saya merasa sepertinya Anda terlalu menyederhanakan masalah.”
Saya hanya menjawab,
”Memang seharusnya masalah yang ada harus disederhanakan, kalau tidak disederhanakan maka masalah tersebut akan menjadi dua kali lipat beratnya.”
Lalu saya lanjutkan,
“Masalah keuangan apalagi kalau defisit dan terjerat hutang itu adalah masalah yang cukup berat dan apabila Anda tidak menyederhanakannya, maka menjadi pusing dua kali.”
Setelah saya jawab seperti itu, orang ini berkata,
“Benar juga yach! Iya dech bagus Mul isinya. Kalau Anda memerlukan tenaga kerja, tolong beritahu saya, saya mau bekerja dengan orang seperti Anda.”
Saya hanya tersenyum saja melihat reaksinya.
Beberapa orang yang terjerat hutang membeli e-book tersebut dan sebelum membaca e-booknya terlebih dahulu bertanya dengan pertanyaan yang sama dilontarkan kepada saya, “Kalau hutangnya besar bagaimana?”, “Kalau hutangnya bukan pada Bank bagaimana?” Saya hanya menjawab,” Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah tenang dan jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah. Baca e-book tersebut lebih dahulu dan pelajari solusi yang diberikan dalam e-book tersebut.”
Mereka menjawab dengan jawaban yang sama pula, “Betul juga yach, selama ini saya pusing karena memikirkan kapan hutang saya bisa lunas sehingga tambah pusing kepala. Sekarang saya mengerti apa yang harus saya lakukan.”
Hati saya sangat senang apabila orang-orang yang bertanya kepada saya dapat menemukan jalan keluar dalam masalah keuangannya. Demikian juga dengan Anda, apabila memiliki masalah, janganlah memperberat masalah yang ada dengan kepanikan yang Anda buat sendiri. Ingatlah kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah tetapi bahkan memperberat masalah Anda. Bersikaplah tenang dan mulai merencanakan keuangan Anda serta mengelolanya dengan baik.
Di dalam e-book “Hutang…??
Yang sudah mengalami surplus keuangan setiap bulannya, akan menambah surplusnya, sehingga makin banyak lagi uang yang dapat ditabung.
Bagi Anda yang mengalami defisit keuangan setiap bulannya, percayalah saat Anda mulai merencanakan dan mengelola keuangan Anda dengan baik, tidak lama kemudian Anda akan mengalami surplus keuangan.
Dan bagi Anda yang terjerat dengan hutang, jika Anda merencanakan dan mengelola uang Anda dengan baik, maka cepat atau lambat hutang Anda akan lunas dan Anda akan mulai dapat menikmati kehidupan keuangan Anda dengan surplus setiap bulannya.
Bila Anda ingin mengatur keuangan dengan lebih jelas lagi, anda dapat membaca e-book Hutang…??
Oleh : Mulyono Zakaria, SE, RFA
21 Juli 2008
Capacity enlargement may require guidance from a more experienced erson and at the same time, the patience from that person to teach and to guide the learners.
Sunday, July 20, 2008
SERI PEMBAPAAN ROHANI
HIDUP DALAM ANUGERAH
MEMBANGUN HUBUNGAN YANG AKURAT DENGAN BAPA ROHANI
Tuhan sedang membawa umat Tuhan untuk hidup dalam anugerah. Hanya, ada pola yang Tuhan berikan untuk kita hidup dalam anugerah-Nya. Tuhan selalu memberi anugerah-Nya dalam bentuk seseorang. Ketika kita mengikuti arahannya dan terhubung dengan dia, maka anugerah Tuhan akan bekerja dalam hidup kita. Hubungan dengan bapa rohani adalah jembatan atau daya dorong untuk bekerjanya anugerah dalam hidup kita. Karena itu kita perlu belajar membangun hubungan secara akurat dengannya, agar anugerah dapat bekerja kuat dalam hidup kita.
TUJUAN PEMBENTUKAN BAPA ROHANI
Alkitab berkata bahwa Malaikat perjanjian yang kita nantikan akan datang dengan mendadak, ini menggambarkan Tuhan akan datang dengan penggenapan janji-Nya. Cara kedatangan malaikat ini adalah dengan tiba-tiba, itu sebabnya kita harus mempersiapkan diri. Ketika hari itu tiba, ia akan datang sebagai api tukang pemurni logam dan sabun tukang penatu. Setiap orang yang telah terhubung dengan ikatan janji dengan Tuhan tidak boleh hidup dalam kekotoran lagi, tapi harus hidup dalam kebenaran saja. Itu sebabnya Tuhan ingin membersihkan umat Tuhan. Alkitab berkata kalau Tuhan melakukan itu, tidak akan ada yang tahan kecuali jika ia terbuat dari bahan emas, perak, dan batu pertama. Penting sekali kita melihat apakah kita telah membangun bahan-bahan kerohanian sesuai dengan bahan yang Tuhan tetapkan.
