Subscribe

RSS Feed (xml)

Google
Photobucket

Thursday, July 30, 2009

Bebaskan Dirimu dari Ketakutan

Pertama-tama, saya ingin mengingatkan kepada anda bahwa ketakutan bukan berasal dari Allah. Ketakutan berasal dari si setan. 2 Timotius 1:7 berkata, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.” Setiap kali Anda merasa ketakutan dalam hidupmu, itu adalah manifestasi dari kerajaan kegelapan. Ketakutan adalah salah satu roh yang akan mengikat Anda. Saya sering mengatakannya dalam pengajaran saya bahwa ketakutan adalah “roh yang utama” atau roh yang iblis gunakan untuk mengatur kehidupan anak Allah dan membuat mereka tidak lagi tunduk kepada “Tuan yang sebenarnya”, yaitu Yesus Kristus.


Banyak orang yang tidak pernah menggenapi rencana Allah dalam hidup mereka, hanya karena setiap kali mereka mencoba untuk maju, iblis menggunakan ketakutan untuk menghentikan mereka. Apakah ketakutan juga menghentikan Anda? Iblis menggunakan ketakutan untuk menghalangi orang Kristen menikmati hidup yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Menurut 1 Yohanes 4:18, ketakutan mengandung hukuman (siksaan), dan Anda pasti tidak akan dapat menikmati hidup sementara Anda mengalami hukuman (siksaan) pada saat yang sama.


Saya mau mendorong Anda untuk melihat apa saja yang Anda takuti. Apakah yang Anda takuti? Apakah ada suatu bidang dalam hidupmu yang menjadi kacau karena ketakutan? Iblis selalu memberikan ketakutan untuk melawan kita pada waktu-waktu dalam hidup kita. Ini adalah senjatanya yang paling ampuh - bukan senjata yang kecil, juga bukan pistol, melainkan sebuah meriam. Yang harus kita semua pelajari adalah bagaimana “tidak takut kepada ketakutan”. Iblis memberikan ketakutan, tetapi Anda harus memilih untuk tidak tunduk kepadanya. Daud berkata dalam Mazmur, “Ketika aku takut aku ini percaya kepada-Mu”. Saya percaya, kita dapat yakin pada kenyataan bahwa Allah memimpin Anda untuk keluar dari suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baru atau ketika Ia memimpin Anda untuk membuat komitmen yang lebih besar, anda pasti (kemungkinan besar) akan merasa takut. Namun, jika Anda yakin bahwa itulah yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan, percayalah kepada Tuhan dan terus maju.


Setiap hari kita memiliki pilihan apakah mau “dipimpin oleh pikiran” atau mengikuti pimpinan roh. Iblis memberikan ketakutan dalam pikiran dan emosi Anda. Secara fisik Anda akan terguncang tetapi dengarkanlah suara rohmu. Biarkan Roh Kudus memimpinmu. Jangan takut kepada ketakutan itu, dan ketika Anda takut percayalah kepada Dia.


Beberapa ketakutan yang umum adalah: takut kekurangan, kematian, kesepian, sakit, takut kepada manusia, takut kepada pemerintah, komitmen, takut pada ketinggian, takut pada kuman-kuman penyakit, takut pada ruangan sempit, pesawat, mengendarai mobil, anjing, kucing, burung, dll. Takut gagal, takut salah, takut ditolak, takut ditertawakan, takut kelebihan berat badan, takut untuk menikah, bahkan takut kalau-kalau dia terlalu menarik (attractive), dan takut kalau-kalau ia akan berbuat dosa. Takut akan masa lalu, dan takut akan masa depan. Kelihatannya daftarnya tidak berakhir. Kita dapat pergi ke perpustakaan dan dapat menemukan daftar ketakutan (phobias). Semuanya ada 4 halaman panjang dan sangat terperinci. Bahkan itu termasuk phobaphobia, yaitu takut kalau akan mengalami ketakutan.


