Subscribe

RSS Feed (xml)

Google
Photobucket

Sunday, August 31, 2008

CIRI-CIRI GENERASI BARU YANG TUHAN BANGKITKAN

Tuhan murka dengan generasi Israel yang lama, itu sebabnya generasi yang lama tidak ada yang masuk ke tanah perjanjian kecuali Yosua dan Kaleb. Tuhan dapati mereka tidak siap untuk masuk tanah perjanjian, itu sebabnya Tuhan murka dengan mereka. Generasi kekristenan yang sekarang sama dengan generasi di padang gurun. Ciri-ciri yang paling jelas dari generasi itu adalah bersungut-sunggut, mengeluh, mencurigai, dan melawan Tuhan. Itulah generasi di padang gurun. Generasi yang sekarangpun demikian, banyak yang suka mengeluh dan bersungut-sungut. Jika kita sama dengan generasi itu, maka murka Tuhan akan turun atas kita.


Tuhan sedang mempersiapkan dan membangkitkan generasi baru yang sama sekali berbeda dengan generasi lama. Generasi ini akan bisa memperkenan hati Tuhan dan akan dibawa masuk dalam tempat perhentiannya. Ciri-cirinya sangat bertolak belakang dengan generasi lama.


Ciri atau karakteristik dari Generasi Baru yang Tuhan sedang bangkitkan:

1. Mereka memiliki hati yang lembut, mudah dibentuk, mudah diajar, dan mau berubah.

Salah satu yang membuat Tuhan kesal adalah bangsa Israel memiliki hati yang keras dan tidak mau berubah. Itu sebabnya Tuhan menjuluki mereka umat yang tegar tengkuk. Mereka bisa mendengar suara Tuhan tapi tidak mau taat. Dalam generasi yang baru, setiap benih firman pasti akan menghasilkan buah. Kita harus pastikan setiap benih firman menghasilkan seratus kali lipat. Generasi baru harus bisa menjamin setiap firman akan mereka pelihara dan membuat firman itu menghasilkan buah sehingga menghasilkan dampak bagi orang-orang di sekeliling kita. Ketika firman itu telah menjadi jalan, maka kita akan menjadi jalan bagi orang lain. Perubahan menjadi target dalam hidup generasi yang baru. Jika kita tidak berubah artinya hati kita keras. Setiap kita mendengar firman, firman seharusnya mengubah hidup kita. Tujuan kita adalah perubahan.


2. Mereka memiliki hati yang taat dan percaya kepada apa pun yang Tuhan katakan.

Masalah terbesar mengapa orang tidak taat adalah karena mereka tidak percaya. Orang Israel di padang gurun tidak percaya kepada Allah, karena itu mereka tidak taat. Kalau kita percaya kepada Tuhan, maka kita akan mudah menaatinya. Ketika Abraham diperintahkan untuk mengorbankan Ishak, Abraham bisa menaatinya karena Abraham percaya kepada Tuhan. 10 pengintai takut kepada penduduk Kanaan karena mereka tidak mau percaya dengan apa yang Tuhan katakan, sehingga mereka tidak taat kepada Tuhan untuk merebut tanah Kanaan. Ketika kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan dan percaya pada apa pun yang Tuhan katakan, maka kita akan taat. Orang yang percaya kepada Tuhan tidak akan memandang fakta sebagaimana adanya lagi karena ada firman yang hidup di dalam diri mereka. Daud memberikan reaksi yang berbeda dengan tentara Israel karena Daud percaya dengan apa yang Tuhan katakan. Karena itu latih kepercayaan kita. Apa pun yang dikatakan Tuhan, percayalah. Percaya bahwa firman punya kedaulatan atas hidup kita. Jangan pernah meragukan dan mencurigai apa yang Tuhan katakan, terima sepenuhnya dan percayai apa yang Tuhan katakan. Orang yang taat selalu diberkati dan diperkenan Tuhan dan dibawa masuk ke tempat perhentian Tuhan.


Firman harus menjadi ketetapan dan hukum dalam hidup kita. Jadikan firman sebagai prinsip mutlak. Ketika firman telah menjadi ketetapan dalam hidup kita, maka kita tidak akan mudah tergoncang. Orang itu akan mengalami pertumbuhan rohani yang cepat. Ada akselerasi rohani. Dan semakin cepat kita bertumbuh, semakin kita cepat kita akan menjadi jalan bagi orang lain.


3. Mereka lebih suka mengenal jalan-jalan Tuhan daripada perbuatan-perbuatan Tuhan.
Salah satu keluhan Tuhan terhadap bangsa Israel adalah, mereka melihat perbuatan Tuhan, tapi mereka tidak mengenal jalan-jalan-Nya. Mazmur 103:7 – Tuhan memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, tapi hanya menunjukkan perbuatan-Nya kepada bangsa Israel. Mengapa? Karena Musa mau mengenal jalan-jalan-Nya. Doa orang yang suka mengenal jalan Tuhan dan perbuatan Tuhan itu berbeda. Keluaran 33:12-13 – Ketika Musa berdoa, ia tidak meminta berkat Tuhan, tapi Ia ingin mengenal jalan Tuhan. Orang yang mengenal jalan Tuhan akan dapat dipakai Tuhan untuk memperkenalkan perbuatan Tuhan. Orang yang mengenal jalan Tuhan punya kunci untuk memperkenalkan perbuatan Tuhan kepada orang lain. Ini saatnya kemajuan kita di dalam Tuhan tidak lagi dipengaruhi oleh apa pun juga.


4. Mereka lebih mengutamakan kepentingan sorga daripada kepentingannya pribadi.
Orang generasi lama selalu meminta Tuhan menolong mereka. Mereka tidak pernah mau tahu isi hati Tuhan. Generasi yang baru, ketika mereka berdoa, mereka tidak berdoa untuk kebutuhan mereka, mereka berdoa untuk bersekutu dengan Tuhan. Mereka berdoa untuk menyatukan hati, jiwa, dan pikiran mereka dengan Tuhan. Mereka lebih mengutamakan kepentingan Dia.

[+/-] Selengkapnya...

31 Agustus 2008

Meskipun kita berada di suatu tempat rohani yang penuh dengan aliran anugerah, tanpa kita memiliki akar rohani yang sehat, semua itu tidak akan membawa pengaruh apa pun bagi kita.

A spiritual place that is overflowing with grace will be ineffective to the congregation without a healthy spiritual root.

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, August 30, 2008

30 Agustus 2008

Untuk mulai membangun keteraturan ilahi dalam hidup kita dibutuhkan penanganan seorang pemimpin rohani yang telah memiliki keteraturan ilahi dalam hidupnya (1 Kor. 4).

We need spiritual leader with divine order in his life to help us build the same order in our lives (1 Cor. 4).

[+/-] Selengkapnya...

Friday, August 29, 2008

29 Agustus 2008

Tidak adanya keteraturan ilahi dalam hidup orang percaya selalu menyebabkan si Jahat dengan mudah dapat merusak dan menghancurkan apa pun yang telah terbangun dalam hidup orang tersebut.

