Subscribe

RSS Feed (xml)

Google
Photobucket

Sunday, September 28, 2008

PROSES TERBENTUKNYA EKLESIA

Matius 16:13-19

Sekali waktu Tuhan bertanya kepada murid-murid-Nya, siapakah Aku? Ada yang mengatakan Nabi Elia, ada yang mengatakan Nabi Yeremia, tetap Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Yesus mengatakan bahwa Simon berbahagia karena jawaban itu adalah pewahyuan yang berasal dari Bapa. Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”


Kata jemaat di ayat itu berasal dari kata Eklesia. Pada jaman Yesus, kekaisaran Roma menguasai suatu bangsa, dan mereka mengutus orang dari pusat (apostle). Orang ini ditugaskan untuk memilih orang-orang berpengaruh di masyarakat dan bersama-sama dengan orang ini mereka akan mengubah kota itu. Mereka menjadi Dewan Kota. Itulah yang disebut Eklessia. Tugasnya memikirkan nasib kota lalu membuat berbagai proyek untuk meningkatkan kesejahteraan kota tersebut menjadi lebih baik. Jadi ketika Yesus mengatakan gereja (Eklessia), maksudnya adalah Eklessia seperti jaman itu. Itu sebabnya kita tidak boleh membangun gereja yang biasa-biasa saja, harus sesuai dengan pikiran Tuhan.


Eklesia: Dewan musyawarah sorga yang dipilih dan dikumpulkan oleh Tuhan yang terdiri dari orang-orang terpandang dan berpengaruh dalam masyarakat yang diberikan tugas untuk mewujudkan agenda sorga.


Eklesia diciptakan untuk menjadi perwakilan sorga, sehingga melalui gereja Tuhan, agenda Tuhan diwujudkan. Jadi gereja tidak diciptakan untuk sekadar kumpul-kumpul, tapi supaya melalui gereja, sorga bisa dimanifestasikan. Dengan maksud agar dunia bisa menikmati sorga. Jadi fokuskan seluruh program kita untuk mewujudkan Eklesia.


Proses terbentuknya Eklesia

1. Tuhan memilih seseorang, membentuknya, dan memberikan pewahyuan firman kepadanya sampai orang ini menjadi kokoh kuat tak tergoncangkan di dalam Tuhan.

Ketika Simon Petrus menjawab pertanyaan itu, Yesus mengatakan dia berbahagia karena Simon mendapatkan pewahyuan dari Allah sendiri. Sebelum Simon mendapatkan pewahyuan tentang Tuhan, ia adalah ilalang, yaitu sesuatu yang mudah goyah dan tidak kokoh kuat sesuai arah angin. Tuhan tidak bisa membangun Eklessia di atas seorang pemimpin rohani yang masih plin-plan. Ini menggambarkan sikap Simon, perilaku tidak dipengaruhi oleh firman tapi oleh keadaan. Kita harus membangunnya di atas batu karang yang teguh, yaitu firman. Hanya orang yang dikuasai firmanlah yang akan menjadi kokoh kuat. Simon bisa berubah menjadi Petrus karena pewahyuan firman. Ketika ia merenungkan firman itu, zat-zat rohani bekerja dalam dirinya dan mengubahnya menjadi Petrus. Jadi untuk menjadi orang yang kokoh, kita harus menghidupi firman itu.


2. Setelah orang itu mengalami perubahan, maka Tuhan akan membawa orang tersebut untuk berhadapan dengan kekuatan neraka (Matius 4:1)

Setelah Ia diproses Tuhan, Yesus dituntun oleh Roh kepada iblis. Bagi seorang Petrus yang mengalami perubahan, Roh Kudus akan membawa dia kepada iblis untuk melatih dirinya untuk berperang. Seorang yang telah diubah oleh firman, kehidupan akan menjadi agresif, bukan dia yang diserang neraka, tapi dialah yang akan datang untuk menghancurkan gerbang neraka.


3. Tuhan akan memberikan semua fasilitas dan kemampuan untuk orang tersebut mewujudkan agenda sorga (Matius 16:19).

Apa yang sudah diikat oleh sorga akan kita ikat di dunia ini. Apa yang telah dilepas oleh sorga akan kita lepas di dunia ini. Ini artinya apa yang kita lihat di sorga sudah terjadi akan kita wujudkan di dunia ini. Tuhan memberi kita kunci kerajaan sorga sehingga kita bisa membuka pintu-pintu yang tertutup. Kita tidak perlu lagi ‘menggedor-gedor’ pintu sorga karena kita punya kuncinya. Itu sebabnya apa yang kita katakan akan terjadi. Orang yang telah berubah karena firman, apa yang ia katakan akan terjadi.


4. Tuhan akan mempertemukan kita dengan sekelompok orang yang mau mengikuti kita dan mewujudkan agenda sorga bersama-sama.