Hal ini lebih lagi meyakinkan saya betapa kerasnya iblis bekerja dalam bidang ini. Alkitab berkata, “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau.” Saya percaya Allah bekerja secara lembut bersama kita dalam bidang-bidang kehidupan kita untuk membawa kita lepas dari keterikatan kepada kemerdekaan. Untuk orang-orang yang selalu takut akan sesuatu, dan rindu untuk dibebaskan, waktunya akan tiba ketika Anda harus menghadapi ketakutan dan tidak melarikan diri darinya. Anda dapat melakukannya. Pegang tangan Yesus dan sadari bahwa Dia bersama Anda. Jika Anda takut kepada orang yang memiliki otoritas, waktunya akan tiba ketika Anda harus menghadapi figur kepemimpinan dan tidak lagi dibawah ketakutan. Allah akan mengatur waktunya. Dia tetap akan ada di sana, namun anda harus memilih apakah akan “menghadapinya” atau “melarikan diri” darinya.


Jika Anda ada di salah satu persimpangan ini dalam hidupmu, saya ingin mendorong Anda untuk terus maju. Jangan diam saja dalam serangan ketakutan, pegang tangan-Nya dan maju terus. Ingat, ketakutan menyiksa dan Tuhan ingin membebaskan Anda harus semua ketakutanmu.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, October 19, 2008

POSISI HUKUM YANG TEPAT DI HADAPAN TUHAN

Lukas 18:1-8

Seringkali orang-orang Kristen berdoa dengan tidak jemu-jemu, tapi mereka mendapati doa mereka tidak menghasilkan. Pada akhirnya mereka menjadi kecewa. Kesalahannya adalah: perumpamaan Yesus ini tidak ditekankan oleh doa yang tidak jemu-jemu. Doa yang tekun tidaklah salah, tapi masalahnya doa ini harus dibangun di atas dasar kehidupan. Pada dasarnya doa kita didasarkan atas kehidupan kita. Janda itu akhirnya mendapatkan keadilan itu. Masalahnya bukan hanya karena janda itu mengetuk setiap hari. Sebenarnya ada suatu hukum di sana. Yang menyebabkan janda ini mendapatkan apa yang seharsnya dia dapatkan karena posisi hukumnya tepat. Seringkali banyak orang Kristen berdoa dengan jemu-jemu tapi tetap tidak mendapatkan hasil karena posisi hukumnya kurang tepat. Kalau posisi hukum kita tepat di hadapan Tuhan, maka semuanya dapat direalisasikan.


Kita harus punya posisi hukum yang tepat di hadapan Tuhan. Selama ini gereja menekankan Allah adalah Bapa yang baik yang selalu peduli kepada kita. Itu memang benar, Tapi jangan lupa Dia juga Hakim. Dia adalah hakim yang adil. Hakim adalah seorang pribadi yang selalu bertindak berdasarkan hukum. Kita perlu mengerti cara kerja Tuhan sehingga kita dapat memperoleh apa yang telah disediakan Allah bagi kita melalui kematian Yesus. Tuhan tidak bisa bertindak di luar hukum-hukum yang ada. Kekristenan bicara tentang dunia rohani, dan dunia rohani selalu bergerak berdasarkan hukum. Itu sudah pasti karena hukum itu mutlak. Kalau kita mengerti hukum-hukum dunia roh dan hidup berdasarkan hukum-hukum yang ada, maka hasilnya sudah pasti. Jadi sebetulnya yang kita butuhkan bukanlah doa dari hamba Tuhan, tapi kita harus membetulkan posisi kita. Ketika posisi kita tepat maka semuanya pasti terjadi. Kita akan menerimanya secara otomatis. Jadi posisikan diri kita dengan tepat secara hukum.


Mengapa Janda ini bisa menerima dari hakim itu, padahal hakim itu lalim dan tidak mengenal Tuhan. Secara normal, bisakah seorang janda mengganggu seorang hakim siang dan malam? Tidak bisa. Perhatikan di ayat 6, Tuhan berkata camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu. Bacalah ayat 4-6. Hakim itu berkata daripada ia “menyusahkan aku.” Bisakah seorang janda lemah bisa menyusahkan hakim? Jadi mengapa hakim itu bisa merasa susah. Bisakah seorang janda lemah menyerang hakim? Secara logika tidak mungkin, tapi itu bisa terjadi jika janda itu benar secara hukum. Janda itu benar secara hukum, jadi ia bisa menuntut hakim itu. Begitulah cara kerja Tuhan. Jika kita benar secara hukum, maka Tuhan pasti akan menolong kita (ayat 7 – orang yang posisinya benar secara hukum).


