Inilah kerinduan hati Tuhan. Tuhan ingin masuk ke dalam bait-Nya dan berkuasa dalam gereja Tuhan. Di ayat ini, Tuhan tidak bisa masuk karena pintu gerbangnya masih tertutup. Pintu gerbang adalah pusat pertahanan, jika pintu gerbang dihancurkan, maka kota bisa dikalahkan. Apa dampaknya bila raja kemuliaan masuk dalam hidup kita. Tujuannya adalah supaya kita menjadi seperti diri-Nya. Bila Raja Kemuliaan masuk dan menguasai hidup kita, maka kita akan menjadi seperti diriNya, yaitu:
a. KeberadaanNya akan menjadi keberadaan kita (ayat 8)
Dia adalah Tuhan yang jaya dan perkasa dalam peperangan. Kalau kita membuka pintu gerbang kita dan membiarkan Dia masuk dan menguasai hidup kita, maka kita akan menjadi kuat dan perkasa dalam peperangan. Kuat dan perkasa artinya menang terus, tidak pernah kalah. Daud selalu menang dalam peperangan karena keberadaan Tuhan telah menjadi keberadaan Daud.
b. KepunyaanNya akan menjadi kepunyaan kita (ayat 10 dan ayat 1)
Dia adalah Tuhan semesta alam, menunjukkan bahwa Tuhanlah yang memerintah dan memiliki bumi dan segala isinya. Kalau kita mengijinkan Dia masuk dan menyatu dengan kita, maka bumi dan segala isinya akan menjadi kepunyaan kita.
c. Tahtanya akan menjadi tahta kita (Why. 3:20-21)
Raja kemuliaan itu berdiri di muka pintu dan mengetok, Dia ingin masuk dan memerintah dalam gereja-Nya. Orang yang menang adalah orang yang telah membuka pintunya bagi Tuhan untuk masuk. Kita akan memerintah bersama-sama dengan Dia di tahta-Nya.
Dalam Mazmur dikatakan Raja itu tidak bisa masuk karena pintunya tertutup. Kita hanya perlu mengangkat pintu gerbang kita. Pintu yang berabad-abad adalah pola pikir lama yang menghalangi Raja Kemuliaan untuk masuk karena tidak selaras dengan firman dan kebenaran.
Konsep pikir kita yang lama (pintu yang berabad-abad) menjadi penghalang utama untuk Raja Kemuliaan masuk dan menguasai hidup kita sepenuhnya. Banyak orang yang telah percaya kepada Yesus tapi hanya memperlakukan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, tapi tidak bisa memperlakukan Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Itu sebabnya pembaruan pikiran menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan.
Pikiran kita dicetak oleh apa yang ada di dunia sekeliling kita. Gideon menjadi penakut karena berasal dari cetakan keadaan sekelilingnya yang sedang ketakutan. Itu sebabnya Paulus menyuruh kita untuk memperbaharui pikiran kita agar tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Karena itu ijinkan Tuhan dan kuasa Roh Kudus-Nya mencetak pikiran yang baru. Kalau Tuhan sudah berkuasa dan memerintah atas hidup kita, maka milik, keberadaan, dan tahta-Nya menjadi milik kita. Ketika kita berjalan, pelayanan, dan berinteraksi dengan orang lain, orang-orang akan bisa merasakan kehadiran Yesus sendiri karena Yesus, Raja kemuliaan itu ada dalam hidup kita. Renungkan terus firman Tuhan agar konsep pikir yang lama berubah, sehingga tidak dicetak oleh dunia ini, tapi oleh cetakan dari sorga.
Ciri-ciri jika pikiran kita telah mengalami pembaharuan:
1. Kita akan memiliki roh yang selalu berkobar untuk Tuhan (Why. 3:15-16)
Ciri-ciri orang yang rohnya padam adalah suam-suam kuku. Jadi pikiran yang sudah mengalami pembaharuan akan membantu roh kita berkobar. Konsep pikir yang lama memadamkan kobaran roh yang ada. Miliki pikiran yang selalu dapat mengobarkan roh dan iman kita. Kalau kita sakit dan pikiran kita melemahkan, maka kita hanya perlu mengganti pola pikir kita agar iman dan roh berkobar. Jauhi orang-orang yang selalu memadamkan roh kita, dekati orang-orang yang selalu mengobarkan roh kita.
Pikiran yang telah diperbaharui akan membuat hidup kita terus maju dan naik. Mungkin kita melakukan kesalahan, tapi kalaupun kita salah, kita dapat tetap maju. Yang penting jalur kita tetap di jalur Tuhan. Jalur yang kita lalui menentukan hidup kita. Konsep pikir yang baru akan selalu bisa mempertahankan dan memeteraikan kemenangan, urapan, dan kobaran roh yang kita terima. Miliki kewaspadaan dalam hidup sehari-hari. Ketika pikiran kita melemahkan kita, langsung ganti dengan pikiran yang diperbaharui. Jangan pernah memikirkan pikiran yang membuat lemah.