Eklesia tidak dibentuk dari seorang yang punya uang lalu membangun gereja, tidak. Eklesia terbentuk dari seseorang yang dibentuk Tuhan, lalu setelah hidup orang ini berubah, Tuhan membawa orang ini menghadapi gerbang neraka dan menghancurkannya dan mengalahkannya. Lalu dia mulai diberikan kunci kerajaan sorga, dia tidak lagi sibuk menghadapi neraka karena sudah bebas, dia sudah bisa melakukan hal-hal lainnya. Akhirnya Tuhan akan mempertemukan dia dengan orang-orang yang menghidupi firman yang sama. Lalu dari situlah akan terjadi sinergi dan itulah saatnya agenda sorga terwujud melalui gereja-Nya. Eklesia akan mulai dibangun di mana-mana yang dibangun di atas hidup kita. Ini waktunya gereja dibangun bukan atas dasar kebutuhan jemaat, tapi atas kebutuhan sorga.

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, September 24, 2008

DAMPAK JIKA MENANGKAP FIRMAN DENGAN ROH

Dalam sebuah kebaktian, ada orang-orang yang dengan mudah mengalami perubahan, sementara orang lain, yang menerima firman yang sama, tidak pernah mengalami perubahan. Mengapa itu bisa terjadi? Jika itu yang terjadi, itu bukan lagi tergantung dari pekerjan Roh Kudus atau si hamba Tuhan, tapi tergantung atau ditentukan oleh sikap hati dan respon orang tersebut terhadap pekerjaan Roh dan cara dia mendengarkan firman Tuhan. Jangan lagi meresponi ibadah dan firman dengan pikiran, tapi mulai belajar meresponinya dengan roh kita. Kita punya kecenderungan untuk lebih dahulu berusaha memahami apa yang Tuhan sampaikan, baru kemudian setelah berhasil memahaminya, barulah kita memutuskan untuk menerimanya atau tidak. Terjadi penyaringan oleh pikiran kita. Itulah sebabnya terjadi perbedaan dengan orang yang meresponi dengan rohnya. Yang benar adalah terima dulu dengan roh kita, baru kita berusaha memahaminya.


Cara kerja Tuhan adalah Tuhan menjamah roh orang tersebut terlebih dahulu, bukan tubuh atau pikirannya. Ada orang yang dijamah tubuhnya dan emosinya, tapi hidupnya tidak berubah karena rohnya tidak berubah. Perubahan harus dimulai dari dalam bukan dari luar. Karena itu kita harus punya sikap untuk menerima dalam roh dahulu. Kita harus berinteraksi dengan Roh Kudus dengan roh kita.


Banyak orang yang telah menerima firman, tapi tidak mengalami perubahan. Itu terjadi karena firman telah disaring dalam pikiran orang tersebut. Ketika kita terbiasa menerima segala pekerjaan Tuhan dengan roh kita, maka sifat dasar roh kita akan mengalami perubahan. Ketika sifat dasar roh kita mengalami perubahan maka hidup kita akan mengalami perubahan.


Ketika hamba Tuhan menyampaikan firman, dia menyampaikan firman dari sudut pandang Tuhan. Jadi jika kita menerima firman itu dari pikiran kita, maka kita tidak akan mengalami impartasi roh yang bekerja dalam hidup kita karena sudut pandang yang berbeda dengan Tuhan.


Kita dapat melihat perbedaan respon firman dari Zakaria dan Maria (Lukas 1:11-20). Malaikat membawa pesan firman Tuhan bahwa doanya sudah didengar. Secara logika, respon Zakaria seharusnya senang karena doanya dijawab, tetapi responnya malah tidak percaya dan bingung (ayat 18). Ini terjadi karena Zakaria berusaha memahami firman itu dari pikirannya. Bagaimana mungkin seorang wanita yang sudah tua melahirkan seorang anak? Ia jadi kehilangan firman itu. Akhirnya ia terus-menerus mengeluarkan kata-kata yang melemahkan dan dibuat bisu. Perkataan negatif Zakaria akan menggugurkan firman itu, itu sebabnya ia dibuat bisu.


Berbeda dengan respon Maria (Lukas 1:26-38). Malaikat berkata ia akan melahirkan anak laki-laki? Seharusnya responnya bingung karena belum pernah ada perawan melahirkan anak laki-laki. Tapi responnya adalah menerima firman itu (ayat 37). Maria menerima apa pun yang firman Tuhan katakan tanpa syarat. Maria sedang menerima pekerjaan Roh Kudus dengan rohnya bukan dengan pikiran. Beginilah caranya kita meresponi firman.


Yesus berkata bahwa rohlah yang memberi hidup dan perkataan-Nya adalah Roh dan hidup (Yohanes 6:63). Di dalam firman yang disampaikan, ada Roh dan hidup. Setiap kali hamba Tuhan menyampaikan firman, maka di balik firman yang disampaikan ada Roh dan hidup. Roh berbicara tentang sifat dasar. Kita seharusnya sibuk menangkap Roh dan hidup yang ada di balik firman itu, bukan memahami dengan pikiran kita. Ketika kita belajar untuk berkata “Amin” terhadap setiap kebenaran firman, maka kita akan terlatih menggunakan roh untuk menangkap firman. Hidup kita dapat mengalami perubahan ketika kita menangkap Roh dan hidup yang ada di balik firman.