Kalau posisi kita tidak benar secara hukum, Tuhan tidak bisa menjangkau hidupmu. Itu sebabnya Tuhan memberikan perumpamaan lainnya di Lukas 18:9-14. Banyak orang tidak cara berinteraksi dengan hakim sehingga merasa dirinya benar, padahal mereka salah. Hukum tidak berlaku berdasarkan perasaan atau kebenaran diri sendiri atau keadaan kita. Jadi kalau kita menerima yang buruk, maka artinya hidup kita salah di hadapan Tuhan. Kita tidak bisa dibenarkan oleh Allah selama kita memakai kebenaran kita sendiri. Sama halnya dengan janda itu.


Bukan berapa banyak kebenaran yang telah kita lakukan yang menentukan hidup kita di hadapan Tuhan, tapi berapa banyak kebenaran Tuhan yang telah hidup dalam diri kita, yaitu kebenaran yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita.


Yesaya 59:1-2 – Yang merupakan pemisah antara kita dengan Tuhan adalah kejahatan dan dosa kita. Dosa adalah pelanggaran hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Semua hukum Allah yang kita ketahui tapi kita langgar, artinya kita berdosa dan membuat kita terpisah dari Allah. Kejahatan: kita menginginkan atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Allah (Yakobus 4:1-4 – Ini adalah orang yang berdoa tapi berada di luar hukum Allah yaitu bersahabat dengan dunia.) Ini terjadi karena mereka punya banyak keinginan yang tidak sama dengan Allah. Itulah kejahatan.


Sebagian besar orang Kristen punya masalah hukum dalam hidup mereka dalam area keuangan dan tubuh (sakit penyakit, kesehatan). Masalahnya adalah hidup kita ini saling bergantung satu sama lain. Kalau ada area tertentu hidup kita yang tidak sesuai dengan hukum Allah, maka itu akan menjadi celah untuk iblis menggocoh hidup kita. Contoh: jika kita memiliki masalah dalam keluarga, maka akhirnya itu akan mengganggu ekonomi dan kesehatannya juga. Jadi karena satu area itu, maka area-area yang lain juga terkena. Itu sebabnya kita harus menegakkan hukum-hukum Allah dalam segala area kehidupan kita.


Hukum Tuhan dalam area keuangan (Ibrani 13:5): Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Seringkali hanya ayat ini yang kita pegang, padahal sebelum itu ada hukumnya yaitu: jangan menjadi hamba Tuhan. Bagaimana kita bisa tahu apakah kita menjadi hamba uang atau tuan atas uang. Periksalah apakah kita yang mengatur uang, atau kita yang diatur uang. Kalau kita yang mengatur uang, artinya kita jadi tuan atas uang. Itu sebabnya Tuhan berkata cukuplah dirimu dengan apa yang ada padamu, artinya kita harus mengatur uang kita. Tuhan memberikan minimal cukup. Kalau kita terus taat, Ia akan memberikan yang melimpah.

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, October 7, 2008

DAMPAK MEMBANGUN HIDUP DI ATAS PEWAHYUAN FIRMAN

Matius 16:13-19

Dalam setiap level kerohanian kita, ada satu titik di mana kita harus mempertanggungjawabkan semua pewahyuan firman yang telah diberikan Tuhan, apakah sudah hidup dalam diri kita. Ada dua dampak yang terjadi jika kita membangun hidup kita di atas pewahyuan firman:


1. Alam maut tidak akan dapat menguasai kita.
Pintu gerbang neraka adalah pintu untuk memanifestasikan keadaan neraka di muka bumi ini. Jika di suatu daerah ada pintu gerbang neraka maka itu akan mudah termanifestasi dalam hidup kita.