2. Kita akan memiliki persekutuan yang selalu mengalami kemajuan dengan Tuhan (Wahyu 3:20)
Kalau pikiran lama kita telah diganti dengan pikiran baru, maka Yesus akan masuk dan makan bersama dengan kita. Makan bicara soal persekutuan. Pikiran yang penuh dengan Dia akan memunculkan kerinduan untuk bersekutu dengan Dia. Itu sama dengan jatuh cinta, ketika kita jatuh cinta, maka pikiran kita dipenuhi dengan dia. Pikiran yang penuh dengan dia akan memunculkan kerinduan untuk bersekutu dengan sang pacar. Prinsip: Apa yang memenuhi pikiran kita, itulah yang akan selalu kita rindukan. Kalau pikiran kita penuh dengan seseorang atau suatu benda, akan selalu memunculkan kerinduan untuk bertemu dan bersekutu dengan seseorang atau benda itu. Tanpa kita sadari, tubuh kita dibuat condong ke sana. Orang yang sulit bersekutu dengan Tuhan memiliki pikiran yang tidak dipenuhi dengan Dia. Evaluasi pikiran kita penuh dengan apa. Kalau penuh dengan Dia, berdoa menjadi hal yang mudah.
Pikiran yang penuh dengan sesuatu akan membuat kita condong kepada sesuatu itu, dan sesuatu itu akan condong untuk datang kepada kita. Kalau pikiran kita penuh dengan Tuhan, lalu muncul kerinduan kepada Tuhan, membuat kita condong untuk datang kepada itu, di sisi yang lain, tanpa kita sadari itu juga akan menarik Tuhan condong untuk bertemu, bersekutu dan mencurahkan isi hati-Nya kepada kita. Akan ada progresifitas dalam hubungan dengan Tuhan. Progresifitas artinya ada penyingkapan pewahyuan tentang Dia dan FirmanNya yang terus-menerus.
3. Kita akan memiliki sudut pandang yang selalu selaras dengan Tuhan (Wahyu 3:17)
Ada perbedaan sudut pandang antara Tuhan dengan jemaat di Laodika. Menurut mereka, gereja mereka kaya, tapi Tuhan menganggap mereka melarat, miskin, buta, dan telanjang. Inilah tragedy kekristenan. Ada banyak gereja dan orang Kristen menganggap mereka kaya, karena pikiran mereka belum diperbaharui, masih dalam cetakan yang lama, itu sebabnya sudut pandang mereka tidak selaras dengan Tuhan. Orang yang telah diperbaharui pikirannya selalu memiliki keselarasan dengan Tuhan. Sangat berbahaya bila kita berbeda sudut pandang dengan Tuhan seperti jemaat Laodikia, karena ini akan membahayakan kerohanian kita. Jemaat Laodikia menilai hal-hal rohani dari standar jasmani. Contoh: Kita tidak bisa berkata, karena saya naik motor, rohani saya jauh di bawah mereka yang naik mobil. Secara fisik keuangan Laodikia kaya dalam keuangan dan fasilitas gereja, banyak kegiatan gereja. Masalahnya itu adalah hal-hal jasmani. Padahal hal yang rohani dilihat dari dalam bukan dari luar. Itu sebabnya jangan menilai kerohanian kita dari berapa banyak uang yang kita miliki. Penghasilan tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai kerohanian kita. Nilailah dari kobaran roh yang bekerja dalam diri kita dan progresifitas yang kita alami bersama Tuhan.
Orang yang persekutuannya baik dengan Tuhan tidak akan mengeluarkan perkataan yang penuh keputusasaan dan ketakutan, melainkan perkatan penuh keyakinan. Pakailah cara doa dari buku Membangun Manusia Roh, jangan pakai cara lama lagi.
Dari perkataan yang keluar dari mulut kita sehari-hari dapat diketahui apakah kita sedang dalam keadaan yang berkobar-kobar. Sudut pandang selalu dipengaruhi oleh pola pikir kita, itu sebabnya jika sudut pandang kita masih memakai pola lama, maka kita tidak akan selaras dengan Tuhan.
Dengan pembaharuan pikiran, kita akan dengan cepat mengerti kehendak Allah tanpa harus berdoa dulu, karena kita telah mengalami penyelarasan dalam pikirannya (Roma 12:2). Kita tidak harus bersusah payah mengerti kehendak Tuhan karena pikiran kita sudah sama dengan Tuhan. Setiap kali kita kita berpikir dan memandang sesuatu, maka itu sama dengan pikiran dan sudut pandang Tuhan.
[+/-] Selengkapnya...
[+/-] Ringkasan...