The absence of divine order in the believers will open an access to the devil to destroy everything they have built in their lives.

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, August 28, 2008

28 Agustus 2008

Keteraturan ilahi yang harus ada dalam setiap orang percaya: Roh Kudus terus mempengaruhi rohnya, rohnya mengendalikan seluruh pikiran, perasaan, dan pengambilan keputusannya, sehingga tubuh jasmaniah ini tanpa halangan mengerjakan seluruh perintah yang Roh Kudus berikan melalui roh kita.

Divine order in a believer is: The Holy Spirit works through and shapes his spirit man - his spirit controls his mid, emotions, and decision making - the body will do the instruction of the Holy Spirit through his spirit man.

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, August 27, 2008

27 Agustus 2008

Kehidupan orang percaya yang ada dalam keteraturan ilahi dengan sendirinya akan menarik turun anugerah dan berkat Tuhan secara melimpah; iapun berhenti dari segala pergumulannya.

Divine order in believers' lives will bountifully draw the grace and the blessings of God while the believer himself will cease from his strife.

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, August 26, 2008

26 Agustus 2008

Setiap prinsip kebenaran yang sudah kita terima harus segera dijadikan sebagai filosofi hidup dan pegangan utama kita. Tanpa itu, kehidupan sehari-hari kitapun tidak berubah.

We need to align our principle and philosophy according to the Word or else our daily life will never be transformed.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, August 25, 2008

25 Agustus 2008

Jemaat yang terlanjur memanifestasikan pencemaran-pencemaran duniawi, harus mengijinkan pemimpinnya merombak ulang pondasi hidup, konsep pikir, dan filosofi-filosofi yang ia miliki.

Wee need to allow our leader to rebuild our foundation, thought pattern, and philosophy in order to dispose of the corruption of this world.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, August 24, 2008

DAMPAK JIKA FIRMAN MENYATU DALAM HIDUP KITA

Semakin firman menyatu dengan kita, maka kita akan semakin menyatu dengan Dia karena firman adalah Dia sendiri. Firman Tuhan sama dengan hadirat Tuhan. Ketika kita bersekutu dengan firman sebenarnya kita sedang menyatu dengan hadirat Tuhan. Firman itu seperti dinamit, ketika meledak akan meruntuhkan satu kota. Dinamit tidak akan meledak sebelum sumbunya dinyalakan. Firman yang dibagikan baru berupa benih/dinamit, tapi sumbunya harus dinyalakan. Ketika kita terus merenungkan firman, sebenarnya kita sedang menyalakan sumbunya itu, dan ketika kita telah menyatu dengan firman itu, maka itu akan menguasai hidup kita.


Dampak jika firman menyatu dalam hidup kita:


1. Firman akan menjadi daya dorong yang kuat untuk kita meraih masa depan yang telah Tuhan tetapkan.

Ketika Tuhan berfirman kepada kita, Dia selalu berbicara soal masa depan. Tuhan membawa kita untuk maju ke masa depan. Firman selalu punya kaitan dengan masa depan. Itu sebabnya ketika kita menyatu dengan firman, itu bukan lagi suara tapi berubah menjadi daya dorong untuk kita terus melangkah maju sekalipun ada halangan. Orang yang sudah menyatu dengan firman tidak akan pernah putus asa. Orang yang menghidupi firman tidak akan terikat dan tidak dapat dikuasai dan diintimidasi lagi oleh masa lalu.


Kej. 11:27-32 – Dari ayat ini kita mengetahui bahwa rombongan pertama yang keluar dari Ur Kasdim bukanlah Abraham sendirian. Rupanya Terahlah yang pertama menerima janji Tuhan mengenai Kanaan. Haran anak Terah mati, dan kematian itu membuatnya kecewa kepada Tuhan. Karena ketika ia sedang berjalan menuju tanah perjanjian, ia kehilangan anaknya. Ketika ia ingin terus maju, ia tidak sanggup melanjutkannya lagi. Apalagi ia tiba di tempat yang bernama Haran. Lalu ia mati di sana. Berbeda dengan Abraham. Janji terhadap Abraham adalah janji yang jauh lebih besar dari Terah dan lebih mustahil. Apa bedanya. Terah selalu diintimidasi oleh masa lalunya karena anaknya meninggal sehingga ia tidak mampu maju karena diikat oleh masa lalunya. Abraham juga memiliki hambatan karena Sarai mandul, tapi itu tidak menghentikan perjalanannya. Ketika Abraham menerima firman, ia tidak membiarkan firman itu begitu saja, tapi ia terus menyatukan dirinya dengan firman-Nya. Abraham tidak bisa diikat oleh masa lalunya karena firman telah menyatu dengan dirinya, sedangkan Terah tidak karena firman tidak menyatu dalam hidupnya. Kalau firman tidak menyatu dalam hidup kita, maka sekali waktu kita akan kehilangan destiny kita. Tapi kalau firman itu sudah menyatu, tidak akan lagi yang dapat menghalangi kita.


2. Firman akan menjadi jalan yang membuat kita bisa selalu hidup dalam lingkupan anugerah-Nya (Kel. 33:13).

Ketika kita terus menyuntikkan firman, itu akan berubah menjadi jalan yang memberikan anugerah sehingga tidak akan pernah ada jalan buntu. Musa berdoa agar ia diberitahu jalan-jalan Tuhan. Firman adalah jalan. Artinya Musa minta firman dari Tuhan karena ketika Musa mendapat firman, artinya ia mendapat jalan. Ketika kita menerima firman, firman itu tidak akan tetap menjadi suara, tapi akan berubah menjadi jalan sehingga jalan-jalan kita berbeda dari orang lain karena jalan-jalan Tuhan memberi kita anugerah. Kita memiliki akses khusus ke dalam anugerah-Nya.


Tuhan memberikan akses khusus bagi orang yang menghidupi firman-Nya. Orang yang ingin mewujudkan kehendak Tuhan tidak akan pernah menemui jalan buntu karena jalan yang sudah dibuka Tuhan tidak akan ada yang bisa menutupnya.


3. Firman akan menjadi filter yang menyaring segala sesuatu yang kita dengar dan kita lihat.

Ketika firman sudah menyatu, cara kita melihat dan mendengar akan berbeda. Kita akan dapat melihat dan mendengar apapun dari sudut pandang firman karena firman akan menyaringnya. Contoh: Daud melawan Goliat. Goliat setiap hari mengintimidasi Israel dan mereka ketakutan, tapi ketika Daud yang mendengarnya membuat dia bangkit dalam kuasa Roh. Responnya bisa beda karena firman telah menyatu dalam hidup Daud. Firman dalam hidup Daud menyaring perkataan Goliat sehingga roh ketakutan itu dilenyapkan dan keberanian yang muncul. Jika firman telah menyatu dalam hidup kita, maka ketika ada musuh yang menentang, kita akan bangkit mengalahkannya. Jika kita telah menyatu dengan firman, kita tidak akan melihat fakta sebagaimana adanya, tapi akan melihat dari sudut pandang firman tersebut. Jika kita masih melihat fakta sebagaimana adanya, mungkin firman belum menyatu. Kita harus bisa mendengar dan memandang segala sesuatu dari sudut Firman.