HIDUP DALAM ANUGERAH
Untuk memasuki hari Tuhan, kita harus memasuki sebuah proses, yaitu proses pembapaan yang benar, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang kudus, imamat yang rajani. Dengan mengikuti proses ini, kita akan dapat hidup dalam anugerah. Selama ini banyak orang Kristen hidup di luar anugerah Tuhan, itu sebabnya hidup mereka penuh dengan pergumulan, padahal jika kita hidup dalam anugerah, kita akan hidup bebas dari pergumulan. Kegoncangan boleh terjadi di sekeliling kita, tapi karena kita hidup dalam anugerah (kerajaan yang tak tergoncangkan), kita akan tetap berdiri teguh.Tuhan sedang memanggil orang-orang percaya untuk masuk dan hidup dalam anugerah-Nya. Dalam konteks Pembapaan untuk hidup dalam anugerah kita perlu mengerti prinsip-prinsip ini:
1. Ketika Tuhan memberikan anugerahNya, seringkali Dia memberikan anugerah itu dalam bentuk seseorang, bukan sesuatu.
Selama ini ketika kita meminta angerah Tuhan, kita selalu menganggap anugerah itu sesuatu atau benda. Padahal Tuhan ingin anugerah itu diberikan sekali untuk selamanya. Kalau anugerah itu dalam bentuk sesuatu, maka anugerah itu akan sekali saja. Ketika kita ada di bawah pengayoman seseorang, kita akan mengalami anugerah itu selamanya. Contohnya ketika Umat Tuhan diperbudak di Mesir, mereka meminta pertolongan Tuhan. Kalau Tuhan memberikan anugerah pembebasan saja, maka siapa yang akan memimpin dan menuntun mereka selanjutnya. Itu sebabnya Tuhan membentuk Musa dan difungsikan sebagai anugerah bagi bangsa
Sama halnya ketika bangsa
Pada jaman Ester, bangsa
2. Anugerah mengalir melalui ajaran, arahan dan teguran yang diberikan oleh orang tersebut.
Bagaimana prosesnya anugerah itu bisa mengalir? Anugerah Tuhan mengalir melalui Firman: ajaran, arahan, teguran (Amsal 6:20-23). Seorang bapa rohani dapat difungsikan sebagai anugerah. Ketika kita mengikuti bapa rohani ini, maka ia mengalirkan anugerah Tuhan melalui ajaran, arahan, dan teguran. Itu sebabnya ketika kita menghidupi seluruh ajaran, arahan, dan tegurannya, maka artinya kita hidup di bawah anugerah 100 persen. Jika kita menghidupinya 50 persen, maka kita hidup di bawah anugerah hanya 50 persen saja. Karena itu cek hidup kita, berapa persen ajaran, arahan, dan teguran yang sudah hidup dalam diri kita karena itu akan mempengaruhi anugerah yang bekerja dalam hidup itu. Kalau kita ingin meningkatkan anugerah dalam hidup kita, maka kita harus menghidupi seluruh ajaran, arahan, dan tegurannya. Ketika kita menghidupi ajaran, arahan, dan teguran dari bapa kita maka Amsal 6:22 akan digenapi dalam hidup kita, kita memiliki pelita, cahaya, dan jalan kehidupan dalam hidup kita (ayat 23). Selama ini yang membuat orang Kristen sulit menemukan arah dalam hidup mereka adalah karena mereka tidak hidup dalam pola pembapaan. Gereja sekarang ini hanya memberikan ajaran (hanya ada cahaya, tapi tidak ada pelita dan jalan kehidupan), tapi arahan dan teguran tidak. Kalau ada cahaya tapi tanpa pelita, maka cahaya itu tidak akan bertahan lama. Tapi kalau pola pembapaan pasti memberikan ajaran, arahan, dan teguran. Jadi kita sebagai anak rohani harus mau diajar, diarahkan, dan ditegur.
Contoh: Saul (I Sam. 15:1-30). Samuel adalah anugerah Tuhan atas hidup Saul. Selama Saul selalu mengikuti arahan Samuel, Saul tetap menjadi raja karena Saul menjadi raja karena anugerah yang mengalir dari hidup Saul (ayat 1). Samuel memberikan arahan yang jelas kepada Saul mengenai orang Amalek (ayat 2-3). Saul melaksanakan apa yang diperintahkan Samuel (ayat 4-5). Sampai di sini, Saul menerima anugerah Tuhan dan pasti menang karena ada anugerah. Tapi Agag, raja orang Amalek ditangkapnya hidup-hidup dan beberapa hewan (ayat 8). Di ayat ini Saul tidak melaksanakan arahan Samuel. Saul adalah orang yang suka meremehkan dan memelintir arahan. Dalam konteks pembapaan, kita sama sekali tidak boleh memelintir ajaran yang diberikan.
Dia pikir Samuel tidak tahu. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari bapa rohani, karena walaupun Samuel tidak tahu, Allah yang memberitahu (ayat 10). Kalaupun kita tidak memberitahu kesalahan kita, Tuhan yang akan memberitahu. Saul menyembunyikan ini karena ia tahu kalau Samuel tahu, ia pasti ditegur.