Ketika kita mendengar khotbah tentang doa, kita tidak akan bisa memiliki kehidupan doa sampai kita dapat menangkap roh doa itu. Seharusnya aktivitas roh hamba Tuhan yang menyampaikan firman terjadi juga dalam roh kita. Sama seperti ketika Maria mengunjungi Elisabeth. Ketika Maria mengucapkan salam, bayi dalam rahim Elisabeth melonjak. Itu terjadi karena frekuensi roh Maria dan Elisabeth sama.


Dampak yang dihasilkan ketika kita menangkap firman Tuhan dengan roh kita:
1. Dengan cepat kita dapat menerima impartasi kehidupan roh yang ada di balik firman.
Ada impartasi kehidupan roh yang terjadi ketika firman disampaikan dan itu hanya bisa ditangkap oleh roh. Roh hanya bisa memanggil roh, bukan pikiran. Kita harus mengerti cara kerja Roh Kudus agar seluruh pekerjaan Roh yang tercurah dalam hidup kita dapat dimaksimalkan dalam hidup kita. Impartasi Roh inilah akan membuat kita dapat melakukan dan mewujudkan firman yang disampaikan. Impartasi Roh akan memberikan anugerah untuk kita bisa mampu melakukan firman.


2. Firman akan segera tertanam dalam hati kita dan akan kita alami dalam hidup kita.
Ketika kita meresponi firman dengan roh kita, tanpa sadar frekuensi roh kita semakin selaras dengan firman itu dan firman itu tertanam dalam hati kita dan tidak dapat tercabut lagi. Mungkin kita belum memahaminya, tapi sudah tertanam. Kalau firman sudah tertanam, dia akan bertumbuh dan berbuah.


Kita harus memperhatikan cara kita mendengar (Lukas 8:18). Ada orang yang merasa sudah memiliki firman, tapi karena menangkapnya dengan pikiran, maka sebenarnya Tuhan berkata ia belum memilikinya. Tuhan hanya bisa memberi kepada orang yang mempunyai. Ketika kita menerima firman dengan roh kita, maka kita akan memiliki firman sehingga ketika firman lain datang kita telah mempunyai firman di dalam roh kita sehingga Tuhan bisa memberikan firman lebih banyak lagi. Itu sebabnya kita harus memperhatikan cara kita mendengar. Prinsip: Cara kita mendengar menentukan apakah kita memiliki firman atau tidak. Orang yang sudah mempunyai akan lebih banyak diberi, tapi orang yang tidak mempunyai, kepadanya akan diambil, bahkan apa yang ia anggap ada padanya akan diambil daripadanya. Tuhan akan lebih banyak berbicara kepada orang yang dengan mudah menerima firman-Nya.


3. Hati kita akan terkondisi menjadi tanah hati yang baik dan selalu bisa memercayai apa pun yang Tuhan katakan.
Ketika kita terus belajar meresponi firman dengan roh kita walaupun kita belum memahaminya, tanpa sadar kita sedang mengkondisikan hati kita menjadi tanah hati yang baik sehingga tiap Tuhan taburkan firman, itu akan bertumbuh dan menghasilkan buahnya seratus kali lipat. Itu terjadi karena kita menangkap Roh dan hidup dari firman itu, dan Roh Kudus bekerja dalam hati kita.


Jika kita terus memfilter firman, maka lama-kelamaan pikiran kita akan mengkristal dan akhirnya kita akan menjadi penentang firman (2 Timotius 3:1-4). Secara lahiriah menjalankan ibadah, tapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, September 22, 2008

22 September 2008

Tindakan iman yang kita lakukan dengan membawa kepada-Nya orang-orang yang membutuhkan mujizat akan menarik perhatian-Nya untuk bertindak melawat mereka yang membutuhkan jamahan-Nya demi kita.

The act of faith that we do by taking those who are in need of miracles to Him will draw His attention to come and touch them.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, September 21, 2008

21 September 2008

Banyak orang membutuhkan jamahan Tuhan; kadangkala mujizat mereka justru ditentukan oleh kesediaan kita untuk membawa dan mempertemukan mereka dengan Yesus (Markus 2:1-12).

Multitudes of people need the touch of God; however, there are times where the people's miracle is determined by our willingness to bring them to Jesus (Markus 2:1-12).

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, September 20, 2008

20 September 2008

Kesaksian hidup yang kita alami dalam sebuah ibadah yang dibagikan kepada orang lain akan memberikan pengharapan bagi mereka yang membutuhkan jamahan-Nya (Yohanes 1:35-51).

Our testimony of the miracles we receive in a service will bring hoe to those who are in need of His touch (John 1:35-51).

[+/-] Selengkapnya...

Friday, September 19, 2008

19 September 2008

Dalam sebuah ibadah yang penuh pengurapan, perkataan iman yang kita ucapkan maupun puji-pujian yang kita jadikan sebagai deklarasi akan mengaktifkan pekerjaan Roh dan membuka sorga dalam hidup kita (Kisah Para Rasul 16:24-26).

In an anointed service, the declaration of our faith through our words and praises will activate the works of the Holy Spirit and open the heavens over our lives (Acts 16:24-26).

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, September 18, 2008

18 September 2008

Dalam sebuah ibadah yang diurapi, orang yang mau menggerakkan tangan imannya untuk menjamah Yesus pasti akan melihat mujizat terjadi (Matius 14:34-36).