4. Firman akan menjadi pagar perlindungan yang menjagai langkah kita untuk tidak tersandung (Mzm. 119:9, 11, 105; Yudas 24).

Firmanlah yang akan menjagai kita untuk hidup kudus di hadapan Tuhan, menjadi generasi yang kudus dan murni hatinya. Firman akan memampukan kita untuk membuat keputusan yang kita buat tidak menyandung kita. Jangan pernah melangkah ke market place tanpa firman menyatu dalam hidup kita. Pakailah firman menjadi kulit yang menyatu dalam hidup kita.

[+/-] Selengkapnya...

24 Agustus 2008

Terjadinya kebocoran-kebocoran dalam hidup jemaat seringkali disebabkan karena jemaat yang bersangkutan tidak memiliki seorang pemimpin yang kuat yang dengan penuh keberanian dapat menegur jemaat yang bersangkutan.

Spiritual leaks in the congregation is often due to the absence of a strong leader with an ability to correct the congregation.

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, August 23, 2008

23 Agustus 2008

Seringkali pencemaran yang memasuki hidup kita hanya menyangkut hal-hal sepele, namun jika dibiarkan, hal-hal sepele itu justru akan menjadi tempat berpijak bagi si Jahat untuk menghancurkan hidup dan pelayanan kita. Ingat, kejatuhan seseorang selalu disebabkan karena kerikil-kerikil kecil. bukan batu yang besar.

The little "pebbles" in our life that are not dealt with will be a footstool for the enemy to destroy our life and ministry. Most of the times we are stumbled by little pebbles, not rock.

[+/-] Selengkapnya...

Friday, August 22, 2008

22 Agustus 2008

Berbagai pencemaran yang telah memasuki hidup seseorang harus segera ditahirkan dengan prinsip kebenaran. Tanpa pentahiran, pencemaran tersebut akan ikut mempengaruhi hidup orang di sekitarnya.

All kinds of spirtual pollution in a man's life needs to be cleansed with the Word or else it will corrupt the lives of many others.

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, August 21, 2008

21 Agustus 2008

Tanpa membangun fondasi rohani yang kokoh di atas prinsip kebenaran, dengan mudah berbagai filosofi manusiawi yang menyerong dari kebenaran merembes memasuki hidup kita.

Without a strong foundation on the principle of the Word, we are vulnerable to all kinds of human philosophy that will divert us from the truth.

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, August 20, 2008

Hakekat Persekutuan

Ketika pikiran kita telah diperbaharui, maka itu akan membuat hubungan kita dengan Tuhan mengalami progresifitas. Kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan akan semakin besar. Banyak orang yang tidak bisa mengalami progresifitas dengan Tuhan karena ada salah konsep mengenai persekutuan.


Definisi persekutuan: bersatunya dua pribadi atau kelompok yang berbeda untuk mengerjakan tujuan yang sama. Selama ini pikiran orang mengenai persekutuan adalah banyak berdoa. Sebenarnya persekutuan tidak bicara tentang berapa banyak kita berdoa, tapi berapa besar kesatuan yang kita capai bersama Dia. Persekutuan bicara tentang sesuatu yang lebih dalam. Kita harus bersekutu dengan Tuhan sampai kita dapat mencurahkan isi hati kita dan Tuhan mencurahkan isi hati-Nya kepada kita. Persekutuan harus berkualitas, jadi harus disediakan waktu khusus. Kita bertukar pikiran sehingga pikiran kita menjadi pikiran Allah dan pikiran Allah menjadi pikiran kita, sehingga menyatu satu sama lain. Jangan bersekutu dengan Tuhan secara terburu-buru, sediakanlah waktu yang berkualitas.


Yohanes 15:15 – Yesus tidak menyebut kita hamba lagi kalau kita saling mencurahkan isi hati. Ketika kita bersekutu dengan Allah secara akurat, maka kita akan menjadi sahabat Allah. Kalau kita bersekutu dengan benar, maka kita tidak akan mengurusi hal-hal sepele dan kecil lagi, tapi hal-hal besar. Kalau kita menjadi sahabat Allah, apa saja yang kita kehendaki akan Dia berikan (15:7). Tuhan tidak kuatir dengan permintaan kita karena Ia tahu pikiran kita sudah sama dengan pikiran-Nya.


Jadi inti persekutuan kita adalah sudahkah kita menyatu dengan Dia? Kalau persekutuan kita benar, mau tidak mau kita akan menyatu dengan Tuhan. Intinya ada kesatuan dalam hal pikiran dan tujuan. Kesatuan dimulai dari roh, tapi harus berlanjut di pikiran. Jadi frekuensi roh kita semakin selaras dengan Tuhan. Jika frekuensi roh kita sudah selaras dengan Dia, maka kita akan dengan mudah dapat mendengar suara-Nya.


Yakobus 2:23 – Abraham percaya kepada apa yang Tuhan katakan, dan kepercayaannya dijadikan kebenaran oleh Allah, karena itu ia disebut sahabat Allah. Perhatikan, Abraham tidak disebut sahabat Allah karena ia banyak berdoa tetapi firman yang ia percayailah yang membuat Dia menjadi sahabat Allah.


Jadi untuk dapat memiliki hubungan yang akurat, pertama-tama kita harus menyelaraskan frekuensi roh kita dengan Tuhan, yang ke dua, kita harus menyelaraskan pikiran kita dengan Tuhan. Cara menyelaraskan frekuensi roh adalah dengan berdoa secara agresif, dan cara menyelaraskan pikiran kita adalah dengan membuat firman menjadi mendarah daging (menyatu) dalam hidup kita (Yoh. 15:7). Ketika kedua hal ini terjadi dalam hidup kita, maka saat itulah baru terjadi persekutuan.


Roma 4:17-22 – Abraham menerima firman bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa. Firman ini pasti bertentangan dengan pikiran Abraham karena konsep pikirnya ia tidak akan punya anak. Dari sini, Abraham memiliki pilihan. Memercayai firman atau pikirannya sendiri. Abraham mengganti pikirannya dengan pikiran Allah sehingga terangkatlah pintu gerbang yang telah tertutup sehingga raja kemuliaan itu masuk dan membuat apa yang mustahil menjadi berubah sehingga rahim Sara terbuka. Jangan biarkan pola pikir kita terbentuk dari pengalaman hidup, tapi biarkan pikiran kita dibentuk dari firman. Buat setiap firman dan nubuatan menjadi dalam pikiranmu. Bayangkan firman itu sehingga menggantikan pikiran yang lama, lalu perkatakan firman itu. Buat pikiranmu menjadi sama dengan Tuhan sehingga faktanya bertolak belakang, tapi ita tetap memegang firman karena firmanlah yang akan terjadi. Bagi orang yang sudah menyatu dengan Dia, tidak ada yang mustahil baginya.