Prinsip: Apa pun yang kita sembunyikan dari bapa rohani kita karena takut dikoreksi adalah sarang iblis. Itu yang kita sebut sebagai privacy. Jangan simpan sarang iblis dalam hidup kita. Kalau kita terus menyimpannya, kita akan terus berada dalam kesalahan itu. Iblis akan dengan mudah menggocoh kita di area yang disembunyikan itu.
Kalau seorang bapa rohani memberikan arahan, dan anaknya memelintir arahan tersebut, ia akan merasa sakit dalam hatinya (ayat 11). Saul secara tidak sadar telah menyakiti hati Samuel, tanpa Saul sadari, Samuel berseru semalam-malamnya untuk Saul. Lalu Saul berbohong kepada Samuel (ayat 12). Saul hanya melaksanakan sebagian arahan. Pastikan kita melaksanakan arahan dengan akurat (100 persen). Lihatlah dari sudut pandang Tuhan jika kita ingin menilai apakah kita sudah melaksanakan arahan dengan akurat.
Orang yang suka menganggap remeh dan memelintir arahan, suka membuat alasan untuk memelintir arahan berikutnya, dan alasannya seringkali terlihat rohani dan memakai nama orang lain, dan kata kuncinya adalah “habisnya begini sih, habisnya begitu sih,” lalu membuat alasan yang dibuat-buat (ayat 13). Orang yang suka memelintir arahan biasanya tidak merasa bersalah, ini berbahaya. Seharusnya orang yang membuat kesalahan harus merasa bersalah, itu baru normal. Jangan malah membuat dalih (ayat 14).
Bagi Tuhan, kalau kita memelintir arahan dan melakukannya hanya 50 persen, itu artinya kejahatan di mata Tuhan. Artinya kita membawa kehendak kita sendiri dalam melaksanakan arahan Tuhan karena artinya kita sedang memanfaatkan anugerah Tuhan itu untuk kepentingan kita sendiri.
Lalu Saul membuat alasan rohani untuk menutupi kesalahannya (ayat 20). Tuhan melihat ke hati kita, bukan alasan kita. Anehnya, Saul terus-menerus menjawab Samuel. Ketika kita terus-menerus mendebat bapa rohani kita, artinya ada akar pemberontakan dalam hati kita. Saul seperti itu, ia terus mendebat Samuel (ayat 20).
Bagi Tuhan Saul telah menolak Firman, dan artinya Saul telah menolak Tuhan. Tuhan jauh lebih menghargai ketaatan kita, daripada korban kita. Kalau kita mempersembahkan korban karena ketaatan, korban itu akan diterima. Kalau kita berkorban tapi tidak taat, itu akan ditolak Tuhan. Kita harus menjunjung tinggi ketaatan daripada korban karena orang yang taat pasti suka berkorban (ayat 22-23). Herannya, Saul tetap mendebat Samuel. Saul beralasan ia ditekan. Bagi Tuhan, dosa harus diakui, tidak boleh ada alasan, walaupun ditekan sekalipun. Saul mengaku dosa tapi melempar dosanya kepada bangsa
Di ayat 25-27 Saul marah, ia takut kehilangan Samuel karena ia tahu akan kehilangan anugerah. Setinggi-tingginya jabatan sang anak, ia tetap anak, jadi tidak mungkin menyuruh bapa kita menghormati kita (ayat 30). Sejak itu hubungan Saul rusak dengan Samuel, dan itulah saat dimulainya kehancuran Saul. Jangan sampai kita sama seperti Saul. Dalam proses pembapaan, masalah hati adalah yang terpenting. Jangan sampai ketika kita telah dipromosi Tuhan, kita mulai ‘belagu’ dengan bapa rohani kita dan mulai memelintir arahan Tuhan. Ketika kita menerima arahan dari bapa rohani, pastikan kita mengerjakannya seakurat mungkin. Di dalam arahan ada anugerah, karena itu kita pasti akan terus berkemenangan.
3. Hubungan yang akurat yang kita bangun dengan orang tersebut adalah jembatan atau daya dorong untuk bekerjanya anugerah dalam hidup kita.
Ketika Saul memutuskan hubungan dengan Samuel, dia kehilangan anugerahNya. Saul lupa, Samuellah yang menjadi sumber anugerahnya. Ketika Saul memutuskan hubungan dengan Samuel, sejak itulah Saul mulai hidup di luar anugerah Tuhan. Pasal-pasal selanjutnya menceritakan Saul kehilangan arah dan ketika berperang, ia bingung karena tidak ada arahan lalu pergi ke dukun demi untuk mendapatkan arahan, sekalipun bukan dari Tuhan.