Manifestasi pintu gerbang neraka itu adalah semua kesedihan, kekurangan, sakit penyakit. Jika kita tidak membangun hidup kita di atas pewahyuan firman, maka hidup kita akan dikuasai oleh gerbang neraka. Banyak orang yang membangun hidupnya atas dasar apa kata orang. Kita tidak bisa membangun hidup kita di atas kata orang dan atas pengalaman kita sendiri. Satu-satunya hal yang bisa menjadi dasar yang teguh adalah pewahyuan firman.


Sifat dari pewahyuan (Yesaya 55:8-13):
Pewahyuan Firman itu seperti hujan dan salju yang terus mengalir dan mencari tanah yang subur. Ketika ia mendapati tanah yang subur dan belum keras dan akan menyerap dan menyatu dengan tanah. Dia akan melewati tanah hati yang keras. Kehidupan rohani yang bertumbuh artinya memiliki kehidupan yang semakin kuat, tidak mudah teritimidasi lagi, tidak kuatir lagi, tidak takut lagi. Dan akhirnya menghasilkan buah: yaitu Kristus.


2. Kita akan memiliki kunci kerajaan sorga.
Apa yang terikat di bumi akan kita ikat di sorga, dan apa yang terlepas di bumi akan kita lepaskan di sorga. Apa maksudnya mengikat dan melepas? Artinya kita mendeklarasikan sesuatu sah atau tidak. Sah atau tidaknya sesuatu dalam hidup kita tergantung dari sah atau tidaknya menurut sorga. Misalnya: hidup dalam kekurangan itu tidak sah karena Tuhan telah melepaskan kita dari kutuk kemiskinan. Jadi menurut Tuhan kekurangan itu tidak sah, maka kita harus melepaskannya. Kita gunakan mulut kita untuk mendeklarasikan apa yang sudah dilepaskan kepada kita oleh sorga. Dengan melakukan ini, kita akan menghalau gerbang neraka dan membawa gerbang sorga ke dalam hidup kita. Hati-hatilah dengan mulut kita, karena kunci kerajaan sorga ada di mulut kita. Semua kemustahilan dalam hidup kita hanya dapat dibuka oleh kunci kerajaan sorga.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, September 28, 2008

PROSES TERBENTUKNYA EKLESIA

Matius 16:13-19

Sekali waktu Tuhan bertanya kepada murid-murid-Nya, siapakah Aku? Ada yang mengatakan Nabi Elia, ada yang mengatakan Nabi Yeremia, tetap Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Yesus mengatakan bahwa Simon berbahagia karena jawaban itu adalah pewahyuan yang berasal dari Bapa. Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”


Kata jemaat di ayat itu berasal dari kata Eklesia. Pada jaman Yesus, kekaisaran Roma menguasai suatu bangsa, dan mereka mengutus orang dari pusat (apostle). Orang ini ditugaskan untuk memilih orang-orang berpengaruh di masyarakat dan bersama-sama dengan orang ini mereka akan mengubah kota itu. Mereka menjadi Dewan Kota. Itulah yang disebut Eklessia. Tugasnya memikirkan nasib kota lalu membuat berbagai proyek untuk meningkatkan kesejahteraan kota tersebut menjadi lebih baik. Jadi ketika Yesus mengatakan gereja (Eklessia), maksudnya adalah Eklessia seperti jaman itu. Itu sebabnya kita tidak boleh membangun gereja yang biasa-biasa saja, harus sesuai dengan pikiran Tuhan.


Eklesia: Dewan musyawarah sorga yang dipilih dan dikumpulkan oleh Tuhan yang terdiri dari orang-orang terpandang dan berpengaruh dalam masyarakat yang diberikan tugas untuk mewujudkan agenda sorga.


Eklesia diciptakan untuk menjadi perwakilan sorga, sehingga melalui gereja Tuhan, agenda Tuhan diwujudkan. Jadi gereja tidak diciptakan untuk sekadar kumpul-kumpul, tapi supaya melalui gereja, sorga bisa dimanifestasikan. Dengan maksud agar dunia bisa menikmati sorga. Jadi fokuskan seluruh program kita untuk mewujudkan Eklesia.