[+/-] Selengkapnya...

20 Agustus 2008

Dibutuhkan ketekunan dan kedisplinan yang tinggi untuk dapat terus menjaga diri dari segala pengaruh buruk dan pencemaran dunia ini (Daniel 1).

Persistency and dicipline will guard us from all kinds of negative influence and corruption of the world (Daniel 1).

[+/-] Selengkapnya...

19 Agustus 2008

Jika dalam pergaulan sehari-hari kita tidak bisa memiliki filter kebenaran, dengan mudah pencemaran dan kekotoran dunia yang dibawa orang-orang lain di sekitar kita akan menembusi hidup kita.

Without a spiritual filter in our daily interaction, we are vulnerable to the corruptions of this world that are affected by others.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, August 18, 2008

18 Agustus 2008

Hidup orang saling mempengaruhi; siapa yang berakar kuat dalam kebenaran akan dapat mempengaruhi orang-orang lain untuk juga hidup dalam kebenaran yang sama seperti yang ia hidupi.

Associations is always influencing one another; a man that is strongly rooted in the Word will have a greater impact that will lead the other to the same truth.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, August 17, 2008

17 Agustus 2008

Orang yang berakar dalam kebenaran dan bersedia menghadapi resiko untuk dapat mengamalkan kebenaran yang sudah ia yakini, hidupnya pasti akan berdampak bagi banyak orang. (Kis. 20)

A life that is rooted in the Word with willingness to take the risk for our faith will impact the lives of many people (Acts 20).

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, August 16, 2008

16 Agustus 2008

Untuk menyukakan Tuhan, kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Terkadang firman yang harus kita hidupi justru akan membuat sebagian orang jadi terganggu.

A 'God-pleaser' can never be a 'men-pleaser' because sometimes the Word may confront and 'disturb' others.

[+/-] Selengkapnya...

Friday, August 15, 2008

15 Agustus 2008

Progresifitas perubahan yang dialami seseorang seringkali sangat ditentukan oleh kemauan orang yang bersangkutan dalam menghadapi resiko dan konfrontasi atas kebenaran yang ia yakini.

Our achievement is often determine by our willingness to take the risk and face confrontation for the truth.

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, August 14, 2008

14 Agustus 2008

Orang benar yang menghindari konfrontasi secara otomatis pasti akan mulai tercemar dengan berbagai filosofi manusiawi yang selama ini ia coba tolerir (Keluaran 32, Bilangan 13-14).

The moment the righteous chooses to avoid confrontation, he is vulnerable to all kinds of human philosophy he tolerates (Exodus 32, Number 13-14)

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, August 13, 2008

13 Agustus 2008

Kehidupan berdasarkan prinsip kebenaran adalah kehidupan yang tidak dapat ditawar; sedikit saja kita membuka celah dengan memperlunak kebenaran yang kita yakini, pencemaran dunia segera terjadi.

A commitment for righteous lifestyle is nonnegotiable; compromising our faith will open the door to the corruption of this world.

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, August 12, 2008

12 Agustus 2008

Untuk sungguh-sungguh berfungsi sebagai garam dan terang dunia, ada 2 syarat yang harus dipenuhi: 1. Memiliki kuasa untuk memberi pengaruh: kita menerimanya saat akar rohani kita tertanam di tempat yang tepat. 2. Siap menghadapi konfrontasi: kita menghadapinya ketika kebenaran yang kita ketahui telah menjadi suatu keyakinan yang teguh dalam diri kita.

To be the salt and the light of the world, we need to: 1. Have the power to influence, which we receive when we are properly rooted spiritually. 2. Be ready to face confrontation, when the Word has become strong conviction in our lives.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, August 11, 2008

11 Agustus 2008

Tanpa memiliki akar rohani yang kuat, keyakinan yang selama ini kita pegang akan dengan mudah hilang hanya karena kita bergaul dengan orang-orang yang salah.

Without planting our spiritual root strongly in the right ground, wrong association and relationships may result in compromising the truth.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, August 10, 2008

Download Khotbah (2)

PERSIAPAN MENYAMBUT RAJA KEMULIAAN (Perubahan Pola Pikir)
Dalam Mazmur dikatakan Raja Kemuliaan (Yesus) itu tidak bisa masuk karena pintunya tertutup. Kita hanya perlu mengangkat pintu gerbang
kita. Pintu yang berabad-abad adalah pola pikir lama yang menghalangi Raja Kemuliaan untuk masuk karena tidak selaras dengan firman dan kebenaran. Konsep pikir kita yang lama (pintu yang berabad-abad) menjadi penghalang utama untuk Raja Kemuliaan masuk dan menguasai hidup kita sepenuhnya. Banyak orang yang telah percaya kepada Yesus tapi hanya memperlakukan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, tapi tidak bisa memperlakukan Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Itu sebabnya pembaruan pikiran menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan.


HAKEKAT PERSEKUTUAN
Ketika pikiran
kita telah diperbaharui, maka itu akan membuat hubungan kita dengan Tuhan mengalami progresifitas. Kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan akan semakin besar. Banyak orang yang tidak bisa mengalami progresifitas dengan Tuhan karena ada salah konsep mengenai persekutuan. Temukan konsep yang benar mengenai persekutuan sehingga hubungan Anda dengan Tuhan dapat terbangun dengan akurat.




DAMPAK JIKA FIRMAN MENYATU DALAM HIDUP KITA
Apa yang membedakan antara Abraham dengan Terah? Mengapa Abraham bisa menggenapi rencana Allah tapi Terah Gagal? Apa yang membedakan antara Daud dan bangsa Israel ketika mendengar suara Goliat yang mengintimidasi? Apa perbedaan antara Kaleb dan Yosua dengan 10 pengintai? Perbedaannya karena mereka telah membuat firman menyatu dalam hidup mereka. Ketika firman menyatu dengan seseorang, ada dampak yang akan terjadi dalam hidup orang tersebut. Apa saja dampak yang akan dihasilkan ketika firman menyatu dalam hidup kita? Simak dalam khotbah ini.


CIRI-CIRI GENERASI BARU YANG TUHAN BANGKITKAN
Tuhan murka den
gan generasi Israel yang lama, itu sebabnya generasi yang lama tidak ada yang masuk ke tanah perjanjian kecuali Yosua dan Kaleb. Tuhan dapati mereka tidak siap untuk masuk tanah perjanjian, itu sebabnya Tuhan murka dengan mereka. Generasi kekristenan yang sekarang sama dengan generasi di padang gurun. Ciri-ciri yang paling jelas dari generasi itu adalah bersungut-sunggut, mengeluh, mencurigai, dan melawan Tuhan. Itulah generasi di padang gurun. Generasi yang sekarangpun demikian, banyak yang suka mengeluh dan bersungut-sungut. Jika kita sama dengan generasi itu, maka murka Tuhan akan turun atas kita. Tuhan sedang mempersiapkan dan membangkitkan generasi baru yang sama sekali berbeda dengan generasi lama. Generasi ini akan bisa memperkenan hati Tuhan dan akan dibawa masuk dalam tempat perhentiannya. Ciri-cirinya sangat bertolak belakang dengan generasi lama.