Mungkin awal-awal putusnya hubungan, Saul masih merasa mampu berdiri sendiri. Sama seperti kipas angin yang dicolok ke listrik, kipas menyala. Ketika stop kontak dicabut, kipas masih berputar, tapi pada waktunya kipas itu akan berhenti berputar. Karena itu jangan pernah lupa siapa yang menjadi sumber anugerah dalam hidup kita. Jangan biasakan diri berdebat dengannya, karena itu adalah akar pemberontakan, dan pemberontakan itu sama seperti dosa bertenung.
Biasanya ketika kita dalam pendisiplinan, kita merasa ingin pergi, dan ketika kita memutuskan hubungan, maka kita kehilangan anugerahnya (Ibrani 12:15). Ayat 15 adalah konteks dari ayat 5-11 di mana seseorang sedang ada dalam proses pendisiplinan. Orang yang hidup dalam anugerah tidak akan ada akar pahit. Akar pahit akan membuat kita rusuh (pusing), punya perasaan gelisah dan maunya marah-marah. Hidup kita menjadi tidak tenang. Apa saja bisa membuat kita goncang. Masalah kecil saja dapat membuat kita berantakan. Akar pahit itu juga akan memunculkan kecemaran. Artinya kita melakukan sesuatu yang kita tahu salah, tapi kita tidak punya kekuatan untuk melawannya dan malah melakukannya.
Bangun hubungan yang baik dengan bapa rohani kita, jangan sampai ada gap. Jangan juga sampai membenci bapa kita. Hidupi ajaran, arahan, dan tegurannya, maka kita akan hidup dalam anugerah-Nya. Hidup kita menjadi aman dan terlindungi. Anugerah membuat kita dapat mengerjakan apa yang tadinya tidak bisa kita lakukan. Tapi jangan pernah memanfaatkan anugerah demi kepentingan diri sendiri, karena anugerah diberikan untuk kepentingan Kerajaan Allah. Biarlah semua hasil yang kita terima kita berikan kepada Kerajaan Allah.
By Sonny Zakaria
He is the pastor of Cempaka Putih Assembly of God in
20 Juli 2008
Our positive response to every negative attitude and action that comes from others will result in our capacity enlargement (Neh 4.).
Saturday, July 19, 2008
Massive Link Explosions
*Start Copy Here*
These are are the rules.
- Copy from *Start Copy Here* through *End Copy Here*
- Post everything using the title "Massive Link Explosions"
- Promote the “Men’s Health Banner” & put the banner to your site.
- Let me know your blog’s name and url by leaving me a comment HERE. I will add you to the master list. (If you would like a scroll box code, you can copy it here below the end copy here.
- To ensure everyone receives equal link benefit, please UPDATE your list regularly! This process will allow late-comers to get as much link benefit as the first ones in. Once you are on the master list people who have participated earlier will update their bookmarks and help everyone lower than them out on the list.
- Next contact as many friends who aren't on the list and get them to join. The more the better. I am aiming at 5,000 group members, but I'm confident we can find more than that. My secret goal is 10,000 group members, can you imagine what that will do to all our sites ranking?
1-Men’s Health and Tips 2-English Corner 3-English Grammar 4-Bodybuilding & Fitness 5-Everything you need and much more 6-One Stop Games 7-Blockbuster Movie Trailers 8-Voice Of The Spirit 9-Bodybuilding & Human Growth Hormone 10-Best Cuisine Recipes 11-World of Tennis 12-Luxurious Retreats 13-Internet Marketing Strategy & Tips 14-Latest Technology 15-Tentang Binaraga 16-Berita Seputar Selebriti 17-Panduan Kesehatan 18-Insurance For You 19-The New Survey Experience 20-Kumpul Blogger 21-Upload, Share, and Earn 22-Share A Picture 23-Total Fitness 24-Social Networking 25-Belajar Internet 26-Duit Mudah 27-Click Cash 28-Blog Rush 29-Make Money 30-My Diary 31-Latest MotoGP News 32-Everything You Need 33-Bodybuilding 101 34-MotoGP Freak 35-The Winning Family 36-Unlimited backlinks 37-My Room 38-My Privacy 39-Share Everything 40-Hutang No Way, Uang No Problem 41-Pojok Anak-anak
*End Copy Here*
19 Juli 2008
In a training process, time management is the key to enlarging our capacity.
Friday, July 18, 2008
18 Juli 2008
To have a weakness is normal but it becomes abnormal if we choose to overlook our weakness and deal with it.
Thursday, July 17, 2008
17 Juli 2008
People of persistence and willingness to learn will always find the way out of every problem they face.
Wednesday, July 16, 2008
16 Juli 2008
Our sincerity in a trial will help us make use of every correction to enlarge our capacity.
Tuesday, July 15, 2008
14 Juli 2008
Those who are continually overwhelmed by the presence of God will never have a quitting mentality in the midst of trials (1 Sam. 17).
PEMBAPAAN ROHANI

Mengapa ada banyak orang Kristen yang merasa hidup yang lama lebih baik dari hidup di dalam Tuhan? Itu karena mereka melihat orang-orang yang tidak hidup di dalam Tuhan hidupnya lebih enak daripada mereka. Mereka merasa hidup mereka terkungkung dalam kebenaran. Padahal Tuhan telah menyiapkan hari di mana orang benar akan dibangkitkan. Pertanyaannya, kapan hari itu tiba?