Proses terbentuknya Eklesia

1. Tuhan memilih seseorang, membentuknya, dan memberikan pewahyuan firman kepadanya sampai orang ini menjadi kokoh kuat tak tergoncangkan di dalam Tuhan.

Ketika Simon Petrus menjawab pertanyaan itu, Yesus mengatakan dia berbahagia karena Simon mendapatkan pewahyuan dari Allah sendiri. Sebelum Simon mendapatkan pewahyuan tentang Tuhan, ia adalah ilalang, yaitu sesuatu yang mudah goyah dan tidak kokoh kuat sesuai arah angin. Tuhan tidak bisa membangun Eklessia di atas seorang pemimpin rohani yang masih plin-plan. Ini menggambarkan sikap Simon, perilaku tidak dipengaruhi oleh firman tapi oleh keadaan. Kita harus membangunnya di atas batu karang yang teguh, yaitu firman. Hanya orang yang dikuasai firmanlah yang akan menjadi kokoh kuat. Simon bisa berubah menjadi Petrus karena pewahyuan firman. Ketika ia merenungkan firman itu, zat-zat rohani bekerja dalam dirinya dan mengubahnya menjadi Petrus. Jadi untuk menjadi orang yang kokoh, kita harus menghidupi firman itu.


2. Setelah orang itu mengalami perubahan, maka Tuhan akan membawa orang tersebut untuk berhadapan dengan kekuatan neraka (Matius 4:1)

Setelah Ia diproses Tuhan, Yesus dituntun oleh Roh kepada iblis. Bagi seorang Petrus yang mengalami perubahan, Roh Kudus akan membawa dia kepada iblis untuk melatih dirinya untuk berperang. Seorang yang telah diubah oleh firman, kehidupan akan menjadi agresif, bukan dia yang diserang neraka, tapi dialah yang akan datang untuk menghancurkan gerbang neraka.


3. Tuhan akan memberikan semua fasilitas dan kemampuan untuk orang tersebut mewujudkan agenda sorga (Matius 16:19).

Apa yang sudah diikat oleh sorga akan kita ikat di dunia ini. Apa yang telah dilepas oleh sorga akan kita lepas di dunia ini. Ini artinya apa yang kita lihat di sorga sudah terjadi akan kita wujudkan di dunia ini. Tuhan memberi kita kunci kerajaan sorga sehingga kita bisa membuka pintu-pintu yang tertutup. Kita tidak perlu lagi ‘menggedor-gedor’ pintu sorga karena kita punya kuncinya. Itu sebabnya apa yang kita katakan akan terjadi. Orang yang telah berubah karena firman, apa yang ia katakan akan terjadi.


4. Tuhan akan mempertemukan kita dengan sekelompok orang yang mau mengikuti kita dan mewujudkan agenda sorga bersama-sama.

Eklesia tidak dibentuk dari seorang yang punya uang lalu membangun gereja, tidak. Eklesia terbentuk dari seseorang yang dibentuk Tuhan, lalu setelah hidup orang ini berubah, Tuhan membawa orang ini menghadapi gerbang neraka dan menghancurkannya dan mengalahkannya. Lalu dia mulai diberikan kunci kerajaan sorga, dia tidak lagi sibuk menghadapi neraka karena sudah bebas, dia sudah bisa melakukan hal-hal lainnya. Akhirnya Tuhan akan mempertemukan dia dengan orang-orang yang menghidupi firman yang sama. Lalu dari situlah akan terjadi sinergi dan itulah saatnya agenda sorga terwujud melalui gereja-Nya. Eklesia akan mulai dibangun di mana-mana yang dibangun di atas hidup kita. Ini waktunya gereja dibangun bukan atas dasar kebutuhan jemaat, tapi atas kebutuhan sorga.