POSISI ROHANI
Banyak orang Kristen yang tidak mengerti tentang posisi rohani dan memiliki posisi rohani sehingga mereka terus bergumul dengan masalah. Masalahnya bukan berapa besar pergumulan atau musuh kita, tapi masalahnya berapa besar posisi rohani kita. Orang yang punya posisi rohani melakukan sesuatu secara natural, tapi hasilnya supranatural. M asalahnya bukan apa yang dilakukan tapi siapa yang melakukannya. Ketika kita punya posisi, pelayanan dan hidup kita akan ringan.


DAMPAK JIKA MENANGKAP FIRMAN DENGAN ROH
Dalam sebuah kebaktian, ada orang-orang yang dengan mudah mengalami perubahan, sementara orang lain, yang menerima firman yang sama, tidak pernah mengala mi perubahan. Mengapa itu bisa terjadi? Jika itu yang terjadi, itu bukan lagi tergantung dari pekerjan Roh Kudus atau si hamba Tuhan, tapi tergantung atau ditentukan oleh sikap hati dan respon orang tersebut terhadap pekerjaan Roh dan cara dia mendengarkan firman Tuhan. Jangan lagi meresponi ibadah dan firman dengan pikiran, tapi mulai belajar meresponinya dengan roh kita. Kita punya kecenderungan untuk lebih dahulu berusaha memahami apa yang Tuhan sampaikan, baru kemudian setelah berhasil memahaminya, barulah k ita memutuskan untuk menerimanya atau tidak. Terjadi penyaringan oleh pikiran kita. Itulah sebabnya terjadi perbedaan dengan orang yang meresponi dengan rohnya.

PROSES TERBENTUKNYA EKLESSIA
Kata jemaat berasal dari kata Eklessia. Pada jaman Yesus, kekaisaran Roma menguasai suatu bangsa, dan me
reka mengutus orang dari pusat (apostle). Orang ini ditugaskan untuk memilih orang-orang berpengaruh di masyarakat dan bersama-sama dengan orang ini mereka akan mengubah kota itu. Mereka menjadi Dewan Kota. Itulah yan g disebut Eklessia. Tugasnya memikirkan nasib kota lalu membuat berbagai proyek untuk meningkatkan kesejahteraan kota tersebut menjadi lebih baik. Jadi ketika Yesus mengatakan gereja (Eklessia), maksudnya adalah Eklessia seperti jaman itu. Itu sebabnya kita tidak boleh membangun gereja yang biasa-biasa saja, harus sesuai dengan pikiran Tuhan.

DAMPAK MEMBANGUN HIDUP DI ATAS PEWAHYUAN FIRMAN
Dalam setiap level kerohania
n kita, ada satu titik di mana kita harus mempertanggungjawabkan semua pewahyuan firman yang telah diberikan Tuhan, apakah sudah hidup dalam diri kita. Ada dua dampak yang terjadi jika kita membangun hidup kita di atas pewahyuan firman.





POSISI HUKUM YANG TEPAT DI HADAPAN TUHAN
Seringkali orang-orang Kristen berdoa dengan tidak jemu-jemu, tapi mereka mendapati doa mereka tidak menghasilkan. Pada akhirnya mereka menjadi kecewa. Kesalahannya adalah: perumpamaan Yesus ini tidak ditekankan oleh doa yang tidak jemu-jemu. Doa yang tekun tidaklah salah, tapi masalahnya doa ini harus dibangun di atas dasar kehidupan. Pada dasarnya doa kita didasarkan atas kehidupan kita. Sebenarnya ada suatu hukum di sana. Seringkali banyak orang Kristen berdoa dengan jemu-jemu tapi tetap tidak mendapatkan hasil karena posisi hukumnya kurang tepat. Kalau posisi hukum kita tepat di hadapan Tuhan, maka semuanya dapat direalisasikan.


[+/-] Selengkapnya...

PERSIAPAN MENYAMBUT RAJA KEMULIAAN - Pembaharuan Pola Pikir

Inilah kerinduan hati Tuhan. Tuhan ingin masuk ke dalam bait-Nya dan berkuasa dalam gereja Tuhan. Di ayat ini, Tuhan tidak bisa masuk karena pintu gerbangnya masih tertutup. Pintu gerbang adalah pusat pertahanan, jika pintu gerbang dihancurkan, maka kota bisa dikalahkan. Apa dampaknya bila raja kemuliaan masuk dalam hidup kita. Tujuannya adalah supaya kita menjadi seperti diri-Nya. Bila Raja Kemuliaan masuk dan menguasai hidup kita, maka kita akan menjadi seperti diriNya, yaitu:


a. KeberadaanNya akan menjadi keberadaan kita (ayat 8)

Dia adalah Tuhan yang jaya dan perkasa dalam peperangan. Kalau kita membuka pintu gerbang kita dan membiarkan Dia masuk dan menguasai hidup kita, maka kita akan menjadi kuat dan perkasa dalam peperangan. Kuat dan perkasa artinya menang terus, tidak pernah kalah. Daud selalu menang dalam peperangan karena keberadaan Tuhan telah menjadi keberadaan Daud.


b. KepunyaanNya akan menjadi kepunyaan kita (ayat 10 dan ayat 1)

Dia adalah Tuhan semesta alam, menunjukkan bahwa Tuhanlah yang memerintah dan memiliki bumi dan segala isinya. Kalau kita mengijinkan Dia masuk dan menyatu dengan kita, maka bumi dan segala isinya akan menjadi kepunyaan kita.


c. Tahtanya akan menjadi tahta kita (Why. 3:20-21)

Raja kemuliaan itu berdiri di muka pintu dan mengetok, Dia ingin masuk dan memerintah dalam gereja-Nya. Orang yang menang adalah orang yang telah membuka pintunya bagi Tuhan untuk masuk. Kita akan memerintah bersama-sama dengan Dia di tahta-Nya.


Dalam Mazmur dikatakan Raja itu tidak bisa masuk karena pintunya tertutup. Kita hanya perlu mengangkat pintu gerbang kita. Pintu yang berabad-abad adalah pola pikir lama yang menghalangi Raja Kemuliaan untuk masuk karena tidak selaras dengan firman dan kebenaran.


Konsep pikir kita yang lama (pintu yang berabad-abad) menjadi penghalang utama untuk Raja Kemuliaan masuk dan menguasai hidup kita sepenuhnya. Banyak orang yang telah percaya kepada Yesus tapi hanya memperlakukan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, tapi tidak bisa memperlakukan Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Itu sebabnya pembaruan pikiran menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan.