Tuhan sudah mendesain sesuatu. Sebelum hari itu tiba, Tuhan harus mengutus nabi Elia menjelang hari itu. Artinya hari Tuhan itu harus dipersiapkan. Itu sebabnya Tuhan harus mengutus seseorang untuk mempersiapkannya.
Ketika seorang benar mau hidup dalam hari Tuhan itu, harus ada sesuatu yang terjadi. Tuhan harus mengutus seseorang bernama Elia untuk mempersiapkan jalan untuk semua orang percaya berada dalam proses pembapaan rohani karena rupanya inilah pola yang Tuhan miliki untuk orang benar dibangkitkan. Tapi untuk orang percaya bisa masuk proses pembapaan, artinya Tuhan harus membangkitkan bapa rohani yang punya hati untuk membimbing anak rohani (Mal. 4:6).
Hati bapa adalah hati yang mau mengarahkan, hati anak adalah hati yang mau diarahkan. Hati bapa adalah hati yang mau mengoreksi segala yang masih salah dalam diri anaknya. Hati anak adalah hati yang mau dikoreksi oleh bapanya. Hati bapa adalah hati yang selalu mau mewariskan kekayaan rohani kepada anak-anaknya. Hati anak adalah hati yang merindukan kekayaan rohani itu.
Kalau proses pembapaan rohani terjadi, maka ‘hari Tuhan’ itu akan terjadi. Hari Tuhan itu berbeda bagi masing-masing orang. Kalau dalam sebuah gereja lokal ada proses pembapaan, maka tidak lama lagi akan terjadi hari Tuhan di gereja lokal itu. Di hari itu kita akan bebas dari pergumulan, masalah memang selalu ada, tapi tidak perlu bergumul lagi untuk menang. Kita hanya perlu bergumul dengan firman. ‘Hari Tuhan’ akan membebaskan semua jemaat Tuhan dari pergumulan dan hidup dalam kemuliaan-Nya.
Mengapa untuk hari Tuhan kita harus memasuki proses pembapaan? Karena tanpa proses itu, maka orang percaya akan terkena hukuman di hari itu, karena hanya sedikit orang saja yang hidup dalam kebenaran.
Dalam Yesaya 61:1-3, Tuhan memberikan pola pembapaan. Inilah pola Tuhan Ketika Tuhan ingin membangkitkan gereja-Nya, Tuhan bekerja dalam kehidupan seseorang, Tuhan membentuk orang ini sampai orang itu bisa berkata, “Roh Tuhan ada padaku.” Setelah itu orang itu mulai diutus untuk menyampaikan kebenaran yang telah ia hidupi kepada orang-orang yang tertawan untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan (Yobel – Tahun pembebasan).
Setelah orang itu dibangkitkan oleh Tuhan, maka mereka (anak-anak rohani itu) akan mulai mengalami perubahan (ayat 3). Orang-orang di luar
Jadi polanya: Aku – mereka – bangsa-bangsa. Pola yang sama ada pada Yesaya 60. Kita sebagai gereja Tuhan sedang dibawa untuk membentuk bangsa yang kudus karena itulah yang dirindukan Tuhan dari dulu.
By Sonny Zakaria
He is the pastor of Cempaka Putih Assembly of God in Indonesia. God has raised him to bring fire to all the churches and raise people of God so that they can rise up to impact the cities and influence the nations, to bring His people to enter their Promised Land and to bring the Kingdom of God wherever they go. Visit his site at www.winningfamily.blogspot.com
13 Juli 2008
The moment we lose God-consciousness in our lives we are vulnerable to all kinds of strives and inner conflicts. Only explicit repentance and our pursuit of His presence every day will restore our life (1 Sam. 18:6-29, Kej. 4).
Saturday, July 12, 2008
12 Juli 2008
When the level of God-consciousness in someone's life is digressing or left unguarded, he is vulnerable to all kinds of the earthly corruption (1 Sam. 16:14)
Friday, July 11, 2008
11 Juli 2008
Disobedience and rebellion to the Word will corrupt the dimension of God-consciousness in our lives (1 Sam. 15).
Thursday, July 10, 2008
10 Juli 2008
The level of God-consciousness in our life will develop strength to face all kinds of strife and challenge (1 Sam. 13).
Wednesday, July 9, 2008
Magic Lamp Tag
My blog buddies, The mighty Genie King and the beautiful Genie Princess have tagged me for this Magic Lamp of Luck tag. I am passing it on tho every visitors of this blog. Cheers!
* Start Copy Here*
- Add your site(s) to the list once you have received the Magic Lamp of Luck.
- Pass on the Magic Lamp of Luck to as many people as you like. After all, everyone needs some good luck!
- Leave a comment HERE once you’ve passed on the Magic Lamp of Luck. Once the Genie King and Genie Princess have visited your site to make sure your links are complete and proper, you will then be added to the Master List.