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, September 24, 2008

DAMPAK JIKA MENANGKAP FIRMAN DENGAN ROH

Dalam sebuah kebaktian, ada orang-orang yang dengan mudah mengalami perubahan, sementara orang lain, yang menerima firman yang sama, tidak pernah mengalami perubahan. Mengapa itu bisa terjadi? Jika itu yang terjadi, itu bukan lagi tergantung dari pekerjan Roh Kudus atau si hamba Tuhan, tapi tergantung atau ditentukan oleh sikap hati dan respon orang tersebut terhadap pekerjaan Roh dan cara dia mendengarkan firman Tuhan. Jangan lagi meresponi ibadah dan firman dengan pikiran, tapi mulai belajar meresponinya dengan roh kita. Kita punya kecenderungan untuk lebih dahulu berusaha memahami apa yang Tuhan sampaikan, baru kemudian setelah berhasil memahaminya, barulah kita memutuskan untuk menerimanya atau tidak. Terjadi penyaringan oleh pikiran kita. Itulah sebabnya terjadi perbedaan dengan orang yang meresponi dengan rohnya. Yang benar adalah terima dulu dengan roh kita, baru kita berusaha memahaminya.


Cara kerja Tuhan adalah Tuhan menjamah roh orang tersebut terlebih dahulu, bukan tubuh atau pikirannya. Ada orang yang dijamah tubuhnya dan emosinya, tapi hidupnya tidak berubah karena rohnya tidak berubah. Perubahan harus dimulai dari dalam bukan dari luar. Karena itu kita harus punya sikap untuk menerima dalam roh dahulu. Kita harus berinteraksi dengan Roh Kudus dengan roh kita.


Banyak orang yang telah menerima firman, tapi tidak mengalami perubahan. Itu terjadi karena firman telah disaring dalam pikiran orang tersebut. Ketika kita terbiasa menerima segala pekerjaan Tuhan dengan roh kita, maka sifat dasar roh kita akan mengalami perubahan. Ketika sifat dasar roh kita mengalami perubahan maka hidup kita akan mengalami perubahan.


Ketika hamba Tuhan menyampaikan firman, dia menyampaikan firman dari sudut pandang Tuhan. Jadi jika kita menerima firman itu dari pikiran kita, maka kita tidak akan mengalami impartasi roh yang bekerja dalam hidup kita karena sudut pandang yang berbeda dengan Tuhan.


Kita dapat melihat perbedaan respon firman dari Zakaria dan Maria (Lukas 1:11-20). Malaikat membawa pesan firman Tuhan bahwa doanya sudah didengar. Secara logika, respon Zakaria seharusnya senang karena doanya dijawab, tetapi responnya malah tidak percaya dan bingung (ayat 18). Ini terjadi karena Zakaria berusaha memahami firman itu dari pikirannya. Bagaimana mungkin seorang wanita yang sudah tua melahirkan seorang anak? Ia jadi kehilangan firman itu. Akhirnya ia terus-menerus mengeluarkan kata-kata yang melemahkan dan dibuat bisu. Perkataan negatif Zakaria akan menggugurkan firman itu, itu sebabnya ia dibuat bisu.


Berbeda dengan respon Maria (Lukas 1:26-38). Malaikat berkata ia akan melahirkan anak laki-laki? Seharusnya responnya bingung karena belum pernah ada perawan melahirkan anak laki-laki. Tapi responnya adalah menerima firman itu (ayat 37). Maria menerima apa pun yang firman Tuhan katakan tanpa syarat. Maria sedang menerima pekerjaan Roh Kudus dengan rohnya bukan dengan pikiran. Beginilah caranya kita meresponi firman.


Yesus berkata bahwa rohlah yang memberi hidup dan perkataan-Nya adalah Roh dan hidup (Yohanes 6:63). Di dalam firman yang disampaikan, ada Roh dan hidup. Setiap kali hamba Tuhan menyampaikan firman, maka di balik firman yang disampaikan ada Roh dan hidup. Roh berbicara tentang sifat dasar. Kita seharusnya sibuk menangkap Roh dan hidup yang ada di balik firman itu, bukan memahami dengan pikiran kita. Ketika kita belajar untuk berkata “Amin” terhadap setiap kebenaran firman, maka kita akan terlatih menggunakan roh untuk menangkap firman. Hidup kita dapat mengalami perubahan ketika kita menangkap Roh dan hidup yang ada di balik firman.