Pikiran kita dicetak oleh apa yang ada di dunia sekeliling kita. Gideon menjadi penakut karena berasal dari cetakan keadaan sekelilingnya yang sedang ketakutan. Itu sebabnya Paulus menyuruh kita untuk memperbaharui pikiran kita agar tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Karena itu ijinkan Tuhan dan kuasa Roh Kudus-Nya mencetak pikiran yang baru. Kalau Tuhan sudah berkuasa dan memerintah atas hidup kita, maka milik, keberadaan, dan tahta-Nya menjadi milik kita. Ketika kita berjalan, pelayanan, dan berinteraksi dengan orang lain, orang-orang akan bisa merasakan kehadiran Yesus sendiri karena Yesus, Raja kemuliaan itu ada dalam hidup kita. Renungkan terus firman Tuhan agar konsep pikir yang lama berubah, sehingga tidak dicetak oleh dunia ini, tapi oleh cetakan dari sorga.


Ciri-ciri jika pikiran kita telah mengalami pembaharuan:

1. Kita akan memiliki roh yang selalu berkobar untuk Tuhan (Why. 3:15-16)

Ciri-ciri orang yang rohnya padam adalah suam-suam kuku. Jadi pikiran yang sudah mengalami pembaharuan akan membantu roh kita berkobar. Konsep pikir yang lama memadamkan kobaran roh yang ada. Miliki pikiran yang selalu dapat mengobarkan roh dan iman kita. Kalau kita sakit dan pikiran kita melemahkan, maka kita hanya perlu mengganti pola pikir kita agar iman dan roh berkobar. Jauhi orang-orang yang selalu memadamkan roh kita, dekati orang-orang yang selalu mengobarkan roh kita.


Pikiran yang telah diperbaharui akan membuat hidup kita terus maju dan naik. Mungkin kita melakukan kesalahan, tapi kalaupun kita salah, kita dapat tetap maju. Yang penting jalur kita tetap di jalur Tuhan. Jalur yang kita lalui menentukan hidup kita. Konsep pikir yang baru akan selalu bisa mempertahankan dan memeteraikan kemenangan, urapan, dan kobaran roh yang kita terima. Miliki kewaspadaan dalam hidup sehari-hari. Ketika pikiran kita melemahkan kita, langsung ganti dengan pikiran yang diperbaharui. Jangan pernah memikirkan pikiran yang membuat lemah.


2. Kita akan memiliki persekutuan yang selalu mengalami kemajuan dengan Tuhan (Wahyu 3:20)

Kalau pikiran lama kita telah diganti dengan pikiran baru, maka Yesus akan masuk dan makan bersama dengan kita. Makan bicara soal persekutuan. Pikiran yang penuh dengan Dia akan memunculkan kerinduan untuk bersekutu dengan Dia. Itu sama dengan jatuh cinta, ketika kita jatuh cinta, maka pikiran kita dipenuhi dengan dia. Pikiran yang penuh dengan dia akan memunculkan kerinduan untuk bersekutu dengan sang pacar. Prinsip: Apa yang memenuhi pikiran kita, itulah yang akan selalu kita rindukan. Kalau pikiran kita penuh dengan seseorang atau suatu benda, akan selalu memunculkan kerinduan untuk bertemu dan bersekutu dengan seseorang atau benda itu. Tanpa kita sadari, tubuh kita dibuat condong ke sana. Orang yang sulit bersekutu dengan Tuhan memiliki pikiran yang tidak dipenuhi dengan Dia. Evaluasi pikiran kita penuh dengan apa. Kalau penuh dengan Dia, berdoa menjadi hal yang mudah.


Pikiran yang penuh dengan sesuatu akan membuat kita condong kepada sesuatu itu, dan sesuatu itu akan condong untuk datang kepada kita. Kalau pikiran kita penuh dengan Tuhan, lalu muncul kerinduan kepada Tuhan, membuat kita condong untuk datang kepada itu, di sisi yang lain, tanpa kita sadari itu juga akan menarik Tuhan condong untuk bertemu, bersekutu dan mencurahkan isi hati-Nya kepada kita. Akan ada progresifitas dalam hubungan dengan Tuhan. Progresifitas artinya ada penyingkapan pewahyuan tentang Dia dan FirmanNya yang terus-menerus.


3. Kita akan memiliki sudut pandang yang selalu selaras dengan Tuhan (Wahyu 3:17)

Ada perbedaan sudut pandang antara Tuhan dengan jemaat di Laodika. Menurut mereka, gereja mereka kaya, tapi Tuhan menganggap mereka melarat, miskin, buta, dan telanjang. Inilah tragedy kekristenan. Ada banyak gereja dan orang Kristen menganggap mereka kaya, karena pikiran mereka belum diperbaharui, masih dalam cetakan yang lama, itu sebabnya sudut pandang mereka tidak selaras dengan Tuhan. Orang yang telah diperbaharui pikirannya selalu memiliki keselarasan dengan Tuhan. Sangat berbahaya bila kita berbeda sudut pandang dengan Tuhan seperti jemaat Laodikia, karena ini akan membahayakan kerohanian kita. Jemaat Laodikia menilai hal-hal rohani dari standar jasmani. Contoh: Kita tidak bisa berkata, karena saya naik motor, rohani saya jauh di bawah mereka yang naik mobil. Secara fisik keuangan Laodikia kaya dalam keuangan dan fasilitas gereja, banyak kegiatan gereja. Masalahnya itu adalah hal-hal jasmani. Padahal hal yang rohani dilihat dari dalam bukan dari luar. Itu sebabnya jangan menilai kerohanian kita dari berapa banyak uang yang kita miliki. Penghasilan tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai kerohanian kita. Nilailah dari kobaran roh yang bekerja dalam diri kita dan progresifitas yang kita alami bersama Tuhan.


Orang yang persekutuannya baik dengan Tuhan tidak akan mengeluarkan perkataan yang penuh keputusasaan dan ketakutan, melainkan perkatan penuh keyakinan. Pakailah cara doa dari buku Membangun Manusia Roh, jangan pakai cara lama lagi.


Dari perkataan yang keluar dari mulut kita sehari-hari dapat diketahui apakah kita sedang dalam keadaan yang berkobar-kobar. Sudut pandang selalu dipengaruhi oleh pola pikir kita, itu sebabnya jika sudut pandang kita masih memakai pola lama, maka kita tidak akan selaras dengan Tuhan.


Dengan pembaharuan pikiran, kita akan dengan cepat mengerti kehendak Allah tanpa harus berdoa dulu, karena kita telah mengalami penyelarasan dalam pikirannya (Roma 12:2). Kita tidak harus bersusah payah mengerti kehendak Tuhan karena pikiran kita sudah sama dengan Tuhan. Setiap kali kita kita berpikir dan memandang sesuatu, maka itu sama dengan pikiran dan sudut pandang Tuhan.

[+/-] Selengkapnya...