- To ensure everyone receives equal link benefit, please UPDATE your list regularly!
*End Copy Here*
9 Juli 2008
The revelation that we receive from God about Himm will give us the understanding of who we are in Him.
Tuesday, July 8, 2008
8 Juni 2008
A man who seeks to be recognized in ministry will tend to manipulate the gifts of the Spirit to earn public recognition. However, the gifts of the Spirit is not a good foundation for a man to build his self-esteem but the knowledge of God is.
Monday, July 7, 2008
7 Juli 2008
Divine love in ministry will bring divine synergy from men and women of God in building the church (Act 11).
Sunday, July 6, 2008
TUJUAN ILAHI DARI KEGONCANGAN
Inilah tujuan ilahi dari kegoncangan, sehingga ketika itu terjadi kita telah siap untuk menyelesaikan tugas ilahi ketika kegoncangan itu terjadi.:
1. Tuhan memakai kegoncangan untuk meneguhkan apa yang telah Dia katakan/lakukan melalui pemimpin rohani agar jemaat dapat mempercayai pemimpin rohani sepenuhnya (Kel. 19:9).
Kegoncangan pertama terjadi pada zaman bangsa Israel. Tuhan datang dengan guntur dan halilintar. Apa tujuannya? Agar bangsa Israel bisa mendengar apa yang Tuhan katakan kepada Musa. Tujuannya Tuhan ingin meneguhkan apa yang dikatakan-Nya kepada sang pemimpin sehingga jemaat dapat memercayai pemimpin dan menyerahkan hidupnya kepada pemimpin.
Ex.: Ishak (Kej. 26), waktu itu terjadi kelaparan besar, tapi Ishak lolos dari kelaparan karena Ia diberkati Tuhan. Ketika ia lolos dari kelaparan, ia menerima kenyataan bahwa Tuhan adalah Allah yang menyediakan. Penyingkapan Tuhan adalah Allah yang menyediakan sebenarnya dinyatakan kepada Abraham, tapi Ishak ikut menerimanya karena ia terlibat di dalamnya. Pada waktu itu Allah hanya menyediakan seekor domba, karena itu Ishak belum begitu paham mengenai penyingkapan itu. Abraham menurunkan pewahyuan yang ia terima dari Tuhan kepada Ishak. Ishak menerimanya tapi belum termeterai sepenuhnya karena belum pernah mengalami sendiri. Ketika terjadi kelaparan, Tuhan sendiri datang dan menyatakan apa yang Ia katakan kepada Abraham, kepada Ishak. Ishak mengalami sendiri apa yang Abraham ajarkan, bahwa Tuhan adalah Allah yang menyediakan. Dari situ Ishak belajar, berarti apa yang dulu bapaku lakukan, itu benar. Karena kalau tidak ada pasal 22, Ishak tidak akan mengalami pasal 26. Jadi tujuan kegoncangan itu adalah agar setiap jemaat bisa melihat bahwa apa yang Allah katakan kepada pemimpin itu benar sehingga mereka mau memercayakan hidup mereka kepada pemimpinnya. Agar jemaat dapat mengalami realita Kristus (Ibr. 13:8-7). Realita Kristus yang tidak pernah berubah tidak akan dialami oleh jemaat kalau hanya mau ayat 8. Ayat 8 akan terjadi ketika ayat 7 terjadi. Maksudnya pikiran kita harus tertuju pada pemimpin kita, yaitu firman yang disampaikan pemimpin dan perhatikan cara mereka hidup, bagaimana cara mereka mengakhiri hidupnya. Pelajari cara dia menerima firman, menyampaikan firman supaya kita bisa mencangkok firman, kehidupan dan iman yang ia terima dari Tuhan. Setelah kita mencangkok semua itu barulah kita bisa mengalami realita Kristus yang tidak pernah berubah dahulu sekarang sampai selama-lamanya.
Abraham mau mempersembahkan Ishak. tujuannya - bisa dibawa ke atas altar - tujuannya bangsa-bangsa. Ketika pasal 12 tidak ada janji tentang bangsa-bangsa, tapi setelah ketaatan itu (pasal 22), Allah menambahkan bangsa-bangsa dalam janji-Nya kepada Abraham.
2. Kegoncangan akan menjadi ajang bagi Tuhan untuk memperlihatkan umatNya yang tak tergoncangkan kepada dunia ini (Ibr. 12:26-28).