In an anointed service, anyone who reaches out with his faith to touch Jesus will see miracles (Matthew 14:34-36).

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, September 17, 2008

17 September 2008

Waspadainya penerimaan informasi yang tidak jelas atau tidak lengkap. Kadangkala kesalahpahaman jauh lebih berbahaya dari ketidaktahuan.

Guard yourself from any ambiguous information; misunderstanding (misinterpretation) is more destructive than ignorance.

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, September 16, 2008

16 September 2008

Ketekunan untuk mengubah cara berpikir kita sesuai dengan firman-Nya suatu saat akan dapat menopang dan menguatkan roh kita ketika sedang lemah.

Our consistency to renew our minds according to His Word will support and strengthen our spirit in times of weakness.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, September 15, 2008

15 September 2008

Kadangkala Tuhan menyatakan kedaulatan (penghukuman)-Nya untuk membela pemimpin yang sudah Ia tetapkan, agar peristiwa itu dapat menjadi peringatan bagi banyak orang (Bilangan 16-17).

Sometimes God releases His sovereignity (judgment) to preserve His appointed leaders so it can be a warning to the people (Number 16-17).

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, September 14, 2008

Posisi Rohani

Pertanyaan di dunia roh “Siapakah kamu” harus dijawab dengan posisi rohani yang kita miliki. Tanpa memiliki posisi rohani, maka kita akan dipertanyakan.

Posisi rohani sangat penting untuk kita miliki, karena:

1. Posisi rohani akan membuat kita bebas dari pergumulan yang selama ini membebani hidup kita.

Banyak orang Kristen yang tidak mengerti tentang posisi rohani dan memiliki posisi rohani sehingga mereka terus bergumul dengan masalah.Masalahnya bukan berapa besar pergumulan atau musuh kita, tapi masalahnya berapa besar posisi rohani kita. Daud tidak memikirkan cara mengalahkan Goliat, dia hanya maju berperang, sedangkan bangsa Israel hanya berfokus pada masalah. Jangan kita fokus kepada musuh, tapi fokuskan untuk meningkatkan posisi rohani. Tanpa posisi kita akan terus bergumul.


Contoh: Dalam sebuah perusahaan: office boy - staff - manager - direktur --> lebih bergumul mana? Office boy lebih bergumul daripada direktur. Itu disebabkan karena perbedaan posisi.


2. Posisi rohani akan membuat hidup kita menjadi jauh lebih mudah.

Hidup direktur akan jauh lebih mudah daripada office boy karena posisinya lebih tinggi. Pelayanan menjadi hal yang sulit dan berat karena posisi rohaninya rendah. Dengan posisi rohani, kita akan dengan mudah melakukan apa pun yang Tuhan inginkan. Orang yang punya posisi rohani melakukan sesuatu secara natural, tapi hasilnya supranatural. Daud cuma datang dengan ali-ali, semua orang Israel bisa melakukan itu, tapi jika mereka melakukannya belum tentu hasilnya sama. Masalahnya bukan apa yang dilakukan tapi siapa yang melakukannya. Ketika kita punya posisi, pelayanan dan hidup kita akan ringan. Menghadapi penyakit dan pekerjaan akan jauh lebih mudah. Mengapa bisa mudah? Karena orang yang memiliki posisi akan memiliki fasilitas. Tuhan menyediakan fasilitas secara rohani sehingga apa pun yang kita lakukan menghasilkan hasil yang supranatural. Seorang yang bertindak dari posisi tertentu akan dapat melakukan sesuatu dengan mudah. Bangsa Israel meruntuhkan tembok Yerikho hanya dengan berkeliling dan bersorak-sorai. Itu terjadi karena posisi rohani. Gideon mengalahkan Midian dengan meniup sangkakala dan memecahkan buyung. Semuanya natural tapi dampaknya supranatural.


3. Posisi rohani akan membuat kita dapat mewujudkan apa yang seharusnya diwujudkan.

Seorang office boy memiliki banyak impian untuk diwujudkan, tapi tidak punya kemampuan untuk mewujudkannya. Itu semua terjadi karena posisi. Ada banyak orang Kristen yang punya mimpi, kerinduan, dan benih ilahi dari Tuhan, tapi tak ada satupun yang bisa diwujudkan. Itu terjadi karena tidak memiliki posisi. Untuk mewujudkan semua itu kita memerlukan posisi rohani. Yusuf, walaupun dia seorang budak, tapi karena posisi rohaninya di hadapan Tuhan, maka dia dapat mewujudkan mimpinya. Semua impian kita tidak akan pernah terlahir tanpa adanya posisi rohani. Fokuslah untuk meningkatkan posisi rohani di hadapan Tuhan.


Tuhan secara khusus telah menyediakan posisi rohani bagi kita untuk duduk setahta dengan Dia dan memerintah dari sorga dengan otoritas ilahi-Nya (Wahyu 3:21).