10 Agustus 2008

Sikap dan tindakan kita bersiteguh dalam kebenaran adalah sebuah tindakan konfrontasi. Sikap teguh yang kita tunjukkan tersebut pasti akan membuahkan perubahan (Daniel 3).

Our firm standing int he truth is an act of confrontation that will bring change (Daniel 3).

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, August 9, 2008

9 Agustus 2008

Orang-orang yang ingin sepenuhnya hidup dalam kebenaran harus siap menghadapi konfrontasi. Tanpa mengkonfrontasi apa yang salah, ia sedang berkompromi dengan kesalahan yang selama ini ada di sekitarnya. Akibatnya, batinnya akan mulai tertekan dan perlahan-lahan menjadi serupa dengan keadaan di sekelilingnya (2 Petrus 3:6-8, Kejadian 19).

Our commitment to live in righteousness requires our willingness to face confrontation. Avoiding confrontation means compromising the truth and leads to all kinds of oppressions that will gradually conform us to this world (2 Peter 3:6-8, Genesis. 19).

[+/-] Selengkapnya...

Friday, August 8, 2008

8 Agustus 2008

Untuk dibangkitkan sebagai pahlawan iman di dunia sekuler, kita membutuhkan keyakinan yang teguh terhadap kebenaran sebab kita pasti akan menghadapi konfrontasi (Daniel 6).

To be a champion of faith in the secular arena, we need strong conviction in the Word to face confrontations (Daniel 6).

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, August 7, 2008

7 Agustus 2008

Saat akar rohani kita tertanam dengan kuat pada anugerah yang Tuhan taruh dalam hidup seorang hamba Tuhan, kitapun akan dapat bangkit sebagai seorang pahlawan iman di dunia sekuler.

When we are strongly rooted in the grace that operates in a man of God, we have the ability to rise as champions of faith in the secular arena.

[+/-] Selengkapnya...

6 Agustus 2008

Tanpa seseorang memiliki akar rohani yang sehat dan tertanam di tempat yang tepat, ia akan terus bergumul dengan pertumbuhan dan kesehatan rohaninya (Kis. 18:24-19:7).

Having a healthy spiritual root and finding the right ground to plant our root will free us from any strife and growth and stability (Acts 18:24-19:7).

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, August 5, 2008

5 Agustus 2008

Pertama-tama Tuhan membangkitkan seorang pemimpin rohani untuk dapat berfungsi sebagai sumber air bagi banyak orang, lalu mereka yang dibangkitkan melalui pelayanannya dan ingin terus bertumbuh biasanya memutuskan untuk menanamkan akar rohani mereka dalam anugerah yang bekerja dalam hidup dan pelayanan sang hamba Tuhan. Sebagai akibatnya, anugerah yang samapun tercurah dalam hidup dan pelayanan mereka.

God first raised a leader to be the 'water fountain', then the people who were raised through his ministry will begin to put their roots in the same grace that works in the life and ministry of that particular leader so that the same grace will also work in their lives and ministry.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, August 4, 2008

4 Agustus 2008

Ketika kita menanamkan akar rohani kita pada hidup dan pelayanan seorang pemimpin rohani, secara otomatis seluruh anugerah, destiny, dan kemampuan rohani yang samapun akan mulai berfungsi dalam hidup kita.

The moment we plant our spiritual root in the life and ministry of our leader, the same grace, destiny, and capacity in his life will begin to develop in our lives.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, August 3, 2008

TUJUAN PEMBENTUKAN OLEH BAPA ROHANI

Maleakhi 3:1-4

Alkitab berkata bahwa Malaikat perjanjian yang kita nantikan akan datang dengan mendadak, ini menggambarkan Tuhan akan datang dengan penggenapan janji-Nya. Cara kedatangan malaikat ini adalah dengan tiba-tiba, itu sebabnya kita harus mempersiapkan diri. Ketika hari itu tiba, ia akan datang sebagai api tukang pemurni logam dan sabun tukang penatu. Setiap orang yang telah terhubung dengan ikatan janji dengan Tuhan tidak boleh hidup dalam kekotoran lagi, tapi harus hidup dalam kebenaran saja. Itu sebabnya Tuhan ingin membersihkan umat Tuhan. Alkitab berkata kalau Tuhan melakukan itu, tidak akan ada yang tahan kecuali jika ia terbuat dari bahan emas, perak, dan batu pertama. Penting sekali kita melihat apakah kita telah membangun bahan-bahan kerohanian sesuai dengan bahan yang Tuhan tetapkan. Setiap orang Kristen dibentuk Tuhan untuk tahan uji. Orang Kristen sejati akan tahan dengan api Tuhan, tujuannya supaya kita bisa mempersembahkan korban (ibadah) dengan benar yang berkenan kepada Tuhan, sehingga Tuhan bisa turun dan menjumpai umat-Nya dalam ibadah.


Untuk kita mulai sampai pada level rohani untuk menunjukkan bahwa kita terbuat dari emas, perak dan permata, maka Tuhan telah mengutus utusan-Nya untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan agar Malaikat perjanjian bisa masuk bait Allah dan memurnikan bait Allah. Yang dipersiapkan adalah orang-orang yang terbuat dari emas, perak, dan permata sehingga ketika Ia datang mereka bisa tahan dengan kemuliaan Tuhan.


Siapakah utusan yang dimaksudkan Tuhan di sini? Ketika kita baca pasal 4, ini berhubungan dengan pasal 3, ini bicara tentang hari Tuhan. Ayat 5 mengatakan Allah akan mengutus Nabi Elia pada hari yang dahsyat itu. Tuhan mengutus utusan-Nya untuk mempersiapkan kita. Hari Tuhan adalah hari berkat bagi orang-orang yang berjalan dalam kebenaran dan penghukuman bagi orang fasik. Hari ini tidak akan tiba kalau orang-orang percaya tidak dipersiapkan. Untuk orang-orang percaya dapat dipersiapkan, Tuhan harus mengutus bapa rohani seperti Nabi Elia.


Tujuan Tuhan mengutus seseorang ada pada Lukas 1:13-17. Inilah pola kerja Tuhan. Sebelum hari Tuhan tiba, Tuhan selalu mempersiapkan jalannya. Inilah tugas dari bapa rohani, untuk membawa hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Prinsip: Tak seorangpun dapat hidup benar tanpa bapa rohani. Banyak orang Kristen di dunia yang tidak bisa memberi dampak pada dunia, karena mereka memiliki kesulitan dan pergumulan untuk menghidupi firman. Mereka berusaha bertumbuh, ikut KKR, kelas pelatihan, PA, dll, tapi pada satu titik dalam pertumbuhan, mereka mentok dengan kedagingan dan kemanusiawian mereka. Mereka berusaha lagi, tapi mereka gagal dan turun lagi ke level bawah.