Ex.: Ishak - Kej. 26:26-30. Allah ingin menunjukkan ke seluruh Gerar bahwa inilah umat-Nya yang tidak tergoncangkan. Oang-orang Gerar yang selama ini membenci Ishak, ketika kegoncangan muncul dan Ishak menjadi satu-satunya orang yang tidak tergoncangkan, mau mengikat perjanjian. Ketika Allah memunculkan kegoncangan, Allah akan memunculkan umat-Nya yang tidak tergoncangkan. Orang dunia yang selama ini membenci gereja akan mau mengikat perjanjian dengan kita karena mereka tahu kita diberkati Tuhan dan mereka takut kepada Tuhan. Akan tiba waktunya orang-orang membenci kita karena kita hidup dalam kebenaran akan datang mengakui bahwa mereka salah dan kita benar. Ketika kegoncangan itu datang, kita seharusnya tidak tergoncangkan. Dan saat itu kita akan mengerti bahwa apa yang dikatakan pemimpin kita benar dan Tuhan mulai memunculkan kita untuk menjadi contoh bahwa orang-orang yang hidup dalam Kerajaan-Nya tidak akan tergoncangkan.
3. Kegoncangan akan menjadi momentum yang Tuhan pakai untuk memunculkan dan memeteraikan orang-orang pilihan-Nya (Hagai 2:21-24).
Yusuf adalah orang-orang yang telah dipersiapkan, diperlengkapi, dan diproses oleh Tuhan. Setelah Yusuf terbukti telah taat, ia memunculkan kegoncangan dengan kelaparan di Mesir. Hal yang sama terjadi pada Daud. Allah telah mempersiapkan dia. Tuhan munculkan Goliat untuk mengintimidasi Israel. Di situlah saatnya Allah memunculkan Daud. Tuhan akan mempersiapkan kita sehingga kita dapat dimunculkan kepada dunia. Biarkan Tuhan memproses hidupmu. Serahkan hidupmu ke dalam tangan-Nya.
4. Melalui kegoncangan yang ada Tuhan akan memindahkan kekayaan bangsa-bangsa ke dalam rumah Tuhan (Hagai 2:7-10).
Tuhan telah menetapkan satu hal: rumah Tuhan harus lebih megah dari yang terdahulu. Tapi ini tidak berbicara mengenai bangunan fisik, tapi ini berbicara mengenai kita sebagai rumah Tuhan harus menunjukkan kemegahan Tuhan. Semua ini membutuhkan dana. Butuh dana yang besar untuk membangun tentara Allah. Tuhan akan menggoncangkan bumi agar kekayaan bangsa-bangsa pindah ke dalam rumah Tuhan, tujuannya: untuk membangun rumah Tuhan. Jadi, bagi kita krisis adalah kesempatan. Kita harus memiliki sudut pandang baru. Ketika krisis datang, itu adalah kesempatan untuk menarik kekayaan bangsa-bangsa, untuk memunculkan umat Tuhan. Hal terbaik yang dapat kita persiapkan adalah hati kita, karena sebagian besar masalah muncul dari hati. Jauhkan hati yang tamak karena Tuhan tidak mau memercayakan harta-Nya kepada orang yang egois. Tuhan hanya mau memercayakan harta-Nya kepada orang-orang yang mau membangun kerajaan Allah. Pastikan hati bersih, tulus dan punya kecenderungan pada kebenaran. Ketika kita berbisnis, lakukan dengan hati yang tulus, bukan dengan motivasi ketamakan. Bekerjalah seolah-olah kita bekerja bagi Tuhan, dan janganlah mengejar upah karena orang yang mengejar upah akan menjadi yang terakhir (Matius 19:27-30). Maksud Yesus adalah memang pasti ada upah jika kita mengikut Tuhan, tapi jika kita mengikut Tuhan karena upah, maka yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.
Kesimpulan:
Tuhan akan membuat perbedaan antara umat-Nya dengan dunia ini: Tuhan membuat kegoncangan di Mesir dengan berbagai tulah. Semua tulah itu ditujukan dengan tujuan di atas (Keluaran 8:20-31). Tuhan membuat kegoncangan, tapi umat-Nya tidak mengalami kegoncangan. Tuhan mengirim penyakit sampar pada ternak, tapi Tuhan membuat perbedaan di mana ternak umat Tuhan tidak terkena (9:4). Tuhan menurunkan hujan es dan api yang berkilat-kilat di negeri Mesir, tapi semua itu tidak menyerang bangsa Israel (9:22-26). Tujuannya tulah-tulah itu adalah agar seluruh umat Israel semakin percaya kepada Musa dan memercayakan hidup mereka sehingga Musa bisa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Itu sebabnya Tuhan perlu membuat kegoncangan agar umat Israel percaya bahwa apa yang dikatakan Musa adalah firman yang berasal dari Tuhan. Di tengah kegoncangan itu Tuhan memperlihatkan kepada Mesir perbedaan yang dibuat-Nya atas umat-Nya, sekaligus memunculkan dan memeteraikan Musa sebagai utusan Tuhan. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka membawa banyak harta milik orang Mesir (Kel. 12:35-38). Tuhan memindahkan harta orang Mesir kepada Israel. Akan tiba waktunya kita akan memiliki otoritas untuk “merampasi” harta orang fasik ke dalam rumah Tuhan. Semua harta yang dirampas orang Israel tujuannya adalah untuk membangun rumah Tuhan. Sama halnya, akan tiba waktunya harta yang dipindahkan kepada kita akan dipakai untuk membangun rumah Tuhan. Waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, ada banyak bangsa yang mengikuti bangsa Israel, semua itu terjadi karena mereka melihat bangsa Israel disertai Tuhan (12:38).