Beberapa prinsip untuk meningkatkan posisi rohani:

1. Posisi rohani bisa diterima melalui impartasi.

Posisi rohani bisa didelegasikan/diwariskan untuk orang-orang di bawahnya. Ketika kita menerima impartasi, posisi kita naik, tapi masalahnya beberapa minggu kemudian posisi itu turun. Itu terjadi karena mereka tidak tahu cara mempertahankannya. Ketika kita menerima impartasi, posisi itu belum menjadi milik yang permanen. Ada bagian-bagian yang harus kita lakukan sehingga posisi itu menjadi permanen. Kita harus menjadi orang Kristen yang bertanggungjawab secara rohani. Setiap posisi rohani yang telah kita terima tidak boleh kita sia-siakan, tapi harus dipertahankan. Setiap posisi memiliki tugas yang berbeda, itu sebabnya ketika kita ada di posisi itu, kita harus bertindak setingkat dengan posisi itu. Cara hidup seorang direktur berbeda dengan office boy. Yang membuat posisi kita turun lagi adalah karena kita tidak memiliki cara hidup seperti posisi tersebut. Prinsip: pengurapan tertentu membutuhkan gaya hidup tertentu. Bangun hubungan yang akurat dengan orang yang telah mengimpartasikannya.


2. Posisi rohani ditentukan oleh kualitas persekutuan kita dengan Bapa (Yoh. 15:7, 15-16).

Banyak orang Kristen frustrasi dengan ayat di atas karena apa pun yang mereka minta tidak mereka terima. Itu semua terjadi karena posisi rohani mereka. Kita akan sampai pada suatu level di mana apa pun yang kita minta, akan kita terima. Syaratnya: jika kita tinggal di dalam Dia dan firman-Nya tinggal di dalam kita. Ini bicara soal persekutuan. Sedalam persekutuan yang bisa kita bangun dengan Bapa, sejauh itulah posisi itu kita miliki. Sejauh mana kita menyatu dengan Dia, bukan banyaknya kita berdoa. Prinsip: Kualitas persekutuan kita ditentukan oleh dimensi pewahyuan yang telah bekerja dan menguasai hidup kita. Sebanyak firman telah bekerja dan menguasai hidup kita, sejauh itulah posisi rohani yang dapat kita miliki. Titik penghubung yang membuat kita bisa menerima impartasi posisi rohani adalah pewahyuan firman. Kalau kita ingin mempertahankan itu, kita harus bawa pulang titik penghubungnya (pewahyuan firman), lalu bersekutu dengan pewahyuan firman itu. Sebanyak firman yang telah hidup dalam diri kita, sejauh itulah persekutuan kita dengan Tuhan. Kita hanya bisa membangun persekutuan di atas firman yang hidup dalam kita.


Contoh: Yosua menghentikan matahari (Yos. 10:12-14). Yosua punya posisi rohani di hadapan Tuhan karena pewahyuan firman kepada dirinya (Yosua 5:13-14). Tuhan mewahyukan diri-Nya kepada Yosua. Yosua tidak mengenalinya karena ini adalah dimensi pewahyuan baru baginya bahwa Dia adalah Panglima Bala Tentara Tuhan.


3. Posisi rohani ditentukan oleh saldo kobaran roh yang kita miliki.

Di dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari, kita harus memiliki kobaran roh. Masalahnya kobaran roh selalu dipakai dan tersedot untuk menghadapi hidup ini. Itu sebabnya kita harus menghasilkan kobaran roh yang lebih dibandingkan yang dipakai. Itu sebabnya saldo kobaran roh kita lebih penting daripada berapa banyak kobaran roh yang pernah ada. Contoh: posisi sosial seseorang ditentukan dari berapa saldonya di bank daripada berapa banyak uang yang pernah dia miliki. Saldo kobaran roh yang kita miliki menentukan tingkat posisi rohani kita.


4. Posisi rohani ditentukan oleh level ketaatan yang sudah terbangun dalam hidup kita.

Di samping kobaran roh, level ketaatan juga menentukan posisi rohani kita. Abraham dikenal sebagai sahabat Allah karena dia taat. Kita bisa saja mengalami banyak mukjizat, tapi jika kita tidak taat, itu tidak membuat posisi rohani kita semakin meningkat. Kita harus memastikan ketaatan kita bertumbuh di hadapan Tuhan. Ketika Yesus dibaptis air, langit terbuka, dan dikatakan “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan” (Matius 3:16-17). Ini terjadi karena ketaatan Yesus. Semakin level ketaatan kita bertumbuh di hadapan Tuhan, semakin kita tidak memerlukan publikasi, karena Tuhanlah yang akan mempublikasikannya. Belajarlah berjalan di pimpin roh, berpikir dan bertindak dalam roh. Hanya percaya pada apa yang Dia katakan. Ketaatan tidak ditentukan pada apa yang kita ketahui, tapi justru pada apa yang tidak ketahui. Jika kita tidak tahu hasilnya, tapi tetap bisa percaya, maka itulah ketaatan yang sejati. Ketika kita melakukan tindak ketaatan, kita tidak perlu menanyakan alasannya. Seorang yang taat tidak banyak bertanya. Orang yang taat tidak mempedulikan hasil, tapi memperhatikan perintah dan arahan-Nya. Ketaatan akan membuat hidup kita selalu menang. Ketika kita kalah, itu adalah saat di mana kita tidak taat. Musuh sebesar apa pun dapat kalahkan jika kita taat, tapi musuh sekecil apa pun tidak akan dapat kita kalahkan jika kita tidak taat.