Sebenarnya semua orang Kristen ingin bertumbuh. Kita mencari yang terbaik agar dapat bertumbuh, tapi mentok pada batas kemanusiawian kita, kita berusaha lagi, tapi gagal lagi. Itulah yang seringkali membuat kita kelelahan secara rohani. Jauh lebih lelah jika kita naik turun. Naik lebih sulit dibandingkan turun. Naik itu membutuhkan energi yang lebih panjang. Seringkali khotbah-khotbah yang diberikan tidak memberikan energi yang dibutuhkan, karena khotbah-khotbahnya hanya makanan lunak, bukan makanan keras. Makanan keras adalah makanan yang perlu dicerna, tapi makanan lunak bisa diminum sambil tidur. Makanan keras itulah yang memberikan kita energi untuk menaiki tangga kerohanian dengan mudah.


Itu sebabnya fungsi yang paling penting dari bapa rohani terhadap anaknya adalah membawa anaknya itu keluar dari batas kemanusiawiannya, karena kemanusiawianlah yang selalu menghalangi pertumbuhan rohani mereka. Semakin batas kemanusiawian kita dibongkar oleh bapa rohani, kita bisa mulai hidup dalam ketidakterbatasan. Sehingga kita bisa terus naik dan tidak pernah turun. Yang membuat banyak orang kelelahan adalah karena mereka naik turun.


Pembapaan bicara tentang pembebasan dari kemanusiawian, mengerat semua kekotoran yang ada dalam hidup kita, kematian kedagingan, bukan bermanja-manja. Amsal 6:23: Kita perlu punya pelita yaitu arahan. Bapa rohani berfungsi mengajari anak-anaknya dengan ajaran yang seimbang. Tapi kita perlu juga jalan kehidupan (way of life) yaitu teguran yang mendidik. Jadi ini bicara soal perubahan gaya hidup, pola pikir, dan cara hidup. Selama pembapaan tidak pernah menyentuh hal ini, ini bukan pola pembapaan yang Tuhan maksudkan. Seorang yang berfungsi sebagai bapa rohani akan memiliki otoritas dan kemampuan, bukan sekedar memberikan ajaran yang seimbang, tapi juga diberikan kemampan dan keleluasaan untuk menegur anak-anaknya. Itulah yang akan membentuk cara hidup kita. Seorang yang tidak memiliki orang yang bisa menegur, dan tidak bisa ditegur, cara hidupnya tidak akan pernah mengalami perubahan. Kalau cara hidup kita tidak mengalami perubahan, otomatis pegngalaman kita tidak akan mengalami perubahan. Kita ini seperti komputer, di dalam diri kita sudah ada file-file lama, misalnya file keuangan, cara kita mengelola keuangan pasti mirip dengan pengalaman masalah lalu, informasi masa lalu dan budaya, itu membentuk pola mengatur keuangan kita. Misalnya file keluarga, ada orang-orang yang cara pikirnya sesuai masa lalu, dan file-file area hidup lainnya. Kalau file keuangan kita seperti yang lama, maka ketika kita print out, hasilnya pasti akan sama dengan filenya. Kalau file keuangan kita isinya adalah “keuangan yang pas-pasan adalah normal” maka print outnya “normal.” Hasil print out pasti sama dengan cara pikir dan cara pandang kita. Kalau filenya berkata keuangan pas-pasan itu normal, maka hasilnya ketika dapat uang, pasti uangnya habis. Karena tidak mau menambah kapasitas dan kemampuan, otomatis keuangannya pasti sama, tetap pas-pasan. Kalau mau berubah, maka ubah filenya, judulnya boleh sama, tapi isinya berbeda. Hasilnya atau pengalamannya pasti akan berbeda.


Itu sebabnya kita perlu masukan dari seorang bapa rohani yang memberi arahan dan teguran, sehingga pola pikir dan cara hidup akan berubah. Ketika itu berubah, maka pengalaman kita pasti akan mengalami perbedaan. Itulah fungsi bapa rohani, untuk mempersiapkan hari Tuhan itu sehingga jemaat bisa terbuat dari emas, perak, dan permata. Ketika hidup kita mau seperti emas, mau tidak mau kita harus mensetting pikiran kita dari emas. Jadi fungsi utamanya bapa rohani adalah mengerat dan membongkar kemanusiawiaan yang masih ada. Itu sebabnya relakan diri kita disunat dan disalib oleh seorang bapa rohani.


1 Petrus 4:1-6: Perhatikan ayat 1, maksudnya penderitaan badani ini bukan berarti dicambuk, tapi penderitaan yang diakibatkan karena kematian daging. Ketika kita mengalami pengalami penyunatan, maka kita akan menderita penderitaan badani. Mereka menderita sakit dan tidak enak. Itu penderitaan karena kedagingan sedang dikerat. Kalau kita sukses dalam penderitaan badani, Alkitab berkata kita telah berhenti berbuat dosa. Tidak selama-lamanya kita harus hidup dengan dosa, kita bisa bebas dari dosa dengan kematian daging. Beginilah caranya untuk berhenti berbuat dosa. Seorang yang telah menderita penderitaan badani, dan kuasa dosa mati dalam hidupnya, maka kehendak orang tersebut akan benar-benar mengalami penyalarasan, sehingga tidak lagi menuruti keinginan manusiawi mereka tetapi mengikuti kehendak Allah. Inilah tujuan pembapaan, supaya orang-orang tidak mengkuti dan berhenti berubat dosa, tapi mengikuti dan menuruti kehendak Allah. Pada saat itulah hari Tuhan yang dahsyat itu akan tiba dan kita dipromosi Tuhan dan orang fasik dihukum. Selama orang benar belum siap, Tuhan belum bisa menghukum orang fasik. Karena itu persiapkan diri kita menjadi orang benar sehingga kita bisa membawa kebenaran ke manapun kita pergi dan pada akhirnya membawa kebenaran itu kepada bangsa-bangsa.

[+/-] Selengkapnya...

3 Agustus 2008

Untuk mengenali tempat yang cocok untuk kita dapat menanamkan akar rohani kita, diperlukan kepekaan untuk dapat mengenali jenis anugerah yang selalu mempengaruhi hidup kita.

To find the right ground for our spiritual root, we need discernment to recognize the grace that has influenced our life.

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, August 2, 2008

2 Agustus 2008

Orang yang memiliki kualitas roh yang agresif, responsif, dan selalu haus dan lapar akan kebenaran adalah orang yang memiliki akar rohani yang sehat. Yang diperlukan orang seperti itu hanyalah tempat yang cocok untuk ia menanamkan akar rohaninya.

An aggressive and responsive spirit that always hungers for the truth is a sign of a healthy spiritual root; he only needs to find the right ground to plant his root.

[+/-] Selengkapnya...

Friday, August 1, 2008

1 Agustus 2008

Apabila akar rohani kita tidak dapat menyerap unsur-unsur yang kita butuhkan untuk terus bertumbuh dan mengalami terobosan, kehidupan rohani dan pelayanan kita pun menjadi mandeg.

Without the ability to absorb the spiritual elements we need for growth and breakthrough, our spirit lives and ministry will never progress.

[+/-] Selengkapnya...