Ketika kita mendengar khotbah tentang doa, kita tidak akan bisa memiliki kehidupan doa sampai kita dapat menangkap roh doa itu. Seharusnya aktivitas roh hamba Tuhan yang menyampaikan firman terjadi juga dalam roh kita. Sama seperti ketika Maria mengunjungi Elisabeth. Ketika Maria mengucapkan salam, bayi dalam rahim Elisabeth melonjak. Itu terjadi karena frekuensi roh Maria dan Elisabeth sama.


Dampak yang dihasilkan ketika kita menangkap firman Tuhan dengan roh kita:
1. Dengan cepat kita dapat menerima impartasi kehidupan roh yang ada di balik firman.
Ada impartasi kehidupan roh yang terjadi ketika firman disampaikan dan itu hanya bisa ditangkap oleh roh. Roh hanya bisa memanggil roh, bukan pikiran. Kita harus mengerti cara kerja Roh Kudus agar seluruh pekerjaan Roh yang tercurah dalam hidup kita dapat dimaksimalkan dalam hidup kita. Impartasi Roh inilah akan membuat kita dapat melakukan dan mewujudkan firman yang disampaikan. Impartasi Roh akan memberikan anugerah untuk kita bisa mampu melakukan firman.


2. Firman akan segera tertanam dalam hati kita dan akan kita alami dalam hidup kita.
Ketika kita meresponi firman dengan roh kita, tanpa sadar frekuensi roh kita semakin selaras dengan firman itu dan firman itu tertanam dalam hati kita dan tidak dapat tercabut lagi. Mungkin kita belum memahaminya, tapi sudah tertanam. Kalau firman sudah tertanam, dia akan bertumbuh dan berbuah.


Kita harus memperhatikan cara kita mendengar (Lukas 8:18). Ada orang yang merasa sudah memiliki firman, tapi karena menangkapnya dengan pikiran, maka sebenarnya Tuhan berkata ia belum memilikinya. Tuhan hanya bisa memberi kepada orang yang mempunyai. Ketika kita menerima firman dengan roh kita, maka kita akan memiliki firman sehingga ketika firman lain datang kita telah mempunyai firman di dalam roh kita sehingga Tuhan bisa memberikan firman lebih banyak lagi. Itu sebabnya kita harus memperhatikan cara kita mendengar. Prinsip: Cara kita mendengar menentukan apakah kita memiliki firman atau tidak. Orang yang sudah mempunyai akan lebih banyak diberi, tapi orang yang tidak mempunyai, kepadanya akan diambil, bahkan apa yang ia anggap ada padanya akan diambil daripadanya. Tuhan akan lebih banyak berbicara kepada orang yang dengan mudah menerima firman-Nya.


3. Hati kita akan terkondisi menjadi tanah hati yang baik dan selalu bisa memercayai apa pun yang Tuhan katakan.
Ketika kita terus belajar meresponi firman dengan roh kita walaupun kita belum memahaminya, tanpa sadar kita sedang mengkondisikan hati kita menjadi tanah hati yang baik sehingga tiap Tuhan taburkan firman, itu akan bertumbuh dan menghasilkan buahnya seratus kali lipat. Itu terjadi karena kita menangkap Roh dan hidup dari firman itu, dan Roh Kudus bekerja dalam hati kita.


Jika kita terus memfilter firman, maka lama-kelamaan pikiran kita akan mengkristal dan akhirnya kita akan menjadi penentang firman (2 Timotius 3:1-4). Secara lahiriah menjalankan ibadah, tapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, September 22, 2008

22 September 2008

Tindakan iman yang kita lakukan dengan membawa kepada-Nya orang-orang yang membutuhkan mujizat akan menarik perhatian-Nya untuk bertindak melawat mereka yang membutuhkan jamahan-Nya demi kita.

The act of faith that we do by taking those who are in need of miracles to Him will draw His attention to come and touch them.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, September 21, 2008

21 September 2008

Banyak orang membutuhkan jamahan Tuhan; kadangkala mujizat mereka justru ditentukan oleh kesediaan kita untuk membawa dan mempertemukan mereka dengan Yesus (Markus 2:1-12).

Multitudes of people need the touch of God; however, there are times where the people's miracle is determined by our willingness to bring them to Jesus (Markus 2:1-12).

[+/-] Selengkapnya...