Roma 5:17 berkata, “Lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan bisa hidup dan memerintah seperti para raja memerintah” (amplified).

[+/-] Selengkapnya...

14 September 2008

Seseorang yang memang ditunjuk Tuhan untuk berfungsi sebagai seorang pemimpin pasti akan selalu melihat pembelaan Tuhan atas dirinya di tengah segala kontroversi yang ada.

A leader appointed by God will always see God's covering in the midst of the controversies he has to face.

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, September 13, 2008

13 September 2008

Suatu aktivitas pelayanan yang dikerjakan dengan sikap hati yang salah justru akan mengubah sifat dasar pelayanan tersebut menjadi suatu momok yang dapat menelan sang pelayan Tuhan itu sendiri.

A ministry that is carried out with a wrong motivation will automatically alter the nature of the ministry that eventually will destroy the minister himself.

[+/-] Selengkapnya...

Friday, September 12, 2008

12 September 2008

Kita dapat meningkatkan kualitas hidup yang kita miliki dengan mengetahui dan bertindak untuk membenahi setiap alasan yang mendorong kita melakukan atau mengucapkan sesuatu.

By evaluating and aligning our motivation of speech and action, we are heading toward excellence.

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, September 11, 2008

11 September 2008

Perenungan, pengevaluasian diri, dan perencanaan untuk menata ulang hidup kita agar sesuai dengan prinsip firman dapat menjaga diri kita dari segala bentuk stres.

Meditation, self-evaluation, and planning to re-define our life according to the Word will keep us from all kinds of frustration.

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, September 10, 2008

10 September 2008

Stres atau tekanan hidup selalu disebabkan karena tidak adanya keteraturan ilahi dalam salah satu area kehidupan orang percaya (1 Samuel 16:14-23).

Frustration happens due to the absence of divine order in one or more areas of a believer's life (1 Samuel 16:14-23).

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, September 9, 2008

9 September 2008

Orang yang memiliki destiny ilahi menerima tuntutan yang lebih dibandingkan mereka yang hidup tanpa destiny yang jelas. Tujuan dari tuntutan itu bukanlah untuk membatasi kehidupannya, tetapi justru menjaga dan memastikan agar orang yang bersangkutan dapat mencapai destiny yang sudah ditetapkan baginya.

Once we discover our God-given destiny, there is higher demand we need to fulfill. The purpose of the demand is not to restraint but to guard and help us reach our destiny.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, September 8, 2008

8 September 2008

Orang yang memiliki tekad dan gairah rohani yang tinggi untuk bertumbuh dalam Tuhan membutuhkan seorang pemimpin yang kuat dan handal untuk memberi arahan dan pendisiplinan.

Passion and determination are two important elements for spiritual growth; however, without a strong and skillfull leader to direct and discipline us, we will never reach our maximum potential. A man with passion and determination to grow in the Lord needs a strong and skillfull leader to direct and discipline him.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, September 7, 2008

TIGA PERTANYAAN DALAM DUNIA ROH

Efesus 6:10-13

Peperangan kita yang sesungguhnya tidak terjadi di alam fisik ini, tapi ada dalam dunia roh. Peperangan kita bukan melawan oknum-oknum yang kelihatan, tapi yang tidak kelihatan. Banyak yang tidak menyadari ini sehingga banyak yang berperang di medan perang yang salah.


Kita harus menyadari bahwa kita ini makhluk roh yang memiliki jiwa dan tinggal di dalam tubuh. Keberadaan kita yang sesungguhnya ada di dalam roh kita. Ketika roh kita kuat, tubuh dan jiwa kita jadi kuat. Tubuh hanya memanifestasikan apa yang ada di dalam roh kita. Itu sebabnya penting bagi kita untuk terus berlatih bagaimana hidup dipimpin roh, berpikir menurut roh, berkata dan bergerak di dalam roh.


Ketika ada orang yang berkata-kata, perkataan itu memiliki roh di dalamnya. Kita perlu mengerti roh apa yang ada di balik kata-kata itu. Kalau yang dilepaskan adalah roh kepahitan, roh kita harus memiliki kemampuan untuk memfilter roh kepahitan itu. Jika roh kemarahan, kita bisa memasang filter untuk melenyapkan roh kemarahan. Kita perlu berpikir secara roh. Biasakan diri untuk berjalan dituntun Roh.


Kita perlu mengerti pola kerja dalam dunia roh. Kita harus menjadi pribadi-pribadi yang diperhitungkan dalam dunia roh. Dunia roh mengenal otoritas. Iblis mengenal dan menghormati struktur otoritas yang ada. Itu sebabnya mata uang dunia roh berbeda dengan dunia fisik. Kalau kita punya mata uang ini, maka kita akan diperhitungkan dalam dunia roh. Biarlah nama kita tidak hanya dikenal di surga tapi juga di neraka.