By Sonny Zakaria
He is the pastor of Cempaka Putih Assembly of God in Indonesia. God has raised him to bring fire to all the churches and raise people of God so that they can rise up to impact the cities and influence the nations, to bring His people to enter their Promised Land and to bring the Kingdom of God wherever they go. Visit his site at www.winningfamily.blogspot.com
TechnoFav Train
Start copy
Hi everyone! In the interests of friendship and promoting our blogs, the purpose of this tag train is to add all the blogs on this list to your Technorati favorites list. In return, everyone else will add you to their Technorati favorites list.
- Go to http://technorati.com/faves/yourblogurl (replace yourblogurl with your Technorati id.)
- Add each and every blog URL on this list as a favorite. Don't worry about Tags as it would take too much time. Click "Add".
- Then copy everything between and including Start copy and End copy.
- Paste it into a new blog post in "Compose" mode so all the links are preserved.
- Add your blog's URL to the end of the list. If you intend to submit multiple blogs then put this list on all your blogs please to be fair to everyone else.
- Post everything using the title "TechnoFav Train"
- Next contact 5 friends who aren't on the list and get them to join. The more the better. I am aiming at 1,000 group members, but I'm confident we can find more than that. My secret goal is 5,000 group members and those of you who know me are aware of my promotional persistence. Can you imagine what that will do to all our Technorati rankings?
- Leave the URL of your post here as a comment and your blog will be updated on the masterlist.
- Once a week, return to the masterlist and copy it over the list on your blog post.
- Add the new blog URLs to your favorites. This last step is important because if you don't add new blogs to your favorites list, then those new blogs will end up removing you from their favorites list and then nobody wins.
- Finally, increased Technorati ranking to all!
http://dji-adsense.blogspot.com/
http://harley-davidson-apparel.blogspot.com/
http://masteringmenjaro.blogspot.com/
http://www.computersolution.co.cc/
http://unleashgames.blogspot.com/
http://www.betterthanezrah.org/
http://www.betterthanezrah.com/
http://pierrezrah.blogspot.com/
http://www.mariuca.blogspot.com/
http://danzyworld.blogspot.com/
http://solo-flight.blogspot.com/
http://iam-maimai.blogspot.com/
http://blacknickel.blogspot.com/
http://expressforfree.blogspot.com/
http://dumbiryani.blogspot.com/
End copy
6 Juli 2008
Those who walk in divine love will have spiritual maturity and stature; they are not affected by public opinion and action.
Saturday, July 5, 2008
6 Juni 2008
Inequality or discrimination in ministry towards people who walk in divine love will never be an issue because: "God knows those who are His."
Friday, July 4, 2008
The Passion of Jim Caviezel
Jim Caviezel adalah seorang aktor biasa dengan peran-peran kecil dalam film-film yang juga tidak besar. Peran terbaik yang pernah dimilikinya (sebelum The Passion) adalah sebuah film perang yang berjudul “The Thin Red Line”. Itupun hanya salah satu peran dari begitu banyak actor besar yang berperan dalam film kolosal itu.Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.
“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.
Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. Kata suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?”, Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara
Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film-film lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu. Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood.
Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di
Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?” Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red Line”. Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!
Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan. Pertanyaan-pertanya an tersebut membingungkan saya, karena begitu banya referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.
Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya.
Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.
Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran munkin menjadi jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.
Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.
Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya. Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi.
Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan. Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.
Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan.
Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu.
Saya berkata pada Mel, saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini. Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.
Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm. Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan ditanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan.
Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung di atas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.
Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia.
Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwaNya.
Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung di atas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung di atas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar.
Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang (setan tidak senang dengan adanya pembuatan film seperti ini). Dan sayapun tidak sadarkan diri.
Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak “dia sadar! dia sadar!” (dalam kondisi seperti ini mustahil bagi manusia untuk bisa selamat dari hamtaman petir yang berkekuatan berjuta-juta volt kekuatan listrik, tapi perlindungan Tuhan terjadi disini).
“Apa yang telah terjadi?” Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.
Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan”?
Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat padaNya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.
Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada disitu, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diriNya sendiri.
Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan.. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.
Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa.
Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda. masboi.com
4 Juli 2008
A man of God who walks in divine love has no spirit of competition that would seek to ruin his brethren's public recognition.
Thursday, July 3, 2008
3 Juli 2008
Those who rejoice at others' fall are indeed revealing the insecurity and envy in their hearts.
Wednesday, July 2, 2008
2 Juli 2008
By continually seeking to attack or stumble his brethren in ministry, a man is exposing to the Lord the lack of excellence in his life.
Tuesday, July 1, 2008
1 Juli 2008
Divine love in ministry will protect godly associations from potential frictions and separation. On the other hand, frictions will mature and bring perfection to one another in God.



