Bagaimana kita bisa diperhitungkan dalam dunia roh. Mata uang yang berlaku dalam dunia roh ada 3 pertanyaan. Kalau kita mengerti pertanyaan ini, maka kita akan diperhitungkan di dunia roh.


1. Anak siapakah engkau? (1 Sam. 17:55-58)

Pertanyaan pertama yang akan ditanyakan dalam dunia roh adalah “Anak siapakah engkau?” Ketika Daud berhadapan dengan Goliat dan mengalahkan Goliat, yang ditanya oleh Saul adalah anak siapakah Daud. Pertanyaan yang harus kita yakini adalah siapakah bapa kita. Diperhitungkan atau tidaknya kita tergantung dari siapakah bapa kita. Kalau bapa kita punya posisi rohani yang tinggi, maka kita akan diperhitungkan di dunia roh. Engkau diperhitungkan karena bapamu orang yang diperhitungkan. Siapa bapa rohanimu sangat menentukan hidup kita dalam dunia roh. Ex.: Anak Presiden akan diperlakukan berbeda. Itu sebabnya kita harus dengan bisa yakin menjawab siapa bapa kita ketika ditanya, tidak bisa berbohong.


Ketika kita ada di dalam dunia roh, kita perlu punya bapa yang punya posisi di dunia roh. Bagaimana kita bisa tahu seorang bapa memiliki posisi rohani yang tinggi? Perhatikan apa yang dia katakan, kalau yang dia katakan terjadi, maka artinya dia punya otoritas/posisi. Dalam dunia roh kita bisa memilih bapa rohani, tapi harus punya DNA yang sama. Kalau kita mengaku anak, tapi DNA-nya berbeda, maka Anda bukan anak, cuma mengaku anak. Kita tidak bisa berbohong di dunia roh karena di dunia roh tidak ada yang samar-samar, yang ada hanyalah kepastian. Iman bergerak dalam dunia roh, bukan dunia fisik, itu sebabnya iman punya kepastian. Dunia roh bergerak menurut hukum, dan semua akan berjalan seperti hukum yang telah ditetapkan.


Kita perlu menyelaraskan DNA kita dengan bapa rohani dengan menyelaraskan pikiran dan roh kita dengan dirinya.


2. Siapakah engkau? (Kis. 19:13-16)

Ada imam Yahudi yang bernama Skewa yang memiliki tujuh anak. Mereka melihat Paulus mengusir setan dalam nama Yesus. Lalu mereka adopsi ‘mantera’ Paulus. Mereka berkata, “Dalam nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.” Kita tidak bisa berhadapan dengan iblis menggunakan pewahyuan orang lain, tapi harus dari pewahyuan langsung. Ketika kita berhadapan dengan musuh, status kita selalu akan dipertanyaan Siapa kita artinya apa posisi kita dalam dunia roh.


Orang yang punya posisi rohani akan dikenal oleh iblis. Mereka tahu struktur otoritas sehingga mereka tidak bisa macam-macam. Anak-anak Skewa tidak punya otoritas di atas iblis sehingga mereka dikalahkan. Jadi di samping kita harus tahu posisi rohani bapa rohani kita, kita juga harus tahu posisi rohani kita di dunia roh. Contohnya: walaupun kita anak Presiden tapi kalau blo’on tetap tidak diperhitungkan. Kalau dia bersama bapanya, mungkin dia diperhitungkan, tapi kalau sendirian dia akan tetap dipertanyakan. Bapanya memang berkualitas, tapi anaknya tidak berkualitas. Seorang bapa yang berkualitas sudah selayaknya memiliki anak yang berkualitas. Jangan hanya bergantung pada bapa kita terus. Kalau kita hanya menempel terus dengan bapa kita, tapi tidak mau membangun manusia roh dan meningkatkan posisi rohani kita sendiri, maka kita tidak akan bisa melayani dengan kapasitas yang sama seperti ketika kita bersama bapa kita. Lama kelamaan orang akan tahu kita ini tidak punya posisi rohani. Musuh akan mengetahuinya dan akan menggocoh kita ketika tidak ditemani bapa kita.


Bagaimana kita tahu posisi rohani kita? Perhatikan apa yang kita katakan, jika apa yang kita katakan terjadi, maka artinya posisi kita tinggi. Kalau kita punya otoritas, maka semua yang ada di bawah otoritas kita akan berusaha menggenapi apa yang kita katakan. Dengan semakin banyak ucapan kita yang terjadi, artinya posisi kita makin tinggi. Masalahnya bukan apa yang dikatakan, tapi siapa yang mengatakannya. Masalahnya bukan apa yang dilakukan, tapi siapa yang melakukannya. Ketika Musa mengedangkan tangan, laut terbelah. Dia punya posisi rohani, sehingga ia menjadi wakilnya Tuhan di dunia ini. Kita bisa mengadopsi kata-kata orang yang memiliki posisi rohani, tapi ketika kita yang mengatakannya, kata-kata kita tidak berdampak karena kita tidak memiliki posisi rohaninya. Perkataannya mungkin sama, tapi karena posisinya tidak ada, maka tidak menghasilkan apa-apa. Jangan melatih ‘mantera’ tapi bangunlah posisi rohani. Ketaatan akan menumbuhkan otoritas. Semakin kita taat pada firman-Nya, posisi rohani kita akan terus meningkat. Kalau kita menjadi orang yang diperhitungkan di alam roh, maka kita tidak akan mengalami kesulitan di dunia fisik. Kalau kita bisa meraih kemenangan di dunia, kita akan menang di dunia fisik. Seseorang yang sudah menang di alam roh, tidak akan kalah di alam fisik. Daud bukan hanya tahu posisi rohani bapanya tapi juga posisi rohaninya (I Sam. 17:32-37).


3. Dengan otoritas manakah engkau diutus? (Kis. 4:7-10)

Ketika kita masuk ke dunia, di dalam dunia roh kita akan ditanya dari otoritas mana. Kalau kita diutus dengan posisi yang lebih rendah dari dunia roh, maka kita akan terlibas di sana. Dunia roh memperhitungkan korporasi. Contohnya: Seorang polisi bertindak dengan otoritas lembaga kepolisian, jika seorang melawan dia, artinya melawan seluruh lembaga kepolisian. Dia bertindak tidak dan otoritasnya sendiri, tapi dari otoritas kepolisian RI. Ini bicara tentang, darimanakah kita diutus ke dunia sekuler? Itu sebabnya, di mana kita tertanam dalam sebuah gereja local, itu sangat menentukan. Kalau kita tertanam di sebuah gereja yang lemah, ketika kita terjun ke dunia sekuler, kita memiliki otoritas yang lemah. Karena itu jangan pernah terjun ke dunia sekuler atas nama pribadi kita. Pastikan kita diutus oleh gereja yang memerintah. Korporasi selalu memiliki otoritas yang lebih besar dari otoritas pribadi. Di gereja mana kita terhisap sangat menentukan hidup kita.


Korporasi itu menyangkut Undang-Undang. Hukumnya kuat. Ingat, dalam dunia roh hukum sangat diperhitungkan. Kalau dalam dunia roh kita diutus oleh gereja yang memerintah, kita akan diperhitungkan. Sebuah gereja yang memerintah adalah wakil surga di muka bumi ini. Dan gereja itu diberikan ijin untuk memproduksi anak-anak kerajaan untuk ditaburkan di dunia. Kalau produksinya tidak sama, maka ijinnya akan dicabut. Itu sebabnya gereja yang memerintah akan berusaha untuk menanamkan benih-benih surga sehingga jemaatnya memiliki nilai-nilai kerajaan surga dan menghidupi nilai-nilai itu, sehingga dapat menggarami dunia dengan nilai-nilai kerajaan. Setiap keputusan yang dibuat akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat.

[+/-] Selengkapnya...

7 September 2008

Tekad dan ketekunan untuk terus menyelaraskan kualitas roh yang kita miliki sesuai dengan prinsip kebenaran membuat kita tidak perlu lagi berputar-putar di padang gurun rohani.

Our persistence to bring our spirit in line with the truth is the exit door from the spiritual dessert.

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, September 6, 2008

6 September 2008

Terkadang Tuhan tidak bisa membawa kita langsung kepada destiny kita karena sikap hati yang kita miliki, sehingga Ia sengaja membawa kita berjalan melingkar dan mengalami banyak hal demi mengubah sikap hati yang salah tersebut.

Our wrong attitude and motivation may cause God to lead us through another circle before we can set our foot in His destiny in order to change such attitude and motivation.

[+/-] Selengkapnya...

Friday, September 5, 2008

5 September 2008

Pemahaman terhadap setiap petunjuk dan arahan firman Tuhan akan memberikan rasa aman dan damai sejahtera dalam hidup kita, segala pergumulan kitapun akan berhenti begitu saja.

Our understanding of God's direction and instruction will bring security and peace in our lives and at the same time, we cease from all strives.

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, September 4, 2008

4 September 2008

Kemampuan yang kita miliki untuk dapat membaca dan memahami setiap arahan dan petunjuk yang Tuhan berikan akan menghindarkan kita dari berbagai pergumulan yang tidak perlu.

The ability to read and understand every direction and instruction from God will keep us from unnecessary problems.

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, September 3, 2008

3 September 2008

Kadang Tuhan mengijinkan tantangan datang dalam hidup kita bukan untuk memberi kita kesempatan untuk mendemonstrasikan kuasa tetapi hanya untuk melatih kedewasaan kita dalam bersikap.

The challenge that God sometimes allows in our lives is not for us to demonstrate His power but to exercise our maturity.

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, September 2, 2008

2 September 2008

Kebenaran dan ketulusan semakin langka, namun itulah yang dicari oleh banyak orang. Untuk dapat membawa perubahan di komunitas, kita bertanggungjawab untuk menghadirkannya.

Righteousness and genuineness are very rare in these present days. However, in order to bring change in our community, we are responsible to present both elements.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, September 1, 2008

1 September 2008

Sikap hati yang kita miliki saat menghadapi tantangan sangat menentukan menang atau kalahnya kita. Karenanya, pastikanlah sikap hati kita itu dibangun di atas kebenaran.

Our attitudes in the midst of trial will determine our victory; that is why we need to build our lives on the Word.

[+/-] Selengkapnya...